Acara yang berlangsung di auditorium Institut Mpu Kuturan ini dihadiri oleh 30 pasangan suami istri umat Hindu dari berbagai desa di Kecamatan Buleleng.
Hadir pula sejumlah undangan penting, antara lain Camat Buleleng, perwakilan Majelis Desa Adat (MDA) Kecamatan Buleleng, WHDI Kecamatan Buleleng, Widya Sabha, serta PHDI Kabupaten Buleleng.
Pembinaan juga menghadirkan dua narasumber, yakni Drs. Made Pasek dari Kemenag Buleleng dan Dosen Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Nyoman Suardika, S.Ag, M.Fil.H yang sekaligus sebagai Ketua PHDI Kecamatan Buleleng.
Acara ini secara resmi dibuka oleh Made Pasek, Koordinator Penyuluh Agama Hindu Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Buleleng, yang hadir mewakili Kepala Kemenag.
Di sisi lain, Ketua Panitia, I Ketut Putu Susanta, mengungkapkan bahwa kegiatan ini dirancang agar para pasangan suami istri mendapatkan pembekalan menyeluruh, baik dari sisi spiritual maupun sosial.
Sementara itu, dalam sambutannya, Pasek menyampaikan apresiasi atas inisiatif PHDI Kecamatan Buleleng dalam memperkuat pemahaman dharma umat melalui pembinaan berbasis keluarga. Kemenag Buleleng turut memberikan hibah dana sebesar Rp 9 juta untuk mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
Pasek menambahkan, menekankan pentingnya pengamalan Panca Cradha sebagai dasar keyakinan umat Hindu. Menurutnya, pemahaman mendalam terhadap lima dasar keyakinan ini akan membentuk keluarga yang kokoh dalam iman dan dharma.
Ketua PHDI Kecamatan Buleleng, Nyoman Suardika, menjelaskan bahwa kegiatan pembinaan ini lahir dari keprihatinan terhadap kondisi umat, khususnya dalam kehidupan rumah tangga. Banyak kasus perceraian terjadi karena suami belum mampu berperan sebagai imam keluarga dalam menjalankan ajaran dharma.
“Kami ingin menguatkan kembali peran suami agar bisa menjadi teladan dan pemimpin spiritual di rumah tangga. Keluarga yang harmonis akan melahirkan umat yang kuat dan beriman,” tegas Suardika.
Sementara itu, Nyoman Suardika mengajak peserta untuk memandang kehidupan sebagai panggung sandiwara.
“Setiap orang mendapat peran masing-masing. Jalankan peran itu dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab, karena di situlah letak kebahagiaan sejati,” ujarnya.
Kegiatan pembinaan Dharmika ini diharapkan mampu memperkuat fondasi spiritual keluarga Hindu di Buleleng.
Dengan keterlibatan aktif para suami sebagai imam dan panutan, PHDI Kecamatan Buleleng berharap akan tumbuh keluarga-keluarga yang harmonis, religius, dan tulus mencintai ajaran Hindu. (dik)
Editor : I Putu Mardika