Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Koster Tegas Bantah Bali Sepi, Dispar Sebut Kunjungan Mulai Meningkat

R
Penulis: Rika Riyanti❯

NORMAL: Aktivitas di Bandara Ngurah Rai kembali normal setelah sempat padam pada Jumat (10/10) malam
NORMAL: Aktivitas di Bandara Ngurah Rai kembali normal setelah sempat padam pada Jumat (10/10) malam


Advertisement

 

BALIEXPRESS.ID - Gubernur Bali Wayan Koster menepis anggapan bahwa sektor pariwisata Bali mengalami kelesuan pada masa libur Natal dan Tahun Baru 2026.

Ia menegaskan isu tersebut tidak benar karena tidak sesuai dengan data kunjungan wisatawan yang dimilikinya.

Advertisement

Pernyataan itu disampaikan Koster usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Bali, Senin (22/12).

Menurutnya, tren kedatangan wisatawan justru menunjukkan peningkatan setiap hari.

Advertisement

“Bohong, saya punya data. Setiap hari totalnya (kedatangan wisatawan) meningkat,” katanya.

Koster memaparkan, jumlah wisatawan mancanegara yang masuk ke Bali saat ini mencapai sekitar 17 ribu orang per hari.

Secara akumulatif, sejak Januari hingga 16 Desember 2025, total kunjungan wisatawan asing telah menembus angka 6,7 juta orang.

Dengan sisa waktu dua pekan menjelang akhir tahun, ia optimistis target 7 juta wisatawan dapat tercapai.

“7 juta ini kan akan naik dia (jumlah wisatawan) masih ada sisa 2 minggu,” ucapnya.

Terkait adanya persepsi ketimpangan antara jumlah kunjungan wisatawan dengan tingkat hunian akomodasi, Koster menilai hal tersebut dipengaruhi oleh penggunaan penginapan nonhotel seperti airbnb.

Ia menyebut, sebagian wisatawan memilih tinggal di rumah kos atau akomodasi serupa yang tidak tercatat dan tidak membayar pajak, sehingga kenaikan kunjungan tidak sejalan dengan okupansi hotel dan restoran.

“Saya cek hotel terendah 60 persen, The Meru 80 persen, yang berbintang di Nusa Dua itu 80 persen, sebenarnya bisa tinggi dari itu,” ungkapnya.

Ia menambahkan, maraknya alih fungsi rumah kos menjadi penginapan turut berdampak pada data okupansi resmi.

Koster juga mengungkapkan telah menerima surat dari Kementerian Investasi terkait penyusunan Peraturan Gubernur (Pergub) yang mengatur airbnb.

Sementara itu, menanggapi keluhan sejumlah pengemudi pariwisata dan pemandu wisata yang merasa Bali sepi, Koster menduga kondisi cuaca turut memengaruhi aktivitas wisatawan.

Menurutnya, musim hujan yang disertai banjir di sejumlah wilayah membuat sebagian wisatawan memilih beristirahat di penginapan ketimbang berkeliling destinasi.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Wayan Sumarajaya, menyampaikan bahwa lonjakan wisatawan mancanegara sebenarnya sudah terlihat sejak pertengahan Desember.

Ia mencatat, sejak 14 Desember jumlah wisatawan asing yang masuk ke Bali telah melampaui 20 ribu orang per hari.

“Demikian juga wisatawan Nusantara sudah ada kenaikan sejak tanggal 19 Desember 2025,” katanya.

Sumarajaya mengakui, faktor cuaca memiliki pengaruh signifikan terhadap pergerakan wisatawan.

Meski demikian, beberapa destinasi wisata di Bali dilaporkan mengalami peningkatan kunjungan.

“Kita tetap berusaha menciptakan pariwisata berkualitas dan bermartabat. Kita berkoordinasi dengan berbagai pihak, instansi vertikal, perangkat daerah dan kabupaten, termasuk pelaku usaha agar pelayanan kita dalam pariwisata Natal dan Tahun Baru ini bisa lebih bagus,” jelasnya.

Secara umum, ia menyebut kedatangan wisatawan tahun ini mengalami kenaikan dibandingkan periode 2024 dan 2025.

 

Untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem, Dinas Pariwisata Bali telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait layanan pariwisata.

Pihaknya juga mengeluarkan imbauan guna menjaga kenyamanan dan keamanan wisatawan selama musim hujan, serta meminta pelaku usaha menyiapkan SOP dan menyosialisasikan do and don’ts kepada wisatawan.

“Mungkin kan banyak sumber, saya tidak menjustifikasi. Tetapi mungkin kalau ritme kehadiran wisatawan per tahun memang di Bali ada yang high dan low season. Memang kita high season ada di juni, juli, Agustus, September. Setelah itu memang ada penurunan secara alami. Tapi tidak begitu tajam dan itu biasa dari tahun ke tahun. Nanti menjelang natal dan tahun baru akan naik kembali,” tutupnya.(***)

Advertisement

Artikel Terkait

YILI dan Joyday Dukung Gaya Hidup Sehat melalui Self-Care AMRun 5K 2026 di Bali

YILI dan Joyday Dukung Gaya Hidup Sehat melalui Self-Care AMRun 5K 2026 di Bali

PT Yili Indonesia Dairy (YILI) bersama merek es krim Joyday turut berpartisipasi dalam kegiatan Self-Care Antimicrobial Resistance Awareness Run (AMRun) 5K 2026 yang diselenggarakan di kawasan Sanur, Bali awal November

Giri Prasta Turun ke Lokasi Longsor Pelaga, Dua Korban Masih Dicari

Giri Prasta Turun ke Lokasi Longsor Pelaga, Dua Korban Masih Dicari

Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta bersama Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dan anggota DPRD Badung Made Bima Nata meninjau lokasi longsor pada Senin (2/11).

Gelar Seminar, Women’s World Banking Ungkap 23 Persen Usaha Perempuan Bertahan Lebih dari 5 Tahun

Gelar Seminar, Women’s World Banking Ungkap 23 Persen Usaha Perempuan Bertahan Lebih dari 5 Tahun

Riset tersebut menemukan hanya 44 persen pengusaha perempuan yang mampu mempertahankan usahanya selama tiga hingga lima tahun. Sementara itu, hanya 23 persen yang dapat bertahan lebih dari lima tahun.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer