Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kasus LSD Sapi di Jembrana Bertambah, Kecamatan Negara Tertinggi

I Gde Riantory Warmadewa • Sabtu, 14 Februari 2026 | 08:24 WIB
Vaksinasi masal pada sapi di Jembrana untuk mencegah penularan virus LSD.
Vaksinasi masal pada sapi di Jembrana untuk mencegah penularan virus LSD.

BALIEXPRESS.ID - Penyakit Kulit Infeksius atau Lumpy Skin Disease (LSD) terus dipantau di Kabupaten Jembrana.

Berdasarkan data terbaru hingga Kamis (12/2/2026), puluhan ekor sapi dilaporkan mengalami gejala klinis (suspect) hingga dinyatakan positif terjangkit virus tersebut.

Dari lima kecamatan yang ada, Kecamatan Negara menjadi wilayah dengan temuan kasus tertinggi.

Data per 12 Februari 2026 mencatat untuk di Kecamatan Negara 13 ekor suspect, 5 ekor positif. Kecamatan Melaya 7 ekor suspect, 2 ekor positif.

Kecamatan Jembrana 5 ekor suspect, 1 ekor positif. Kecamatan Mendoyo 2 ekor positif dan di Kecamatan Pekutatan 1 ekor suspect.

Kabid Keswan-Kesmavet Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Jembrana, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta, menjelaskan bahwa sebelumnya kasus tidak ditemukan di Pekutatan.

“Bulan lalu hanya ditemukan di 4 kecamatan kecuali Kecamatan Pekutatan. Namun, data terbaru kami ditemukan satu ekor sapi suspect LSD di Pekutatan,” ungkap Sugiarta, Jumat (13/2/2026).

Ia menegaskan, status suspect diberikan pada ternak yang menunjukkan gejala klinis khas LSD, sementara status positif ditetapkan berdasarkan hasil diagnosa yang diperkuat dengan pengujian laboratorium.

Sementara itu untuk membendung penyebaran virus yang menyerang kulit sapi dan kerbau ini, pemerintah daerah terus menggenjot vaksinasi massal. “Total vaksinasi LSD mencapai 1.136 ekor,” ujar Sugiarta.

Rinciannya, sebanyak 1.124 ekor sapi dan 12 ekor kerbau telah mendapatkan suntikan vaksin. Upaya ini diharapkan mampu membentuk kekebalan kelompok (herd immunity) pada populasi ternak.

Dengan terbentuknya herd immunity, angka kematian ternak serta potensi kerugian ekonomi peternak diharapkan bisa ditekan secara signifikan.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat, khususnya para peternak, untuk segera melapor jika menemukan ternak dengan gejala khas seperti benjolan pada kulit.

“Masyarakat, khususnya peternak, diimbau untuk segera melaporkan kepada petugas medikvet terdekat jika menemukan ternak dengan gejala benjolan pada kulit agar segera mendapatkan penanganan,” tandasnya.

Pengawasan ketat dan respons cepat menjadi kunci dalam mencegah penyebaran LSD semakin meluas di Kabupaten Jembrana. (*)

 

 

Editor : I Made Mertawan
#LSD #penyakit kulit #jembrana