Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Amor ing Acintya! Lansia Asal Payangan Ditemukan Tak Bernyawa di Kintamani, Polisi Ungkap Dugaan Penyebab Kematian

I Made Mertawan • Jumat, 13 Februari 2026 | 07:13 WIB
Proses evakuasi lansia ditemukan meninggal dunian di hutan konservasi Gunung Batur Bukit Payang, Kintamani, Kamis (12/2/2026).
Proses evakuasi lansia ditemukan meninggal dunian di hutan konservasi Gunung Batur Bukit Payang, Kintamani, Kamis (12/2/2026).

BALIEXPRESS.ID- Seorang wanita lanjut usia (lansia) bernama Ni Wayan Belentek, 87, ditemukan meninggal dunia di kawasan hutan konservasi Gunung Batur Bukit Payang, Desa Batur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Kamis (12/2/2026) sekitar pukul 17.30 Wita.

Korban diketahui merupakan warga Banjar Susut, Desa Buahan, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar.

Setelah menerima laporan penemuan tersebut, aparat kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) hingga pukul 21.00 Wita.

Saat ditemukan, korban berada dalam posisi tengadah dan hanya mengenakan kain kamben tanpa mengenakan baju.

Di sekitar lokasi penemuan, polisi tidak ditemukan benda-benda yang mencurigakan.

Kasi Humas Polres Bangli, Iptu I Ketut Gede Ratwijaya, mengatakan sebelum korban ditemukan meninggal dunia, pihak keluarga telah melakukan pencarian di wilayah tersebut.

Pencarian difokuskan di kawasan hutan konservasi Gunung Batur, Bukit Payang karena korban sempat dilaporkan terlihat berada di sekitar lokasi itu.

Pihak keluarga kemudian melakukan pencarian bersama warga Desa Batur.

Hasil pemeriksaan tim medis dari Puskesmas Kintamani I yang dilakukan oleh dr. Einan menyebutkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Korban diperkirakan telah meninggal dunia selama 24 hingga 48 jam. Tim medis juga menemukan lebam pada tungkai kaki kiri korban.

"Korban diduga meninggal dunia akibat mengalami hipotermia atau hipoglikemia," jelas Ratwijaya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan proses autopsi. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#Kintamani #lansia #gianyar #bangli #gunung batur