Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Demam Berdarah Muncul di Gilimanuk

hakim dwi saputra • Jumat, 1 Maret 2019 | 20:52 WIB
Demam Berdarah Muncul di Gilimanuk
Demam Berdarah Muncul di Gilimanuk


BALI EXPRESS, NEGARA - Tiga orang warga Gilimanuk terjangkit DBD (deman berdarah dengue), dan dirawat di Puskesmas Gilimanuk. Mereka Ni Luh Putu Clarista, 6, warga lingkungan Asri, Supeni Indah, 37, warga Linglungan Asih, dan I Putu Abisekha, 6, warga lingkungan Jineng Agung.


“Ketiga pasien yang didiagnosa DBD menjalani rawat inap antara satu sampai dua hari. Ketiganya masih diobsevasi, mudah-mudahan cepat bisa pulih,” ujar Kepala Puskesmas Gilimanuk I Kade Riadi Wiranuaba, Kamis (28/2) kemarin.


Munculnya kasus DBD itu dikatakan Riadi memang tidak diduga sebelumnya. Sebab selama ini Puskesmas sudah rutin melakukan upaya pencegahan dengan melakukan PSN (pemberantasan sarang nyamuk) setiap hari Jumat. Selain itu, Dinas Kesehatan Pemkab Jembrana juga sudah melakukan fogging di seluruh Gilimanuk. “Upaya pencegahan sudah kami lakukan maksimal. Namun masih saja muncul kasus DBD,” ungkapnya.


Meski demikian, untuk mencegah DBD ini meluas, Jumat (1/3) hari ini pihaknya kembali akan melakukan PSN bersama Kelurahan Gilimanuk. Selain itu, Dinas Kesehatan juga akan melakukan fogging yang difokuskan di tiga lingkungan asal warga yang terjangkit DBD itu. “Dengan cara ini kami harapkan tidak ada lagi warga yang terjangkit. Kami juga berharap masyarakat turus melakukan PSN, dan upaya pencegahan lainya,” ujarnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jembrana Putu Suasta dikonfirmasi kemarin menyampaikan, saat musim seperti sekarang ini memang sangat rawan munculnya kasus DBD. Apalagi seluruh wilayah Jembrana termasuk daerah edemi DBD. Sehingga kasus tersebut bisa muncul sewaktu-waktu di seluruh wilayah Jembrana. “Untuk di Gilimanuk, guna menekan penyebaran wabah DBD itu, kami akan lakukan fooging. Namun fogging ini hanya bisa membunuh nyamuk dewasa saja,” ungkapnya.


Pihaknya lanjut Suasta, berharap semua masyarakat ikut melakukan pencegahan, yakni dengan PSN untuk membunuh jentik-jentik nyamuk, dan menghilangkan tempat-tempat yang menjadi sarang nyamuk aedes aegypti itu. “Minimal seminggu sekali harus dilakukan PSN, dan disetiap keluarga harus ada satu orang yang menjadi juru pembasmi jentik. Kita harapkan jika ada masyarakat yang mengalami demam dan panas tinggi, segera ke dokter atau Puskesmas. Sehingga jika terjangkit DBD bisa cepat ditangani, karena jika lambat akibatnya bisa fatal,” pungkasnya

Editor : hakim dwi saputra
#kesehatan #demam berdarah #jembrana