Minggu, 22 Jul 2018
baliexpress
icon featured
Bali

Oknum Ojek Online Pemerkosa Mahasiswi Diganjar 5,5 Tahun

Senin, 16 Apr 2018 20:34 | editor : I Putu Suyatra

Oknum Ojek Online Pemerkosa Mahasiswi Diganjar 5,5 Tahun

DIVONIS 5,5 TAHUN: Oknum pengemudi ojek online yang jadi terdakwa kasus pemerkosaan terhadap mahasiswi Turki, Edison Lumban Batu, saat berkonsultasi dengan pengacaranya pasca divonis 5,5 tahun di PN Denpasar, Senin (16/4). (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Oknum pengemudi ojol (ojek online), Edison Lumban Batu, 23,yang juga terdakwa kasus pemerkosaan diganjar dengan hukuman 5 tahun 6 bulan atau 5,5 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Senin (16/4).

Edison dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana perkosaan terhadap seorang mahasiswi asing asal Turki. Dan, perbuatannya itu dinilai memenuhi unsur pidana Pasal 285 KUHP juncto Pasal 53 ayat (1)KUHP sebagaimana dakwaan penuntut umum.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Edison Lumban Batu dengan pidana penjara selama lima tahun dan enam bulan dikurangi selama terdakwa menjalani hukuman sementara dengan perintah terdakwa tetap ditahan,” ujar Ida Ayu Adnya Dewi selaku Ketua Majelis Hakim yang memimpin persidangan tersebut.

Bila dibandingkan dengan tuntutan yang sebelumnya disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) I GN Wirayoga, putusan majelis hakim itu hanya 6 bulan lebih ringan. Karenanya, terdakwa melalui pengacaranya I Ketut Dodi Arta Kariawan dan Berta Hardiana menyampaikan pikir-pikir. Sikap yang sama juga disampaikan penuntut umum.

Perkara yang menjerat Edison ini berawal saat korban memesan jasa transportasi ojek online pada 13 November 2017 lalu. Saat itu, sore hari sekitar pukul 16.30, korban yang sedang mengikuti program pertukaran mahasiswa itu memesan layanan transportasi dari Mall Bali Galeria, Kuta menuju salah satu restoran di Sanur, Denpasar Selatan.

Sekitar 40 menit kemudian, terdakwa datang dengan sepeda motor Honda Vario putih DK 3992 OQ dan mengantar korban menuju lokasi sesuai pesanan. Begitu sampai di lokasi, korban membayar jasa sesuai tagihan.

Setelah urusannya di Sanur yakni tepatnya di Bali Buda Restoran selesai, korban kembali memesan layanan ojek online. Setelah sekian lama menunggu, tiba-tiba terdakwa datang kembali.

Korban sempat heran, karena yang menjemputnya ojek yang sama dengan sebelumnya. Tapi, korban saat itu tidak menaruh curiga sama sekali. Sehingga korban melanjutkan perjalan ke tempat tinggalnya di Jalan Buana Sari Nomor 88X, Jimbaran, Kuta Selatan.

Dalam perjalanan inilah, korban dibuat kaget. Karena di tengah jalan, terdakwa berbelok dari rute yang tidak biasa dilaluinya. Korban sempat menegur. Tapi, terdakwa terus meyakinkan bahwa jalan yang sedang ditempuhnya merupakan jalan pintas.

Tiba-tiba, di tengah jalan, tepatnya di tempat penuh semak dekat Hotel Movenpick, Jimbaran, terdakwa menghentikan sepeda motornya. Korban dipaksa turun dan terdakwa berusaha menyetubuhinya.

Korban yang marah langsung bereaksi dan memberikan perlawanan. Tapi, terdakwa berusaha mengendalikannya dengan cara mencekik leher korban. Saat cengkeraman pada lehernya lepas, korban kembali dipukul terdakwa dengan batu sebanyak beberapa kali pada bagian dahi. Serta menjambak rambut korban.

Lantaran, gagal melakukan aksi bejatnya itu, terdakwa akhirnya kabur. Sementara korban ditinggalkan seorang diri dengan bersimbah darah dan tanpa mengenakan celana. Korban yang masih dalam keadaan sadar langsung meminta tolong.

Singkat cerita, beberapa saksi memberikan pertolongan kepada korban dengan memberikan sarung untuk menutup bagian tubuhnya. Korban kemudian diantar ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. 

(bx/hai/bay/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia