Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ribuan Warga Iringi Pelebon Anak dari Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai

I Dewa Gede Rastana • Sabtu, 11 Februari 2023 | 03:33 WIB
PELEBON : Pelebon I Gusti Ngurah Alit Yudha, anak ketiga pahlawan nasional I Gusti Ngurah Rai, Jumat (10/2). (AGUNg BAYU/BALI EXPRESS)
PELEBON : Pelebon I Gusti Ngurah Alit Yudha, anak ketiga pahlawan nasional I Gusti Ngurah Rai, Jumat (10/2). (AGUNg BAYU/BALI EXPRESS)
MANGUPURA, BALI EXPRESS - Puncak palebon almarhum I Gusti Ngurah Alit Yudha yang merupakan putra ketiga Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai dilaksanakan Jumat (10/2). Rangkaian upacara ini pun mulai dipersiapkan sejak dini hari.  Dimulai dari nunas tirta penembak dan diakhiri dengan prosesi ngayut di pantai Matahari Terbit.

 

Dalam prosesi ini, ribuan masyarakat itu memberikan bantuan. Bahkan dalam pelebon ini warga dari luar Desa Carangsari ikut membantu. Menariknya ads prosesi penghormatan terakhir dari Pemuda Panca Marga yang didirikan oleh Almarhum. Prosesi ini berupa Apel Persada sebelum layon atau jenazah dinaikan keatas bade.

 

Prawartaka Karya Ida Bagus Nama Rupa menagatakan, dalam prosesi pelebon ini menggunakan bade tumpang 9 dan naga kaang. Sebab hal ini sesuai dengan tradisi leluhur I Gusti Ngurah Alit Yudha yaitu trah Arya Sentong di Puri Carangsari. “Bade tumpang sia ini akan menghantarkan jenazah Beliau sampai ke setra. Kemudian saat pembakaran akan menggunakan naga kaang,” ujar Gusde Nama Rupa.

 

Menurutnya, sebelum layon dinaikkan keatas bade akan dilaksanakan, penghormatan terakhir oleh Pemuda Panca Marga. Kemudian layon disambut atau dijemput oleh Tari Baris Tekok Jago untuk menaikan ke Bade. Selanjutnya bade akan bergerak menuju setra setelah lewat pukul 12.00.

 

“Pengusung Bade akan dilaksanakan estafet sebanyak empat kali. Karena Badenya sangat berat, nanti sampai di setra juga akan dituntun oleh Baris Tekok Jago sebelum menuju pembakaran,” ungkapnya. Pihaknya juga menjelaskan, setelah prosesi pembakaran layon selesai, akan dilanjutkan dengan nganyut di pantai Matahari Terbit.

 

Sementara anak ketiga almarhum I Gusti Ayu Agung Inda Trimafo Yudha menerangkan, upacara pelebon ini juga dilaksanakan Apel Persada dari Organisasi Pemuda Panca Marga. Organisasi ini disebutkan sebagai perkumpulan anak-anak pahlawan nasional.

 

Selain itu, saat pelaksanaan ngaskara juga dilakukan prosesi leladan atau yang lebih di kenal meprani. Prosesi ini diikuti oleh sekitar 200 krama istri dari empat banjar di Desa Carangsari. Dalam prosesi ini para ibu-ibu menghaturkan gebogan ke Puri Carangsari. “Setelah itu dilunggsur lagi gebogan itu lalu dibawa ke rumah masing-masing,” jelas Inda Trimafo, seraya menyebutkan Persiapan upacara ini dilaksanakan selama hampir dua bulan, yaitu dimulai dari 12 Desember 2022 - 10 Februari 2023.

 

Untuk ketinggian bade, ia menjelaskan antara 19-20 meter. Dalam upacara juga akan diiringi sekaa bale ganjur yang merupakan gabungan dari selurh banjar di Carangsari. Selain itu juga melibatkan seluruh warga di Desa Carangsari, dan lainnya di seluruh Kecamatan Petang. “Semua desa (di Kecamatan Petang) kita libatkan termasuk juga dinluar kabupaten. Yaitu penyandang dari Bangli, itu adalah Desa Catur, Kintamani, yang memiliki kaitan dengan Puri Carangsari. Penyandannya saja total ada 1.800 orang,” imbuhnya.

 

Seperti diketahui, Sebelum berpulang almarhum I Gusti Ngurah Alit Yudha sempat menjabat sebagai Anggota DPR RI, Anggota DPRD Bali, Pemuda Panca Marga, dan aktif di beberapa organisasi lainnya. Bahkan Inda Trimafo menyebutkan ayahnya sempat menjadi jurnalis namun tidak berlangsung lama. Almarhum memiliki empat anak dari istri I Gusti Ayu Wardhani Pindha. Anak pertama Almarhum I Gusti Ngurah Agung Danil Yunanda Yudha, kedua, I Gusti Ayu Elis Indira, kemudian I Gusti Ayu Agung Inda Trimafo Yudha, dan  I Gusti Ngurah Agung Donal Jogani Yudha. Editor : I Dewa Gede Rastana
#I Gusti Ngurah Rai #anak pahlawan nasional #puri carang sari #pelebon