BALIEXPRESS.ID – Aktivitas pelayanan di RSUD Klungkung kian padat seiring tingginya jumlah kunjungan pasien setiap hari.
Sebagai rumah sakit rujukan utama di wilayah Bali Timur, fasilitas kesehatan tipe B ini melayani ratusan pasien rawat jalan maupun rawat inap.
Tingginya jumlah kunjungan itu berdampak langsung terhadap kepadatan arus kendaraan di sekitarnya.
Direktur RSUD Klungkung dr. I Nengah Winata, mengakui keterbatasan lahan parkir menjadi persoalan lama yang hingga kini belum sepenuhnya teratasi.
Banyak kendaraan pengunjung terpaksa parkir di luar area rumah sakit sehingga kerap memicu kemacetan, terutama pada jam-jam sibuk.
Menurutnya, manajemen telah melakukan berbagai langkah, termasuk menyewa lahan tambahan untuk parkir.
Namun upaya tersebut belum mampu menampung lonjakan kendaraan, terlebih saat hari raya dan musim libur.
“Kunjungan rawat jalan rata-rata mencapai 500 pasien per hari dan bisa meningkat hingga 800 saat hari raya. Jika ditambah keluarga pasien rawat inap serta aktivitas pegawai, total kunjungan bisa menyentuh sekitar 2.000 orang per hari,” jelasnya.
Dengan jumlah pegawai sekitar 800 orang, kebutuhan lahan parkir menjadi tantangan tersendiri.
Pihak rumah sakit sempat berencana membeli lahan di bagian belakang gedung utama.
Rencana itu terkendala harga tanah yang dinilai terlalu tinggi. “Harga appraisal sekitar Rp90 juta per are, tetapi pemilik menawarkan Rp500 juta per are. Sementara akses jalannya hanya melalui area rumah sakit,” katanya.
“Karena itu kami mempertimbangkan alternatif pembangunan basement parkir dan berharap bisa mendapat persetujuan,” tambah Winata.
Dari sisi pendapatan, penerapan sistem gate parkir membawa peningkatan signifikan.
Saat ini tarif parkir diberlakukan bagi pengunjung sebesar Rp1.000 untuk sepeda motor dan Rp2.000 untuk mobil, sementara pegawai tidak dikenakan biaya.
“Sejak menggunakan gate parkir, pendapatan retribusi naik dari sekitar Rp25 juta menjadi Rp47 juta per bulan,” ungkapnya. (*)
Editor : I Made Mertawan