BALIEXPRESS.ID - Trotoar di ruas Jalan Raya Padang Luwih, Desa Dalung, Kuta Utara mengalami kerusakan yang cukup parah.
Jebolnya Trotoar yang posisinya menggantung ini diperkirakan sekitar tiga sampai empat hari yang lalu.
Dinas PUPR Kabupaten Badung kini sedang melakukan assesment untuk segera dilakukan perbaikan.
Berdasarkan hasil pemantauan pada Jumat (20/2), kondisi trotoar yang berada di timur jalan ini sangat membahayakan.
Trotoar tersebut menggantung dengan badan jalan lantaran posisinya cukup tinggi dari lahan kosong di belakangnnya.
Terlihat di lokasi telah dipasangi rambu dan pembatas untuk mengantisipasi adanya masyarakat pejalan kaki atau pengendara yang menjadi korban.
Kabid Bina Marga Dinas PUPR Badung, I Putu Teddy Widnyana Putra mengatakan, pihaknya telah menerima laporan terkait adanya kerusakan trotoar di Desa Dalung.
Bahkan tim di lapangan telah melakukan pengecekan terkait kerusakan yang ada di Jalan Raya Padang Luwih tersebut.
Diperkirakan trotoar tersebut jebol akibat struktur di bawahnya yang telah rusak.
“Saluran-saluran yang melintang di bawah itu yang menggerus daripada struktur, daripada tanah. Yang namanya terlalu lama, lama semen, beton pasangan batu zaman dulu kan bisa jadi tergerus-tergerus. Ya begitu lah tanahnya jadi amblas,” ujar Teddy, saat dikonfirmasi.
Pihaknya menyebutkan, jebolnya trotoar tersebut diperkirakan terjadi sejak tiga atau empat hari lalu.
Namun dirinya memastikan perbaikan akan segera dilakukan agar dapat mengembalikan ke kondisi semula.
“Tapi segera (diperbaiki), sudah ngambil langkah-langkah yang pertama, rambu kita sudah apa namanya, sudah pasang, minggu depan sudah kita kerjakan,” ungkapnya.
Terkait waktu pengerjaan, Teddy menerangkan, saat ini sedang dilakukan lelang penyedia bahan konstruksi.
Masyarakat pun diharapkan dapat bersabar menunggu proses perbaikan yang dilakukan.
Ia pun kembali menyatakan, kerusakan ini terjadi umur dari konstruksi yang tidak dapat diprediksi.
“Ya namanya juga sesuatu pasti ada umurnya. Umurnya, umur rencana, maupun umur konstruksi. Tidak serta merta kita membangun sesuatu itu sampai 50, 60, 70 tahun. Ya mungkin ada sudah dibangun 20 tahun yang lalu, ya kondisi dengan sekarang kan apapun itu. Ya pasti ada penyusutan kekuatan, penyusutan konstruksi,” jelasnya.
Disinggung terkait biaya perbaikan trotoar, ia menyampaikan, saat ini masih dalam perhitungan.
Namun untuk pengerjaan yang akan dilakukan, dirinya mengaku, akan ada perbaikan dinding yang lubang dan perbaikan trotoar yang menggantung.
“Untuk RAB-nya secara detailnya belum, karena masih dihitung, berapa besar upah dan bahan,” paparnya. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga