BALIEXPRESS.ID – Senderan di sisi timur SMP N 1 Bangli jebol pada Selasa (24/2/2026) akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak beberapa hari belakangan.
Peristiwa ini terjadi saat aktivitas belajar mengajar sedang berlangsung di sekolah.
Senderan yang jebol dengan panjang sekitar 20 meter dan kedalaman mencapai 15 meter.
Diduga, bagian bawah senderan terkikis aliran air hujan, mengingat di bawahnya terdapat aliran sungai musiman yang debitnya meningkat saat hujan deras di wilayah hulu.
“Orang bilang ini sungai musiman. Kalau hujan airnya deras, kalau tidak hujan, tidak ada airnya,” ujar Wakil Kepala Sekolah Bidang Prasarana SMPN 1 Bangli Sang Putu Sugiarta.
Sugiarta menjelaskan, senderan jebol terjadi dua kali, pertama sekitar pukul 08.50 Wita dan disusul di sisi selatan pada pukul 09.30 Wita. Saat kejadian, para siswa baru bersiap memasuki jam istirahat.
Setelah kejadian, pihak sekolah langsung berkoordinasi dengan Polsek Bangli dan memasang garis polisi di sekitar lokasi.
Langkah cepat itu dilakukan untuk mengantisipasi jebol susulan, mengingat kondisi tanah di sekitar lokasi sudah retak-retak. "Ini tanahnya retak-retak," terang Sugiarta.
Guru Agama Hindu tersebut menambahkan, area senderan yang jebol merupakan jalur yang kerap dilalui siswa menuju kantin.
Selain itu, berbagai kegiatan luar kelas seperti Pramuka juga sering dilaksanakan di lokasi tersebut sehingga kawasan itu biasanya ramai saat jam istirahat. "Ada sarana olahraga lompat jauh juga di area ini," sebutnya.
Pantauan Bali Express (Jawa Pos Group), peristiwa itu menjadi perhatian para siswa.
Mereka silih berganti ingin melihat dari dekat, meski sejumlah guru sudah melarangnya.
“Namanya juga anak-anak, tapi kami berusaha mengawasinya, walaupun sudah dipasangi police line,” tandas Sugiarta. (*)
Editor : I Made Mertawan