Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pengendara Keluhkan Perbedaan Pelayanan Dermaga LCM

I Putu Suyatra • Senin, 20 November 2017 | 19:22 WIB
Pengendara Keluhkan Perbedaan Pelayanan Dermaga LCM
Pengendara Keluhkan Perbedaan Pelayanan Dermaga LCM

BALI EXPRESS, NEGARA - Sejak dihentikanya pengoperasian semua kapal landing craft tank (LCT) atau kapal barang, semua kapal yang melayani penyebrangan lintas Jawa-Bali dilayani menggunakan kapal motor penumpang (KMP). Sehingga semua pengguna jasa penyebrangan baik itu penumpang, kendaraan roda dua dan mobil semua golongan, bebas menaiki kapal-kapal yang sandar di dermaga movile bridge (MB), dermaga ponton maupun dermaga landing craft macine (LCM). Bahkan dari pantauan Bali Express  di dermaga Pelabuhan Gilimanuk, penguna jasa lebih memilih naik kapal yang berlabuh di dermaga LCM dengan alasan kapalnya lebih besar dan lebih cepat menyebrang karena tidak lama mengapung untuk menunggu dermaga kosong.


Namun sejak beberapa hari belakangan ini beberapa pengguna jasa penyebrangan mempertanyakan perbedaan pelayanan penyebrangan Selat Bali tersebut khususnya penyebrangan yang melalui dermaga LCM. Penyebabnya karena kapal-kapal yang melayani penyebrangan melalui dermaga LCM di pelabuhan Ketapang, Banyuwangi tidak melayani penyebrangan sepeda motor maupun mobil pribadi. Berbeda dengan dermaga LCM di dipelabuhan Gilimanuk, Jembrana pengunan jasa tersebut tetap dilayani oleh kapal-kapal yang sandar di dermaga LCM. 


Seperti yang dialami Ade, 30, salah seorang pengendara motor asal banyuwangi yang mengaku sempat distop petugas saat mau masuk ke dermaga LCM di pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. “Saya biasanya nyebrang mengunakan kapal di dermaga LCM karena lebih cepat dibanding yang di dermaga MB atau Ponton. Tapi tadi saat saya masuk di dermaga LCM Ketapang, oleh petugas disuruh ke dermaga MB. Katanya tidak ada tiket,” ujarnya saat ditemui di pos 2 Pelabuhan Gilimanuk, Minggu (19/11) kemarin.


Lebih lanjut Ade mengaku heran karena sebelumnya saat dia nyebrang dari pelabuhan Gilimanuk, bisa bebas naik kapal yang sandar di dermaga LCM.


Hal yang sama juga diungkapkan Gede Rudi, 45, asal Jembrana yang mengunakan mobil pribadi. Dirinya mengaku heran karena di Gilimanuk bisa menyebrang dengan kapal yang sandar di dermaga LCM sementara di Pelabuhan Ketapang tidak bisa. “Kemarin dari Gilimanuk bisa naik kapal di LCM tetapi tadi di Ketapang tidak bisa. Kurang tau ya bisa berbeda seperti ini,” ucapnya.


 


Sementara itu Manajer Usaha PT. ASDP Indonesia Ferry unit pelabuhan Gilimanuk, Heru Wahono, saat dikonfirmasi mengatakan, memang untuk saat ini bagi pengguna jasa mulai dari penumpang pejalan kaki, atau yang mengunakan sepeda motor, mobil pribadi dan kendaraan sampai golongan VI A seperti truk sedang dan bus besar sementara ini tidak dilayani di dermaga LCM Pelabuhan Ketapang karena fasilitas dan pelayanan di dermaga LCM Ketapang belum satu pintu lantaran pintu masuk pelabuhan LCM terpisah dengan pintu masuk dermaga MB dan ponton. ”Saat ini di Ketapang masih dibangun fasilitas dan akses ke LCM agar pelayanan bisa satu pintu. Kalau sudah bisa satu pintu seperti di Gilimanuk maka semua pengunan jasa bisa dilayani di dermaga LCM. Sementara sekarang untuk penumpang sampai golongan VI A dilayani di dermaga MB dan Ponton, sedangkan untuk golongan VI B keatas di LCM dan bisa juga di MB dan Ponton,” terangnya. 

Editor : I Putu Suyatra