BALI EXPRESS, DENPASAR - Wakil Gubernur Bali, Ketut Sudikerta menyampaikan tahun 2018 akan dianggarkan untuk membiayai, pemuda Bali yang miskin bisa bekerja keluar negeri yakni di kapal pesiar. Program ini terus disosialisasikan, bahkan dalam Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja (PB3AS) Minggu kemarin di Lapangan Renon (Puputan Margarana) dibeberkan kepada masyarakat dan para siswa.
Sudikerta menyampaikan, kepada masyarakat yang sedang berolahraga di seputar lapangan. Bahwa saat ini Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan ESDM Pemprov Bali akan memberikan pelatihan bagi 1.000 calon tenaga kerja Kapal Pesiar setiap tahun.Mulai dari pelatihan, biaya pesiar dan visanya.
"Target setiap tahunnya kami akan memberangkatkan 1.000 tenaga kerja yang siap berangkat kapal pesiar, ini akan dimulai dari tahun 2018. Bagi kami ini bisa merubah nasib keluarga miskin, bisa lepas dari jerat kemiskinan,” kata pejabat asal Pecatu, Badung ini.
Mantan Wakil Bupati Badung ini mengatakan, dengan seribu dalam setahun, ditargetkan dalama lima tahun bisa memberangkatkan 5 ribu pemuda Bali. Tentunya yang diprioritaskan pemuda dari keluarga miskin. “Target kami dalam waktu 5 tahun terdapat 5 ribu tenaga kerja yang di berangkatkan kapal pesiar,” tutur orang nomor dua di Bali tersebut.
Untuk itu Sudikerta berharap para generasi muda di Bali khususnya yang duduk pada bangku SMA/SMK agar mempersiapkan diri dan memupuk semangat belajar yang tinggi mulai sejak dini. Sehingga nantinya para tenaga kerja yang dikirim ke pesiar ini memiliki kualitas yang baik dan bisa bersaing di dunia internasional.
“Landasan berpikir kami, dengan pengalaman keluar negeri nanti SDM Bali berdaya saing. Etos kerjanya lain, sehingga bisa nantinya bekerja di Bali, dalam posisi lebih tinggi. Atau bisa menjadi modal usaha, yang terpenting keluarganya lepas dari garis kemiskinan,” sambungnya.
Wakil Gubernur Sudikerta juga mengatakan, Pemerintah Provinsi Bali saat ini terus melakukan peningkatan pada kualitas dan kuantitas fasilitas umum yang ada di Bali. Terlebih Pemprov Bali telah berkomitmen untuk menjadi Provinsi layak anak. Untuk itu diharapkan berbagai fasilitas umum yang ada dapat menjadi sarana yang bermanfaat bagi masyarakat terutama anak-anak sebagai arena bermain yang terbuka.
"Pemerintah sejauh ini telah menata Lapangan Puputan Margarana ini dengan begitu rapi dan juga menyediakan fasilitas bermain dan berolahraga bagi anak-anak yang telah tersedia di taman janggan sebelah timur lapangan ini,” kata Sudikerta yang akrab dengan panggilan SGB (Sudikerta Gubernur Bali). “Untuk itu saya minta masyarakat yang berolah raga di lapangan ini agar turut menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan yang ada di lapangan ini , terutama dalam menjaga fasilitas-fasilitas olahraga dan bermain yang telah disediakan", sambungnya.
Orasi PB3AS kali ini juga di meriahkan oleh penampilan dari siswa SMA Kristen Harapan Denpasar yang menampilkan beragam atraksi yang menghibur masyarakat seperti paduan suara, senam bersama sampai pada orasi dari Ratih Kusuma Dewi. Orasi yang disampaikan terkait bahaya narkoba bagi generasi muda. Menurutnya Indonesia saat ini sedang mengalami darurat narkoba, dimana setiap harinya terdapat 57 orang meninggal akibat barang haram tersebut. Untuk itu, Ia menekankan beberapa solusi untuk mencegah narkoba, diantaranya melalui peran keluarga yang merupakan titik poin pertama dari upaya pencegahan narkoba, dimana kualitas waktu anak-anak bersama keluarga harus di tingkatkan sehingga anak tersebut dekat dengan orang tuanya. Kedua, peran dari sekolah. Dan banyak lagi yang memanfaatkan panggung PB3AS untuk menyampaikan pesan – pesan.
Editor : I Putu Suyatra