Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Bale Pesandekan di Pura Dalem Gede Banua Kintamani Roboh, Kerugian Ratusan Juta

I Made Mertawan • Sabtu, 24 Januari 2026 | 07:01 WIB
Bale Pesandekan di Pura Dalem Gede, Desa Adat Banua, Kecamatan Kintamani, Bangli, roboh diterjang angin kencang, Kamis (23/1/2026).
Bale Pesandekan di Pura Dalem Gede, Desa Adat Banua, Kecamatan Kintamani, Bangli, roboh diterjang angin kencang, Kamis (23/1/2026).

BALIEXPRESS.ID-  Bangunan Bale Pesandekan di Pura Dalem Gede, Desa Adat Banua, Kecamatan Kintamani, Bangli, roboh diterjang angin kencang, Kamis (23/1/2026).

Kerugian akibat bencana sekitar pukul 16.00 Wita itu ditaksir mencapai Rp350 juta.

Perbekel Banua, I Ketut Tileh, mengatakan angin kencang sudah terjadi sejak siang hari.

Saat kejadian, cuaca di wilayah setempat dalam kondisi mendung tanpa disertai hujan. “Kejadian kira-kira jam 4 (pukul 16.00,” ujarnya.

Menurutnya, sebelum kejadian bangunan Balai Pesandekan berusia lebih dari lima tahun  itu masih dalam kondisi kokoh. Tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan.

Kuatnya hembusan angin membuat bangunan tersebut tidak mampu bertahan.  "Kerugian sekitar Rp350 juta," ungkapnya.

Selain Bale Pesandekan, tembok penyengker Pura Dalem Gede yang berada di dekat balai juga ikut roboh.

Pasca-kejadian, krama Desa Adat Banua berencana menggelar gotong royong untuk membersihkan puing-puing bangunan dan menentukan langkah penanganan selanjutnya pada Jumat (24/1/2026).

Pada pagi harinya, bangunan bale kulkul di Pura Puser Tasik, Desa Adat Bangbang, Kecamatan Tembuku, juga rusak setelah tertimpa dahan pohon beringin.

Selain itu, sejumlah pohon tumbang melintang ke jalan raya, di antaranya terjadi di jalur Kota Bangli-Kintamani, wilayah Desa Sekardadi. Kemudian, pohon tumbang di jalur utama Kintamani-Singaraja, wilayah Desa Sukawana.  

Di Kecamatan Susut, pohon tumbang menganggu akses lalu lintas terjadi di jalur Bangli-Kayuambua, wilayah Desa Tiga, dan jalur Kayuambua-Tampaksiring, wilayah Desa Penglumbaran.

Pihak BPBD Bangli memastikan tidak ada korban jiwa dari sejumlah kejadian akibat cuaca ekstrem tersebut. (*)

Editor : I Made Mertawan
#Bale Pesandekan #angin kencang #Kintamani #cuaca ekstrem