Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Air Diduga Limbah Mengalir Dari Tebing Labuan Sait, Begini Kata Bendesa Adat Pecatu

Putu Resa Kertawedangga • Kamis, 6 Februari 2025 | 17:51 WIB

Tangkapan layar air yang diduga limbah dari salah satu Villa di Pecatu mengalir ke bawah tebing Pantai Labuan Sait pada Selasa (4/2).
Tangkapan layar air yang diduga limbah dari salah satu Villa di Pecatu mengalir ke bawah tebing Pantai Labuan Sait pada Selasa (4/2).

BALIEXPRESS.ID - Sebuah video menunjukkan adanya aliran air yang diduga sebagai limbah mengalir dari atas tebing Pantai Labuan Sait, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan.

 Aliran limbah yang cukup deras ini pun sampai merusak tebing di kawasan pariwisata tersebut. 

Baca Juga: Lagi, Selebgram Bulan Sutena Terseret Video Berdurasi 8 Menit, Begini Klarifikasinya

Bendesa Adat Pecatu, I Made Sumerta mengatakan, memang telah terjadi adanya pembuangan limbah.

Bahkan  pihak terkait saat ini sedang melakukan kajian lebih lanjut. 

“Kejadiannya baru kemarin (Selasa), batu di tebing Pantai Labuan Sait jebol itu masih dikaji, juga dari Dinas Lingkungan Hidup dan kebersihan (DLHK) hari ini (Rabu) turun ke lokasi,” ujar Sumerta saat dikonfirmasi pada Rabu (5/2).

Pihaknya menyebutkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi kejadian pada 4 Februari 2025.

Baca Juga: Viral! Bule Menari di Tengah Upacara Hindu, Warganet Justru Salfok dengan Pecalang Bule; Sebut Pecalang Naturalisasi

Namun secara pasti ia belum memastikan dampak dari limbah tersebut.

“Saya belum tahu persis seperti apa, kalau memang bener itu akibat dari limbah terus menerus, kemarin sudah ditangani limbahnya dan kemarin diakui sudah langsung ditutup untuk pembuangan limbah di sana,” jelasnya.

Sumerta pun menyerahkan sepenuhnya proses kajian kepada Pemkab Badung untuk memastikan penyebab utama kejadian ini.

Lokasi jebolnya batu diketahui berada di sekitar Pantai Labuan Sait, dekat dengan Suarga Villa.

Beruntung, insiden ini tidak sampai mengenai wisatawan yang tengah berkunjung. Ia berharap, jangan sampai kejadian seperti itu terulang karena sangat berbahaya. 

“Saya sudah sampaikan sejak awal agar pemerintah daerah melakukan kajian karena ada pesisir yang cukup tipis dan sering digunakan wisatawan untuk berlalu lalang. Dikhawatirkan jika tebing longsor saat wisatawan melintas, bisa membahayakan mereka,” tambahnya.

Baca Juga: Polsek Denbar Pantau Pangkalan di Padangsambian, Sebut Stok LPG 3 Kg Masih Mencukupi

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Badung, I Ketut Murdika mengungkapkan, pihaknya hanya melakukan pengecekan awal ke lokasi kejadian. Ia menambahkan, masalah limbah merupakan wewenang DLHK Badung, dan pihaknya telah melaporkan serta menindaklanjuti hal tersebut ke dinas terkait.

“Staf kami sudah ke lokasi dan dari pihak desa sudah duluan ke lokasi koordinsinya agar cepat diperbaiki kerusakannya itu. Kami hanya pengecekan awal saja tetapi kami sudah lapor langsung ke Kabid DLHK. Saya hanya melaporkan saja, dari DLHK mengaku akan mengecek ke lokasi langsung,” jelasnya. 

Dikonfirmasi terpisah, Kabid Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup, DLHK Badung, I Nyoman Sumantra mengungkapkan, dirinya tidak diberikan akses untuk melihat langsung lokasi.

“Tadi saya sudah ke lapangan, tetapi ndak dikasi melihat posisi TKP. Saya ndak bisa masuk ke posisi untuk mengambil foto itu karena villa di sana ada tamunya,” terangnya.

Baca Juga: Harga Eceran Tertinggi Gas LPG 3 Kg di Bali Rp 18.000, Cek Syarat dan Kelompok yang Berhak Membeli

Selanjutnya Sumantra menyebutkan kemungkinan akan ada pengecekan lanjutan pada minggu depan. Pengecekan ini rencananya akan dilakukan bersama DPRD Kabupaten Badung, khususnya Komisi I dan Komisi II.

“Kemungkinan minggu depan bersama DPRD Komisi I dan Komisi II,” sebutnya. (esa)

 

Editor : Wiwin Meliana
#Kuta Selatan Bali #tebing #limbah #Pantai Labuan Sait