BALIEXPRESS.ID – Kekhawatiran warga kembali memuncak setelah Sungai Taman Pancing Timur di kawasan Denpasar Selatan nyaris meluap pada Senin pagi (15/9/2025).
Baca Juga: NEKAT! Curi 5 HP Temannya, Pria Asal Tangerang Ditangkap Polisi di Denpasar
Meskipun hujan deras hanya berlangsung beberapa jam, volume air sungai meningkat drastis dan nyaris meluber ke permukiman.
Dalam video yang diunggah akun Instagram @ferykunyuk96, terlihat aliran sungai mengalir deras dengan permukaan air yang naik signifikan.
Baca Juga: Jenazah Suwandi Ditemukan di Bawah Tumpukan Sampah, 4 Korban Masih Dinyatakan Hilang
Tak hanya deras, sungai juga dipenuhi tumpukan sampah rumah tangga dan material kayu, yang berpotensi menyumbat aliran dan memperparah risiko banjir.
Peristiwa ini terjadi hanya beberapa hari setelah banjir bandang menerjang berbagai wilayah di Bali pada Rabu (10/9/2025) lalu, yang menyebabkan 18 orang meninggal dunia dan empat lainnya masih dinyatakan hilang.
Baca Juga: Selamat Jalan Suwandi, Jenazah Korban Banjir ke-18 Ditemukan di Sungai Banjar Pohgading, Denpasar
Salah satu penyebab utama meluapnya sungai kala itu adalah tersumbatnya aliran air akibat sampah dan endapan material banjir.
Kondisi serupa kini terlihat di Sungai Taman Pancing. Tumpukan sampah plastik, kasur bekas, hingga ranting pohon terlihat menyangkut di sejumlah titik, termasuk di bawah jembatan kecil yang menghubungkan lingkungan pemukiman.
Warga meminta pemerintah kota Denpasar untuk segera melakukan pembersihan dan normalisasi aliran sungai, serta memasang peringatan dini di titik-titik rawan luapan.
Baca Juga: Karate Buleleng Kembali Perkasa, Cetak Tiga Kali Juara Umum Beruntun
BPBD Kota Denpasar sendiri sebelumnya telah mengeluarkan imbauan kepada warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem yang diprakirakan terjadi sepanjang pekan ini, termasuk potensi hujan lebat disertai angin dan petir.
Editor : Wiwin Meliana