Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tokoh Ormas Dewa Saraf Sukses Antarkan Dua Anak Jadi Dokter

Nyoman Suarna • Selasa, 5 November 2019 | 04:33 WIB
Tokoh Ormas Dewa Saraf Sukses Antarkan Dua Anak Jadi Dokter
Tokoh Ormas Dewa Saraf Sukses Antarkan Dua Anak Jadi Dokter


GIANYAR, BALI EXPRESS – Bak cerita sinetron, pentolan salah satu organisasi masyarakat (ormas) di Bali, Dewa Putu Ngurah yang punya nama beken Dewa Saraf, boleh dibilang tokoh sukses. Pasalnya, sebelum meninggal, almarhum sukses mengantarkan anaknya menjadi dokter dan bidan.  “Dua anaknya sudah menjadi dokter yang bertugas di Surabaya dan satu menjadi bidan,” kata salah seorang rekan sepermainan Dewa Saraf sejak kecil, ketika ditemui di  Denpasar.


Dewa Putu Ngurah sehari-harinya memang tinggal di Jalan Patih Nambi, Denpasar. Namun sesekali pulang ke Gianyar untuk melihat rumah tuanya. Kalau tidak ada acara, rumahnya di Pas Dalem sering sepi, terkecuali ada kegiatan upacara kegamaan atau hari raya.


Dewa Putu Ngurah meninggal dunia pada usia 55 tahun. Almarhum merupakan anak nomor empat dari tujuh bersaudara. Almarhum meninggalkan dua orang istri dan lima orang anak.


Menurut rekan almarhum yang enggan ditulis namanya, Dewa Putu Ngurah semasih kecil memiliki hobi olahraga sepak bola dan silat. Tidak tanggung-tanggung, semasih aktif di silat, ia sering berhadapan dengan lawan yang lebih besar dari dirinya. Sejak kecil almarhum sangat loyal dengan teman-temannya. Pun menjelang meninggal. Terbukti, ketika menghembuskan napas terakhir, banyak teman-teman almarhum yang datang.


“Waktu saya ajak di Denpasar memang almarhum senang olahraga sepak bola dan silat. Yang paling menonjol suka berteman dan sangat loyal. Sampai saat ini pun masih dikenal loyal,” imbuhnya.


Seperti diberitakan sebelumnya, Dewa Putu Ngurah meninggal dunia Minggu siang (3/11) karena sakit komplikasi. Jenazah pria asal Banjar Pas Dalem, Kelurahan/Kecamatan Gianyar tersebut, masih dititipkan di rumah duka RS Wangaya Kota Denpasar. Rencananya akan dipulangkan 7 November 2019, sedangkan untuk prosesi pengabenan dilakukan pada 9 November 2019 mendatang.


Dewa Putu Ngurah meninggal dunia karena komplikasi diabet. Lantaran terlalu lama sakit, sehingga terjadi komplikasi yang berujung pada kematian. “Sudah beberapa kali keluar masuk rumah sakit. Terakhir, Sabtu (2/11) diajak ke RS Wangaya, dan besoknya pas Minggu (3/11) siang meninggal,” jelas pria yang mengaku saudara almarhum saat ditemui di rumahnya, Senin (4/11).


“Rencananya, Kamis (7/11) akan dipulangkan dan langsung prosesi nyiramin di kamar. Sedangkan Sabtu (9/11) baru nyiramin di halaman rumah dan siangnya langsung ngaben di Setra Beng, Gianyar,” bebernya.

Editor : Nyoman Suarna
#diabetes #denpasar