Informasi yang berhasil dihimpun di lapangan menyebutkam bahwa peristiwa itu bermula ketika sekitar pukul 07.00 WITA saksi Ni Wayan Darmi sedang membuat sesajen di dapurnya, kemudian listrik padam dan saksi Ni Wayan Darmi keluar dari dapurnya bertujuan untuk mengecek meteran listrik
Setelah itu saksi Ni Wayan Darmi mendengar ada suara ledakan seperti suara petasan, selanjutnya saksi melihat telah ada api di bangunan dapur semi permanen milik Ni Wayan Ladri, yang tepat berada disebelah barat dapur miliknya. Atas hal tersebut saksi Ni Wayan Darmi berlari sambil berteriak meminta tolong, selang beberapa saat kemudian masyarakat sekitar mulai berdatangan selanjutnya membantu melakukan upaya pemadaman api dengan menggunakan peralatan seadanya. Selanjutnya salah seorang warga menghubungi Pemadam Kebakaran Gianyar serta melapor Polsek Ubud.
Kapolsek Ubud, Kompol IGN Yudistira yang dikonfirmasi terpisah membenarkan hal tersebut. Dirinya mengatakan sekitar pukul 07.10 WITA, satu unit armada pemadam kebakaran Gianyar tiba di TKP dan langsung melakukan upaya pemadaman api. Hingga kemudian sekitar pukul 07.25 WITA api berhasil dipadamkan dan tidak sampai merembet ke bangunan lainya. "Selanjutnya kita lakukan olah TKP dan meminta keterangan dari saksi serta korban," ujarnya.
Dimana menurut keterangan pemilik bangunan, N Wayan Ladri bahwa dirinya sebelumnya menanak nasi di dapur tersebut sekira pukul 06.00 WITA, kemudian saksi pergi ke dapur satunya untuk membuat sesajen dan ia baru tahu dapurnya terbakar setelah mendengar teriakan saksi Ni Wayan Darmi. "Diduga kebakaran disebabkan oleh percikan api yang mengenai alat-alat sesajen yang terbuat dari daun kelapa kering sehingga menimbulkan adanya api dan terjadi kebakaran," tegasnya.
Akibat kebakaran tersebut satu buah bangunan dapur semi permanen berukuran 3x2 meter yang didalamnya berisi alat-alat dapur, kardus bekas dan alat-alat sesajen hangus. "Tidak ada korban jiwa, hanya menyebabkan kerugian material mencapai Rp 5 Juta," tandasnya. (ras) Editor : I Dewa Gede Rastana