TABANAN, BALI EXPRESS - Setelah melalui proses yang cukup panjang, akhirnya patung Patih Kebo Iwa setinggi 21,45 meter berhasil dipasang di Desa Pekraman Bedha, Desa Bongan, Kecamatan Tabanan, Sabtu (26/12).
Pembuat patung Patih Kebo Iwa, I Ketut Sudiarta menuturkan, pemasangan patung Patih Kebo Iwa tersebut sejatinya dilakukan tanggal 19 Desember 2020 lalu, namun terkendala alat berat yang tidak kuat untuk mengangkat patung seberat total 20 ton tersebut.
"Kemarin kendalanya berat patung tidak memadai untuk diangkat alat berat yang kapasitasnya 50 ton. Dimana sesuai survei di lapangan, patung bisa diangkat dengan satu mobil crane, tapi dengan melakukan pengurugan," tegasnya saat dikonfirmasi Minggu (27/12).
Namun, setelah pengurugan dilakukan, ternyata pengangkatan patung menggunakan satu mobil crane tidak mampu dilakukan. Upaya lain pun coba dilakukan dengan menggunakan 2 crane, yakni 1 di sebelah kanan dan 1 disebelah kiri.
"Kita kemudian berkomunikasi dengan penyedia crane untuk mendatangkan kembali operatornya, tapi ternyata tetap tidak bisa dilakukan karena posisinya masih sempit dan harus diperluas," imbuhnya.
Akhirnya pihaknya pun mencoba mengikuti seluruh petunjuk dari operator crane. Dimana pihak operator juga kemudian melakukan perjanjian bahwa operator bisa menjamin jika patung bisa diangkat. Namun, ternyata pengangkatan patung yang dilakukan keesokan harinya dibatalkan karena pihak operator tidak berani mengambil risiko lantaran patung beratnya mencapai 20 ton.
"Akhirnya terpaksa kita coba dengan operator lain, kemudian dilakukan pengurugan lagi, pemadatan lagi, sampai akhirnya secara bertahap didatangkan alat berat. Percobaan pertama belum bisa, akhirnya ditambahkan lagi plat baja yang besar dan didatangkan kembali 2 alat berat, tapi bukan mobil crane, tapi tower crane," papar Sudiarta.
Lebih lanjut ia menjelaskan, meskipun 2 tower crane sudah standby, saat itu belum ada kepastian kapan patung akan diangkat. Sampai akhirnya patung rencananya dipasang tanggal 25 Desember 2020, namun ternyata tidak bisa. "Akhirnya patung baru bisa dinaikkan hari Sabtu (26/12) sekitar pukul 14.00 Wita menggunakan 1 tower crane," tegasnya.
Persiapan pemasangan patung pun dimulai sejak Sabtu pagi dan pengangkatan butuh waktu sejam. Pihaknya pun bersyukur akhirnya patung Kebo Iwa bisa dipasang. Setelah patung berada pada posisinya, dilanjutkan dengan proses pengecoran yang ditarget rampung Minggu (27/12). "Pemasangan kemarin berjalan lancar tanpa ada kendala secara umum, dan kami sangat bersyukur," imbuhnya.
Sudiarta menyebutkan, pemasangan patung memiliki makna tersendiri, dimana konsepnya sesuai petunjuk dari Ratu Begawan yang sejak awal turut mengawal pembuatan patung tersebut. Mulai dari patung yang menghadap ke selatan konsepnya adalah menghadap ke Uluwatu karena disana Patih Kebo Iwa banyak mendapatkan penganugrahan dalam menghadapi invasi Kerajaan Majapahit.
Kemudian tangan patung yang menunjuk ke barat adalah menunjuk Kerajaan Majapahit saat memberikan petunjuk pada prajuritnya kearah mana invasi itu datang. "Kemudian ujung keris menghadap ke Gunung Agung dan punggungnya menghadap ke Gunung Batukaru, jadi semua ada konsepnya," terangnya.
Selanjutnya untuk bangunan di bawah patung, ia banyak mendapatkan masukan agar bangunan itu diisi dengan cerita keberadaan Patih Kebo Iwa selama berada di Bedha.
Ia juga memiliki rencana untuk membangun diorama 800 prajurit Patih Kebo Iwa, dan ide tersebut menurutnya mendapatkan lampu hijau dari pihak panitia pembuatan patung. "Rencana kita nanti buat satu tim, bahkan kalau bisa melibatkan semua pimpinan daerah di Bali agar bisa meminta bantuan ke pusat untuk pembangunan diorama ini," bebernya.
Di samping itu, pihaknya juga berencana menjadikan sejarah Patih Kebo Iwa dalam bentuk film. Hal itu sekaligus bertujuan sebagai pengembangan seni budaya dan pendidikan generasi muda. "Harapannya kita menyiapkan generasi muda yang tangguh seperti halnya karakter Patih Kebo Iwa," tandasnya.
Editor : I Komang Gede Doktrinaya