alexametrics
29.8 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

WNA Masuk Bali Wajib PCR Ulang dan Karantina Mandiri

DENPASAR, BALI EXPRESS – Pemerintah Indonesia secara resmi menutup sementara seluruh pintu kedatangan warga negara asing (WNA) ke Indonesia, sebagai antisipasi atas kemunculan varian baru virus korona (Covid-19) yang telah terdeteksi di sejumlah negara.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi dalam siaran persnya mengatakan, penutupan terhadap WNA dilakukan pada 1-14 Januari 2021. Sementara itu, untuk WNA yang telah tiba di Indonesia sejak hari ini sampai 31 Desember, diharuskan menunjukkan bukti negatif PCR yang berlaku selama 2×24 jam sebelum keberangkatan.

Terkait penanganan WNA yang tiba di Bali melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai, Stakeholder Relation Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Taufan Yudhistira, mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan prosedur penanganan  bagi penumpang dari luar negeri yang tiba di Badara Ngurah Rai. “Penanganan yang kami lakukan sesuai dengan Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 4 Tahun 2020,” jelasnya.

Adapun bentuk penanganan yang dilakukan dalam penerimaan penumpang yang berasal dari luar negeri ketika dilaksanakannya penutupan di seluruh pintu kedatangan WNA ke Indonesia, adalah pemeriksaan PCR ulang di Bandara Ngurah Rai.

Setelah melakukan PCR ulang, kata Taufan, penumpang wajib melakukan karantina mandiri selama lima hari. “Setelah lima hari akan kami lakukan pemeriksaan PCR kembali. Jika hasilnya negative, WNA ini dipersilakan melanjutkan aktivitasnya di Bali,” paparnya.

Terkait kedatangan penumpang internasional di Bandara I Gusti Ngurah Rai, dijelaskan Taufan, selama periode tanggal 1-29 Desember 2020, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai masih menerima penumpang internasional dari berbagai negara sebanyak 262 orang yang diangkut oleh 80 unit pesawat.

Para penumpang yang tiba di Bali ini, jelas Taufan, terdiri dari pekerja imigran yang pulang ke Indonesia dan ada juga para ekspatriat yang sedang bertugas di Bali. “Karena penumpang tersebut datang sebelum tanggal 1 Januari 2021, maka penumpang ini  diharuskan menunjukkan bukti negatif PCR yang berlaku selama 2×24 jam sebelum keberangkatan,” paparnya.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Pemerintah Indonesia secara resmi menutup sementara seluruh pintu kedatangan warga negara asing (WNA) ke Indonesia, sebagai antisipasi atas kemunculan varian baru virus korona (Covid-19) yang telah terdeteksi di sejumlah negara.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi dalam siaran persnya mengatakan, penutupan terhadap WNA dilakukan pada 1-14 Januari 2021. Sementara itu, untuk WNA yang telah tiba di Indonesia sejak hari ini sampai 31 Desember, diharuskan menunjukkan bukti negatif PCR yang berlaku selama 2×24 jam sebelum keberangkatan.

Terkait penanganan WNA yang tiba di Bali melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai, Stakeholder Relation Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Taufan Yudhistira, mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan prosedur penanganan  bagi penumpang dari luar negeri yang tiba di Badara Ngurah Rai. “Penanganan yang kami lakukan sesuai dengan Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 4 Tahun 2020,” jelasnya.

Adapun bentuk penanganan yang dilakukan dalam penerimaan penumpang yang berasal dari luar negeri ketika dilaksanakannya penutupan di seluruh pintu kedatangan WNA ke Indonesia, adalah pemeriksaan PCR ulang di Bandara Ngurah Rai.

Setelah melakukan PCR ulang, kata Taufan, penumpang wajib melakukan karantina mandiri selama lima hari. “Setelah lima hari akan kami lakukan pemeriksaan PCR kembali. Jika hasilnya negative, WNA ini dipersilakan melanjutkan aktivitasnya di Bali,” paparnya.

Terkait kedatangan penumpang internasional di Bandara I Gusti Ngurah Rai, dijelaskan Taufan, selama periode tanggal 1-29 Desember 2020, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai masih menerima penumpang internasional dari berbagai negara sebanyak 262 orang yang diangkut oleh 80 unit pesawat.

Para penumpang yang tiba di Bali ini, jelas Taufan, terdiri dari pekerja imigran yang pulang ke Indonesia dan ada juga para ekspatriat yang sedang bertugas di Bali. “Karena penumpang tersebut datang sebelum tanggal 1 Januari 2021, maka penumpang ini  diharuskan menunjukkan bukti negatif PCR yang berlaku selama 2×24 jam sebelum keberangkatan,” paparnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/