Minggu, 22 Jul 2018
baliexpress
icon featured
Bali

Rumah Aliang Ludes Terbakar, Ibu dan Anak Tewas Terpanggang

Kamis, 12 Oct 2017 08:12 | editor : I Putu Suyatra

Rumah Aliang Ludes Terbakar, Ibu dan Anak Tewas Terpanggang

TERBAKAR: Rumah Liang Sanjaya alias Aliang yang berlokasi di Jalan WR Supratman 29, PEnarukan, Buleleng, ludes terbakar, Rabu (11/10). (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Sebuah rumah tua milik Liang Sanjaya Putra alias Aliang yang berlokasi di Jalan WR Supratman no 29 Kelurahan Penarukan, Buleleng ludes terbakar pada Rabu (11/10) sekitar pukul 00.30 Wita dini hari. Dua orang yang tak lain ibu dan anak, tewas terpanggang lantaran terjebak api dan tak bisa menyelamatkan diri.

Berdasarkan informasi yang digali dari pihak kepolisian jika kebakaran diketahui pertama kali oleh Ketut Maliawan, 46 yang merupakan satpam di lokasi kejadian. Saat kejadian Maliawan tengah berjaga di posko yang berada di halaman rumah.

Namun saat asyik facebookan di pos satpam, sekitar pukul 00.30 Wita, tiba-tiba dirinya mendengar suara ledakan yang keluar dari dalam rumah. Tepatnya dari bagian ruang tamu. Begitu dilihat dalam ruang tamu api sudah terlihat membesar dari dalam ruangan, dengan kondisi pintu terkunci.

“Duuaaarrr... suaranya keras sekali. Langsung saya lihat ke dalam. Tiba-tiba apinya sudah membesar di dalam ruang tamu. Pokoknya nyembur, kordennya sudah terbakar. Sedangkan pembantunya sudah terika-teriak. Pintu saya dobrak, tapi tidak bisa. Karena belum memungkinkan masuk, saya minta tolong ke warga. Tetapi karena malam kondisinya sepi, gak ada yang mendengar. Saya balik lagi menolong Suila Agustin dan pembantunya Nengah Tunjung untuk dibawa keluar,” kata pria yang bermukim di Tegal Mawar, Singaraja ini.

Maliawan langsung menyelamatkan pembantu Nengah Tunjung, 42 dan Suila Agustin, 12. Sayangnya, karena terjebak api yang kian membesar Maliawan tidak bisa menyelamatkan Ketut Kimawati, 75 dan Anik Meliani, 46. Saat kejadian keduanya memang tengah tertidur pulas namun berusaha bangun untuk keluar menyelamatkan diri, tetapi gagal.

“Terus terang saja, saya panik sekali. Kalaupun saya memaksakan diri untuk menolong, pasti saya yang bisa jadi korban. Sempat Bu Anik (korban, Red) berteriak,” tutur pria yang sudah 14 tahun menjadi Satpam di rumah korban kepada Bali Express (Jawa Pos Group)

Ditambahkan Maliawan, sehari-hari rumah tua tersebut dihuni oleh empat orang yakni Ketut Kimawati bersama anaknya Anik Meliani serta buyutnya Suila Agustin dan pembantunya Nengah Tunjung. Maliawan pun  belum tahu pasti penyebab terbakarnya rumah dengan 8 buah kamar tersebut.

“Penyebabnya saya tak tahu. Kalaupun lilin atau dupa sih rasanya tidak mungkin. Karena Ibunya (Kimawati, Red) kalau sembahyang jarang menggunakan lilin. Itupun pemujaannya dilakukan di altar tepat di ruang tamu. Kecil kemungkinan akibat lilin atau dupa,” jelasnya.

Maliawan menyebut, api tak hanya meludeskan delapan kamar, namun juga menghanguskan satu unit mobil Kijang yang saat kejadian tengah terparkir di halaman rumah. “Mobil kijangnya memang sedang diperbaiki. Tapi karena jaraknya dekat dengan rumah saat kebakaran akhirnya ikut. Nah kalau mobil sedan yang ada di garase ini nyaris saja jadi korban, tapi beruntung mobil damkar segera datang. Aman jadinya,” beberanya.

Butuh waktu selama tiga jam untuk memadamkan api dengan melibatkan lima unit mobil damkar. "Kami kerahkan 5 unit mobil pemadam dari pukul 01.00 sampai pukul 04.00 api berhasil dipadamkan" kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Gede Sugiartha Widiada saat proses pemadaman.

Sementara itu sekitar pukul 13.30 Wita siang jajaran Polsek Kota Singaraja bersama Tim Labfor Polda Bali yang beranggotakan empat orang menyisir lokasi kebakaran. Mereka melakukan pemeriksaan secara seksama terhadap puing-puing instalasi listrik serta barang elektronik yang sudah hangus terbakar.

Tim labfor Polda Bali juga menggali keterangan dari saksi mata, Ketut Maliawan selaku petugas keamanan di lokasi kebakaran. Hampir selama tiga jam melakukan penyisiran, tepat pukul 15.30 wita empat personil Labfor Polda Bali menghentikan proses olah TKP.

Kapolsek Kota Singaraja, Kompol Anak Agung Wiratama Kusuma menjelaskan meskipun Tim labfor Polda Bali sudah meneliti, dan melakukan olah TKP, pihaknya belum dapat menyebutkan secara pasti penyebab dari  terjadinya kebakaran tersebut.

"Penanganan kasus kebakaran ini sudah diteliti langsung oleh Lab Forensik. Tadi ada tiga titik yang diperiksa. Ada tiga titik yang dicek tepatnya di ruang tamu. Nanti kita tunggu hasil dari tim labfor. Kapan hasilnya keluar, kita masih sama-sama menunggu" kata mantan Kapolsek Seririt ini.

Terkait dua korban yang meninggal sambung Kompol Wiranata langsung dilarikan ke RSUD Buleleng untuk dievakuasi ke ruang jenazah. "Sekitar pukul 02.50 dini hari baru ditemukan di dalam kamar. Langsung dievakuasi ke RSUD Buleleng. kondisinya mengalami luka bakar," tutupnya. 

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia