BALIEXPRESS.ID-Banjir bandang dahsyat yang melanda sejumlah wilayah di Bali pada Rabu (8/9/2025) lalu meninggalkan duka mendalam.
Bencana ini disebut-sebut sebagai yang terparah dalam beberapa tahun terakhir, dengan dampak kerusakan besar di berbagai wilayah, termasuk Jalan Sumatera, Jalan Sulawesi, dan Kampung Jawa.
Baca Juga: Jokowi Buka Suara soal Ijazah Gibran Digugat: Yang Mencarikan Saya, Jadi Ngerti Lah
Di tengah suasana duka tersebut, publik kembali menyoroti ramalan spiritualis Hard Gumay yang disampaikan dalam podcast bersama Denny Sumargo pada 16 Agustus 2025 lalu.
Dalam tayangan itu, Hard Gumay mengungkapkan adanya firasat kuat soal bencana besar yang berkaitan dengan unsur air.
"Di atas turun ke bawah deras, hantaman, rumah dihantam, tinggi sampai ke bukit, air deras... sampai ada rumah yang tenggelam, ada yang kebawa arus, manusia dan lain-lain," ungkap Hard Gumay kala itu.
Baca Juga: Nekat Terobos Trotoar, Truk Galon Di Bali Jadi Sorotan Warganet
Lebih lanjut, ia juga menunjukkan beberapa wilayah yang menurutnya akan terdampak bencana, di antaranya Sumatera, Jawa, Sulawesi, Kalimantan, hingga Nusa Tenggara.
Menariknya, lokasi-lokasi yang disebutkan secara simbolik tersebut kini dianggap publik cukup relevan, mengingat banjir bandang terparah terjadi di Jalan Sumatera, Jalan Sulawesi, dan Kampung Jawa yang berada di Bali.
Unggahan tersebut viral di berbagai platform media sosial dan memicu perbincangan hangat di kalangan warganet.
Banyak yang menyebut ramalan Hard Gumay "tepat sasaran", meski sebagian lainnya tetap menyikapinya secara skeptis.
Baca Juga: Pemuda 25 Tahun Hilang Saat Pindahkan Jukung Di Pantai Kelan
Melalui akun media sosial pribadinya, Hard Gumay turut menyampaikan rasa belasungkawa mendalam atas musibah yang terjadi di Pulau Dewata.
“Saya sempat lama berdomisili di Bali beberapa tahun lalu. Saya merasakan kesedihan yang mendalam. Saya memiliki keluarga di Bali, dan saya mendoakan agar seluruh warga diberikan ketabahan dan keluasan hati. Semoga Tuhan melindungi Baliku tercinta,” tulisnya.
Hingga kini, proses evakuasi dan penanganan korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan di lapangan.
Pemerintah daerah pun telah menetapkan status tanggap darurat dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan.
Editor : Wiwin Meliana