Tania dinobatkan sebagai pemenang kontes ini, setelah melewati dua tahap pada malam grand final, yakni lolos di 10 besar dan 5 besar. Di 5 besar, para finalis harus menjawab pertanyaan yang telah disiapkan dewan juri. Proses penilaian kepada para finalis telah dilakukan sejak masa karantina, yakni karantina online dan tatap muka.
Martinus Johhnie Sugiarto, ketua Yayasan EL JOHN Indonesia mengatakan, penyelenggaraan Putri Pariwisata Indonesia 2022 yang mengangkat tema “Rethinking Tourism” ini, menjadi istimewa karena menyemarakkan generasi muda dari berbagai provinsi di Indonesia untuk membangkitkan kembali semangat pariwisata di Indonesia.
“Pada tahun 2022 ini, Era baru, kami bangkit untuk memulihkan pariwisata Indonesia lebih kuat. Dari seluruh provinsi di Indonesia bersatu untuk memajukan inovasi dan transformasi digital dan juga sebagai bentuk rangkaian dalam Perayaan Hari Pariwisata Sedunia 2022 dengan mengangkat tema ‘Rethinking Tourism,” kata tokoh pariwisata nasional ini.
Ia menambahkan, seluruh finalis Putri Pariwisata Indonesia 2022 dapat mengambil peran dalam kebangkitan pariwisata Indonesia, mewujudkan pemulihan ekonomi dan kesehatan dunia yang inklusif.
“Selain itu, para finalis didorong untuk siap mensinergikan program-program pariwisata di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ataupun dengan lembaga lain yang berhubungan dengan kepariwisataan, sehingga masyarakat tergerak untuk lebih mencintai dan membangkitkan kembali sektor pariwisata,” ujarnya.
Sementra itu, Tania Saputra, Putri Pariwisata Indonesia 2022 terpilih menjelaskan, ia akan berkomitmen mempromosikan pariwisata Indonesia, khususnya lima destinasi super perioritas sebagaimana yang telah menjadi program pemerintah.
“Terkait penerapan CHSE, saya rasa ini standarisasi protokol keseahatan yang sudah paling tepat untuk diterapkan di industri pariwisata, baik di destinasi maupun di tempat usaha dan jasa pariwisata,” terang Tania yang juga berprofesi sebagai dokter ini.