BALI EXPRESS, DENPASAR - Mulai tahun ini, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar akan menghentikan layanan angkutan sampah di pinggir jalan. Sebagai gantinya, penanganan sampah di pinggir jalan akan dikelola langsung oleh kelompok swakelola sampah (KSS) di masing-masing desa atau kelurahan.
Seperti dikatatakan Kepala DLHK Kota Denpasar, I Ketut Wisada, penghentian layanan tersebut sebagai upaya membangun sistem pengelolaan sampah terpadu dan terintegrasi. Sehingga pembentukan KSS di masing-masing desa atau kelurahan akan terus dimaksimalkan. “Sehingga penanganannya dapat dimaksimalkan,” jelas Wisada, Senin kemarin (7/1).
Wisada lantas menyadur Peraturan Wali Kota Denpasar Nomor 11 Tahun 2016 tentang Tata Cara Pengelolaan dan Pembuangan Sampah. Dalam aturan itu, pengelolaan sampah di masyarakat sedianya dilakukan oleh KSS yang berada di bawah kendali pihak desa atau kelurahan.
Dengan harapan, sambung dia, penanganan sampah dapat berlangsung dari hulu ke hilir. Sekaligus mengedukasi masyarakat bagaimana memilah, mengelola, dan memanfaatkan sampah.
“Dengan adanya tata kelola yang tepat tentunya dapat mengurangi volume sampah menuju ke TPA (tempat pembuangan akhir). Yang anorganik dapat dipilah dan ditabung dalam bank sampah. Sementara yang organik dapat dimanfaatkan untuk kompos,” jelas mantan Asisten Bidang II Setda Kota Denpasar ini.
Nantinya, lanjut Wisada, sampah yang ditampung KSS akan diangkut menuju Tempat Penampungan Sementara (TPS). Lalu diangkut lagi oleh DLHK Kota Denpasar menuju TPA.
“Sesuai dengan Perwali Nomor 11 Tahun 2016 bahwa KSS harus terus dimaksimalkan untuk mendukung penanganan sampah terpadu di Kota Denpasar,” paparnya.
Saat ini, di Denpasar sendiri terdapat sedikitnya 171 KSS yang mengelola langsung persampahan di masyarakat. Selain mengelola, mereka juga memberikan edukasi tentang pemilahan sampah kepada masyarakat di sekitar keberadaannya. Kendati demikian, masih terdapat beberapa wilayah yang memohon bantuan terkait pengangkutan sampah di pinggir jalan.
“Secara umum desa atau kelurahan sudah siap. Hanya ada beberapa yang masih bersurat agar dibantu pengangkutan. Kami tetap bantu sembari menunggu kesiapan mereka," pungkas Wisada.
Editor : I Putu Suyatra