alexametrics
29.8 C
Denpasar
Wednesday, May 25, 2022

Cegah Kerumunan Tahun Baru, Kendaraan Dilarang Pakir di Pantai Kuta

DENPASAR, BALI EXPRESS – Polresta Denpasar rupanya akan bertindak tegas dalam mengantisipasi kerumunan menjelang malam Tahun Baru. Kaporesta Denpasar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan menegaskan, sesuai dengan surat edaran Gubernur Bali, pihaknya melarang masyarakat mengadakan acara yang menyebabkan kerumunan di luar maupun di dalam ruangan.

Jansen, Rabu (30/12), menjelaskan, pihaknya telah merencanakan langkah strategis di Pantai Kuta yang dianggap menjadi sentral perayaan malam pergantian tahun seperti sebelumnya. ” Kami akan melakukan rekayasa lalu lintas mulai Kamis (31/12) jam 06.00 pagi  sampai dengan tanggal 1 Januari 2021 jam 06.00 sore di sepanjang jalur Pantai Kuta. Kami tidak membolehkan parker, baik kendaraan roda dua, roda empat maupun lainnya,” beber Jansen.

Langkah tersebut, papar Jansen, diharapkan bisa mengurangi kerumunan di Pantai Kuta. Selain Pantai Kuta, petugas gabungan akan memantau daerah lain seperti Pantai Sanur, daerah perbukitan seperti Nusa Dua yang dikenal sebagai pusat pariwisata.

“Kami akan melaksanakan patroli skala besar dengan gabungan TNI, Polri, Satpol PP. Kami tetap melaksanakan pendekatan proses sesuai dengan Pergub Nomor 46 Tahun 2020,  kemudian di wilayah hukum Polresta Denpasar sendiri ada dua pos pelayanan terpadu dan 3 pos pengamanan yang kita gelar di wilayah hukum Polresta Denpasar. Harapan kami, dengan operasi ini kami bisa memantau atau memastikan masyarakat yang melakukan liburan di Bali bisa terpantau dan mematuhi protokol kesehatan,” tegasnya.

Mengenai penerapan jam malam, Kapolresta menegaskan, pihaknya akan menegakkan aturan pembatasan jam malam hingga pukul 11.00 malam di tempat wisata maupun tempat belanja. “Sudah ada imbauan bahwa tidak boleh melaksanakan kegiatan di atas jam 23.00, jadi maksimal jam 23.00 harus sudah selesai. Bukan menutup tempat tersebut, tapi tidak boleh ada kegiatan lagi supaya tidak ada kerukumunan,” kata Jansen menegaskan.

Pelaku usaha juga sudah diberikan imbauan mengenai pembatasan tersebut. Jika ada yang melanggar, pihak Polresta Denpasar akan mengambil langkah tegas sesuai peraturan yang berlaku.

“Kalau kami temukan pelaku usaha melanggar imbauan pemerintah, kami akan mengambil langkah tegas.  Ada sanksi hukum yang akan dikenakan, baik berupa denda maupun pencabutan izin. Nanti sudah ada tahapan-tahapannya,” pungkasnya.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Polresta Denpasar rupanya akan bertindak tegas dalam mengantisipasi kerumunan menjelang malam Tahun Baru. Kaporesta Denpasar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan menegaskan, sesuai dengan surat edaran Gubernur Bali, pihaknya melarang masyarakat mengadakan acara yang menyebabkan kerumunan di luar maupun di dalam ruangan.

Jansen, Rabu (30/12), menjelaskan, pihaknya telah merencanakan langkah strategis di Pantai Kuta yang dianggap menjadi sentral perayaan malam pergantian tahun seperti sebelumnya. ” Kami akan melakukan rekayasa lalu lintas mulai Kamis (31/12) jam 06.00 pagi  sampai dengan tanggal 1 Januari 2021 jam 06.00 sore di sepanjang jalur Pantai Kuta. Kami tidak membolehkan parker, baik kendaraan roda dua, roda empat maupun lainnya,” beber Jansen.

Langkah tersebut, papar Jansen, diharapkan bisa mengurangi kerumunan di Pantai Kuta. Selain Pantai Kuta, petugas gabungan akan memantau daerah lain seperti Pantai Sanur, daerah perbukitan seperti Nusa Dua yang dikenal sebagai pusat pariwisata.

“Kami akan melaksanakan patroli skala besar dengan gabungan TNI, Polri, Satpol PP. Kami tetap melaksanakan pendekatan proses sesuai dengan Pergub Nomor 46 Tahun 2020,  kemudian di wilayah hukum Polresta Denpasar sendiri ada dua pos pelayanan terpadu dan 3 pos pengamanan yang kita gelar di wilayah hukum Polresta Denpasar. Harapan kami, dengan operasi ini kami bisa memantau atau memastikan masyarakat yang melakukan liburan di Bali bisa terpantau dan mematuhi protokol kesehatan,” tegasnya.

Mengenai penerapan jam malam, Kapolresta menegaskan, pihaknya akan menegakkan aturan pembatasan jam malam hingga pukul 11.00 malam di tempat wisata maupun tempat belanja. “Sudah ada imbauan bahwa tidak boleh melaksanakan kegiatan di atas jam 23.00, jadi maksimal jam 23.00 harus sudah selesai. Bukan menutup tempat tersebut, tapi tidak boleh ada kegiatan lagi supaya tidak ada kerukumunan,” kata Jansen menegaskan.

Pelaku usaha juga sudah diberikan imbauan mengenai pembatasan tersebut. Jika ada yang melanggar, pihak Polresta Denpasar akan mengambil langkah tegas sesuai peraturan yang berlaku.

“Kalau kami temukan pelaku usaha melanggar imbauan pemerintah, kami akan mengambil langkah tegas.  Ada sanksi hukum yang akan dikenakan, baik berupa denda maupun pencabutan izin. Nanti sudah ada tahapan-tahapannya,” pungkasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/