Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Duh! Sampah Kiriman Menumpuk di Pantai Legian dan Kuta

P
DITANGANI: Penamganan sampah kiriman di Pantai Legian dan Kuta, Rabu (13/3).
DITANGANI: Penamganan sampah kiriman di Pantai Legian dan Kuta, Rabu (13/3).

BADUNG, BALI EXPRESS - Sampah kiriman kembali menumpuk di Pantai Legian dan Kuta. Tumpukan sampah yang didominasi kayu berukuran besar tersebut muncull sejak tiga hari terakhir.


Advertisement

Petugas dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung pun langsung melakukan penanganan.

Koordinator Deteksi Evakuasi Sampah Laut (Desalut) DLHK Badung, I Made Gde Dwipayana mengatakan, sampah kiriman tiba-tiba muncul saat perayaan Nyepi dan berlanjut hingga hari berikutnya. Lokasi sampah yang terbanyak disebutkan di Pantai Legian.

“Saat ini sudah mulai kami tangani dari kemarin (Selasa) dan sedang dalam proses,” ujar Dwipayana saat dikonfirmasi Rabu (13/3).

Advertisement

Menurutnya, jenis sampah yang menepi kini kayu berukuran besar. Padahal sebelumnya hanya ranting dan plastik. Untuk mengatasi masalah ini, DLHK Badung telah menurunkan 7 loader yang dibantu dengan 2 unit beach cleaner serta dukungan tenaga manual dari 600 petugas kebersihan.

“Jika tidak ada tambahan sampah yang signifikan, besok seluruhnya sudah terangkut,” ungkapnya.

Secara keseluruhan, Dwipayana mengaku telah mengangkut sampah sebanyak 60 ton di Pantai Seminyak, 200 ton di Pantai Legian, dan 150 ton di Pantai Kuta.

Advertisement

Sampah kayu gelondongan akan diproses di TPU Mengwi untuk dicacah dan diproses menjadi serbuk kayu. Kemudian sampah residu telah diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung.

“Kalau ada masyarakat yang mau cari itu (serbuk kayu) bisa. Ini tidak dijual karena tidak boleh dari pemerintahan. Mungkin kalau ada dari masyarakat yang mau ambil dipersilahkan secara gratis,” terangnya.

Disinggung terkait puncak musim sampah kiriman, ia menjelaskan, umumnya pada Maret sampah kiriman akan menurun. Sementaran untuk puncak sampah kiriman berupa kayu gelondongan biasa terjadi pada Januari.

 

“Sekarang belum termasuk puncak sampah kiriman. Mungkin saja ini baru permulaan kami juga belum tahu, karena situasi berbeda. Kami perkirakan ini karena kondisi anginnya, hujan sudah pasti menjadi pemicunya,” jelasnya. (*) 

Advertisement

Artikel Terkait

YILI dan Joyday Dukung Gaya Hidup Sehat melalui Self-Care AMRun 5K 2026 di Bali

YILI dan Joyday Dukung Gaya Hidup Sehat melalui Self-Care AMRun 5K 2026 di Bali

PT Yili Indonesia Dairy (YILI) bersama merek es krim Joyday turut berpartisipasi dalam kegiatan Self-Care Antimicrobial Resistance Awareness Run (AMRun) 5K 2026 yang diselenggarakan di kawasan Sanur, Bali awal November

Giri Prasta Turun ke Lokasi Longsor Pelaga, Dua Korban Masih Dicari

Giri Prasta Turun ke Lokasi Longsor Pelaga, Dua Korban Masih Dicari

Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta bersama Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dan anggota DPRD Badung Made Bima Nata meninjau lokasi longsor pada Senin (2/11).

Gelar Seminar, Women’s World Banking Ungkap 23 Persen Usaha Perempuan Bertahan Lebih dari 5 Tahun

Gelar Seminar, Women’s World Banking Ungkap 23 Persen Usaha Perempuan Bertahan Lebih dari 5 Tahun

Riset tersebut menemukan hanya 44 persen pengusaha perempuan yang mampu mempertahankan usahanya selama tiga hingga lima tahun. Sementara itu, hanya 23 persen yang dapat bertahan lebih dari lima tahun.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer