BALIEXPRESS.ID – Simulasi penanganan kebakaran digelar di Kantor BRI Branch Office Kuta, Jumat (20/2), sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan karyawan dalam menghadapi situasi darurat.
Simulasi penanganan kebakaran ini sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mengutamakan keselamatan kerja.
Simulasi ini dilakukan untuk meningkatkan kesiapan seluruh pekerja dalam menghadapi potensi kondisi darurat, khususnya kebakaran.
Kegiatan dirancang secara menyeluruh agar karyawan memahami langkah-langkah penting dalam penanganan insiden kebakaran di lingkungan kerja.
Pimpinan Cabang BRI Branch Office Kuta, Azdy Fransedo, menegaskan bahwa kesiapsiagaan menjadi aspek krusial dalam menjaga keselamatan pekerja maupun nasabah.
“Harapan kami dengan mengikuti simulasi ini, paling tidak seluruh pekerja BRI Branch Office Kuta punya kemampuan dalam melakukan penanganan pertama saat terjadi kebakaran. Ini merupakan bagian dari tanggung jawab kami dalam memastikan keselamatan seluruh karyawan dan nasabah,” ujarnya.
Baca Juga: Setahun Kembang–Ipat Pimpin Jembrana, 20 Program Unggulan Diklaim Mulai Terasa Manfaatnya
Dalam pelatihan tersebut, peserta diberikan materi mengenai prosedur evakuasi, termasuk pengenalan jalur evakuasi dan titik keluar darurat yang aman.
Selain itu, karyawan juga dibekali pemahaman mengenai protokol keselamatan yang harus diterapkan saat terjadi situasi darurat.
“Mereka juga dibekali pengetahuan tentang berbagai protocol keselamatan yang harus diikuti dalam situasi darurat,” ungkapnya.
Simulasi juga mencakup sesi praktik penggunaan peralatan keselamatan, termasuk alat pemadam api ringan (APAR).
Para peserta dilatih secara langsung untuk memastikan mereka mampu menggunakan peralatan tersebut secara tepat dan cepat saat terjadi kebakaran.
Selain aspek teknis, kegiatan ini juga memberikan edukasi terkait penyebab kebakaran serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan di lingkungan kerja.
Karyawan diberikan pemahaman mengenai faktor risiko yang perlu diwaspadai serta tindakan preventif untuk meminimalkan potensi terjadinya kebakaran.
“Simulasi ini merupakan bentuk investasi kami dalam keselamatan dan kesejahteraan karyawan kami percaya bahwa lingkungan kerja yang aman adalah pondasi utama dalam produktifitas dan kepuasan kerja karyawan,” tambah Azdy Fransedo.(***)
Editor : Rika Riyanti