alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

R-APBD Perubahan Gianyar 2021 Diajukan, PAD Turun 14,37 Persen

GIANYAR, BALI EXPRESS  – Bupati Gianyar menyampaikan pengantar APBD Perubahan Tahun Anggaran 2021 kepada DPRD Gianyar pada sidang paripurna yang digelar Selasa (31/8) di Kantor DPRD Gianyar. 

 

Pada kesempatan itu Bupati Gianyar I Made Mahayastra menyampaikan bahwa dalam penyusunan APBD setiap tahun anggaran, perlu dilakukan penyelarasan kebijakan pembangunan daerah dan kebijakan Nasional. Hal itu akan tercermin dari adanya harmonisasi capaian kinerja, sasaran program dan kegiatan yang dijabarkan kedalam fungsi pengelolaan keuangan daerah. Antara perencanaan dan penganggaran perlu diintegrasikan sedemikian rupa, sehingga pemanfaatan sumber daya yang tersedia dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien. Tentunya dalam rangka mewujudkan visi misi Kabupaten 5 tahun kedepan Terwujudnya Masyarakat Gianyar Yang Bahagia, Sejahtera, Aman dan Damai, Mandiri, Berintegrasi Berlandaskan Tri Hita Karana Melalui Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana. 

 

“Dan dalam Rancangan Perubahan APBD Kabupaten Gianyar Tahun Anggaran 2021, Pendapatan Daerah direncanakan sebesar Rp.1,927 Triliun lebih, terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) direncanakan sebesar Rp.757,609 Miliar lebih atau  39,31 persen. Pendapatan Transfer direncanakan sebesar Rp.1,097 Triliun lebih atau 56,96 persen, dan lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah direncanakan sebesar Rp.71,994 Miliar lebih atau 3,74 persen,” paparnya.

 

Kemudian rencana PAD dalam Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2021 sebesar Rp.757,609 Miliar lebih, dibandingkan PAD Induk Tahun Anggaran 2021, mengalami penurunan sebesar Rp.127,188 Miliar lebih atau 14,37 persen. “Perencanaan ini dibuat dengan mempertimbangkan potensi riil sumber pendapatan, realisasi pada tahun sebelumnya dan tingkat pertumbuhan ekonomi. Struktur PAD masih didominasi oleh rencana penerimaan dari pajak daerah, dengan tetap mengupayakan intensifikasi penerimaan diluar pajak daerah seperti retribusi daerah dan hasil perusahaan milik daerah,” imbuhnya.

 

Selanjutnya Pendapatan Transfer dalam Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2021 direncanakan sebesar Rp.1,097 Triliun lebih, yang bersumber dari Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat dan Pendapatan Transfer Antar Daerah. Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah dalam Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2021 direncanakan sebesar Rp.71,994 Miliar lebih, yang bersumber dari lain-lain Pendapatan Sesuai dengan Ketentuan Peraturan Perundang-Undangan. Belanja Daerah dalam Rancangan Perubahan APBD Kabupaten Gianyar Tahun Anggaran 2021, direncanakan sebesar Rp.2,401 Triliun lebih, yang terdiri dari Belanja Operasi sebesar Rp.1,463 Triliun lebih atau 60,92 persen, Belanja Modal sebesar Rp.726,252 Miliar lebih atau 30,24 persen, Belanja Tidak Terduga sebesar Rp.1 Miliar atau 0,04 persen dan Belanja Transfer sebesar Rp.211,223 Miliar atau 8,79 persen. 

 

Belanja Operasi terdiri dari Belanja Pegawai sebesar Rp.745,201 Miliar lebih atau 50,93 persen, Belanja Barang dan Jasa sebesar Rp.623,076 Miliar atau 42,58 persen, Belanja Bunga sebesar Rp.16,133 Miliar lebih atau 1,10 persen, Belanja Hibah sebesar Rp.64,571 Miliar lebih atau 4,41 persen dan Belanja Bantuan Sosial sebesar Rp.14,198 Miliar lebih atau 0,97 persen. 

 

Belanja Modal, terdiri dari Belanja Modal Tanah sebesar Rp.2,106 Miliar lebih atau 0,29 persen, Belanja Modal Peralatan dan Mesin sebesar Rp.87,183 Miliar lebih atau 12,00 persen, Belanja Modal Gedung dan Bangunan sebesar Rp.496,225 Miliar lebih atau 68,33 persen, Belanja Modal Jalan, Jaringan, dan Irigasi sebesar Rp.126,619 Miliar lebih atau 17,43 persen,  Belanja Modal Aset Tetap Lainnya sebesar Rp.13,780 Miliar lebih atau 1,90 persen dan Belanja Modal Aset Lainnya sebesar Rp.337,800 juta lebih atau 0,05 persen.

Kemudian Belanja Tidak Terduga sebesar Rp 1 Miliar. Belanja Transfer terdiri dari Belanja Bagi Hasil Rp.40,340 Miliar lebih atau 19,10 persen dan Belanja Bantuan Keuangan sebesar Rp.170,883 Miliar atau 80,90 persen. Defisit anggaran dalam Rancangan Perubahan APBD Kabupaten Gianyar Tahun Anggaran 2021 sebesar Rp.474,244 Miliar lebih. “Hal ini terjadi karena rencana belanja untuk membiayai sektor prioritas seperti tersebut diatas, lebih besar dibandingkan dengan proyeksi rencana pendapatan. Namun defisit anggaran tahun 2021 tersebut akan dapat ditutupi, terutama bersumber dari penerimaan pinjaman daerah dan sisa lebih perhitungan anggaran tahun 2020,” sambungnya.

 

Pengeluaran pembiayaan dalam Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2021, direncanakan sebesar Rp.44,018 Miliar yang meliputi Penyertaan Modal Daerah dan Pembayaran Cicilan Pokok Utang yang Jatuh Tempo.

 

“Dengan ini saya serahkan secara resmi Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2021, dengan harapan kiranya dapat dibahas oleh segenap Pimpinan dan Anggota Dewan, sesuai dengan tahapan persidangan sebagaimana mestinya,” tandasnya. 


GIANYAR, BALI EXPRESS  – Bupati Gianyar menyampaikan pengantar APBD Perubahan Tahun Anggaran 2021 kepada DPRD Gianyar pada sidang paripurna yang digelar Selasa (31/8) di Kantor DPRD Gianyar. 

 

Pada kesempatan itu Bupati Gianyar I Made Mahayastra menyampaikan bahwa dalam penyusunan APBD setiap tahun anggaran, perlu dilakukan penyelarasan kebijakan pembangunan daerah dan kebijakan Nasional. Hal itu akan tercermin dari adanya harmonisasi capaian kinerja, sasaran program dan kegiatan yang dijabarkan kedalam fungsi pengelolaan keuangan daerah. Antara perencanaan dan penganggaran perlu diintegrasikan sedemikian rupa, sehingga pemanfaatan sumber daya yang tersedia dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien. Tentunya dalam rangka mewujudkan visi misi Kabupaten 5 tahun kedepan Terwujudnya Masyarakat Gianyar Yang Bahagia, Sejahtera, Aman dan Damai, Mandiri, Berintegrasi Berlandaskan Tri Hita Karana Melalui Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana. 

 

“Dan dalam Rancangan Perubahan APBD Kabupaten Gianyar Tahun Anggaran 2021, Pendapatan Daerah direncanakan sebesar Rp.1,927 Triliun lebih, terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) direncanakan sebesar Rp.757,609 Miliar lebih atau  39,31 persen. Pendapatan Transfer direncanakan sebesar Rp.1,097 Triliun lebih atau 56,96 persen, dan lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah direncanakan sebesar Rp.71,994 Miliar lebih atau 3,74 persen,” paparnya.

 

Kemudian rencana PAD dalam Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2021 sebesar Rp.757,609 Miliar lebih, dibandingkan PAD Induk Tahun Anggaran 2021, mengalami penurunan sebesar Rp.127,188 Miliar lebih atau 14,37 persen. “Perencanaan ini dibuat dengan mempertimbangkan potensi riil sumber pendapatan, realisasi pada tahun sebelumnya dan tingkat pertumbuhan ekonomi. Struktur PAD masih didominasi oleh rencana penerimaan dari pajak daerah, dengan tetap mengupayakan intensifikasi penerimaan diluar pajak daerah seperti retribusi daerah dan hasil perusahaan milik daerah,” imbuhnya.

 

Selanjutnya Pendapatan Transfer dalam Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2021 direncanakan sebesar Rp.1,097 Triliun lebih, yang bersumber dari Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat dan Pendapatan Transfer Antar Daerah. Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah dalam Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2021 direncanakan sebesar Rp.71,994 Miliar lebih, yang bersumber dari lain-lain Pendapatan Sesuai dengan Ketentuan Peraturan Perundang-Undangan. Belanja Daerah dalam Rancangan Perubahan APBD Kabupaten Gianyar Tahun Anggaran 2021, direncanakan sebesar Rp.2,401 Triliun lebih, yang terdiri dari Belanja Operasi sebesar Rp.1,463 Triliun lebih atau 60,92 persen, Belanja Modal sebesar Rp.726,252 Miliar lebih atau 30,24 persen, Belanja Tidak Terduga sebesar Rp.1 Miliar atau 0,04 persen dan Belanja Transfer sebesar Rp.211,223 Miliar atau 8,79 persen. 

 

Belanja Operasi terdiri dari Belanja Pegawai sebesar Rp.745,201 Miliar lebih atau 50,93 persen, Belanja Barang dan Jasa sebesar Rp.623,076 Miliar atau 42,58 persen, Belanja Bunga sebesar Rp.16,133 Miliar lebih atau 1,10 persen, Belanja Hibah sebesar Rp.64,571 Miliar lebih atau 4,41 persen dan Belanja Bantuan Sosial sebesar Rp.14,198 Miliar lebih atau 0,97 persen. 

 

Belanja Modal, terdiri dari Belanja Modal Tanah sebesar Rp.2,106 Miliar lebih atau 0,29 persen, Belanja Modal Peralatan dan Mesin sebesar Rp.87,183 Miliar lebih atau 12,00 persen, Belanja Modal Gedung dan Bangunan sebesar Rp.496,225 Miliar lebih atau 68,33 persen, Belanja Modal Jalan, Jaringan, dan Irigasi sebesar Rp.126,619 Miliar lebih atau 17,43 persen,  Belanja Modal Aset Tetap Lainnya sebesar Rp.13,780 Miliar lebih atau 1,90 persen dan Belanja Modal Aset Lainnya sebesar Rp.337,800 juta lebih atau 0,05 persen.

Kemudian Belanja Tidak Terduga sebesar Rp 1 Miliar. Belanja Transfer terdiri dari Belanja Bagi Hasil Rp.40,340 Miliar lebih atau 19,10 persen dan Belanja Bantuan Keuangan sebesar Rp.170,883 Miliar atau 80,90 persen. Defisit anggaran dalam Rancangan Perubahan APBD Kabupaten Gianyar Tahun Anggaran 2021 sebesar Rp.474,244 Miliar lebih. “Hal ini terjadi karena rencana belanja untuk membiayai sektor prioritas seperti tersebut diatas, lebih besar dibandingkan dengan proyeksi rencana pendapatan. Namun defisit anggaran tahun 2021 tersebut akan dapat ditutupi, terutama bersumber dari penerimaan pinjaman daerah dan sisa lebih perhitungan anggaran tahun 2020,” sambungnya.

 

Pengeluaran pembiayaan dalam Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2021, direncanakan sebesar Rp.44,018 Miliar yang meliputi Penyertaan Modal Daerah dan Pembayaran Cicilan Pokok Utang yang Jatuh Tempo.

 

“Dengan ini saya serahkan secara resmi Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2021, dengan harapan kiranya dapat dibahas oleh segenap Pimpinan dan Anggota Dewan, sesuai dengan tahapan persidangan sebagaimana mestinya,” tandasnya. 


Most Read

Artikel Terbaru

/