Selasa, 17 Jul 2018
baliexpress
icon featured
Enjoy Bali

Berayun Cantik Berlatar Indahnya Air Terjun Leke-Leke

Selasa, 17 Apr 2018 10:56 | editor : I Putu Suyatra

Berayun Cantik Berlatar Indahnya Air Terjun  Leke-Leke

ALAMI : Beragam aktivitas ditawarkan Leke-Lele Adventure, agar wisatawan benar-benar bisa merasakan suasana pedesaan yang alami. (KUSUMA YONI/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, TABANAN - Hulu Tukad Yeh Penet  di Desa Mekarsari, Baturiti, Tabanan, tawarkan  wisata alam dan beragam aktivtias wisata jelajah alam. Selain itu, ada aktivitas menawan, yakni berayun sekaligus selfie berlatar Air Terjun Leke-Leke setinggi 30 meter.

Pemilik Leke-Leke Adventure, Nyoman Sukania, mengatakan, selfie cantik di kawasan Air Terjun Leke-Leke  kini sudah bisa dilakukan,  karena di dekat air terjun sudah terdapat sebuah ayunan yang terbuat dari bambu setinggi sekitar 50 meter.


Ayunan ini sengaja disiapkan, supaya wisatawan yang datang ke kawasan ini, memiliki banyak pilihan aktivitas wisata alam yang menyenangkan. “Untuk ayunan ini, kami sengaja bangun dengan air terjun sebagai latar belakangnya, sehingga bisa menjadi alternatif spot selfie yang cantik,” jelasnya kepada Bali Express (Jawa Pos Group), pekan kemarin.

Dikatakannya, selain bisa menjadi spot selfie yang cantik, ide untuk membuat ayunan dengan latar belakang air terjun ini,  tidak terlepas dari eksistensi ayunan sebagai salah satu aktivitas wisata di Bali saat ini, yang sedang diminati oleh pasar wisatawan asing maupun domestik. Sementara spot berayun yang ada di Bali saat ini, lanjutnya, masih didominasi oleh ayunan di atas jurang ataupun ayunan di pinggir pantai. “Karena itulah, kami punya ide untuk membuat ayunan dengan latar belakang air terjun, sehingga spot berayun di Bali tidak membosankan,” tambahnya.


Meskipun memiliki ketinggian sampai 50 meter, namun untuk berayun di Bali Swing Leke-Leke Adventure ini, wisatawan tidak perlu khawatir. Pasalnya, ayunan ini cukup aman untuk dinaiki oleh siapa saja. Sebelum berayun, wisatawan akan dibantu naik ke ayunan dengan batuan tangga kayu. Setelah itu, petugas akan memindahkan tangga kayu dan wisatawan bisa berayun dengan nyaman di ayunan tersebut.


Selain untuk aktivitas wisata, Sukania mengatakan, Bali Swing Leke-Leke Adventure, juga bisa menjadi salah satu lokasi foto prewedding. Untuk aktivitas foto prewedding ini, tentunya diperlukan persiapan yang cukup panjang. Karena pihak Leke-Leke Adventure tidak menyediakan fasilitas tata rias dan yang lainnya.


Sehingga, masyarakat ataupun wisatawan yang ingin melakukan aktivitas foto prewedding di Bali swing Leke-leke Adventure, harus mempersiapkan sendiri. “Untuk aktivitas prewedding ini sudah pernah dilakukan beberapa kali, kami tidak menyediakan salon dan lain sebagainya, sehingga masyarakat yang datang membawa sendiri semua perlangkapannya," terangnya.


Selain ayunan, aktivitas wisata alam yang ditawarkan di Leke-Leke Adventure ini, cukup lengkap. Wisatawan yang datang tidak saja diajak untuk menyaksikan keindahan alam dengan cara duduk manis sambil menikmati makanan, namun juga akan diajak untuk menikmati langsung keindahan alam dengan beragam aktivitas wisata.


Adapun bentuk aktivitas wisata yang ditawarkan, yakni River Tubing, Swing Leke-Leke, Cycling and Trekking untuk menyusuri alam pedesaan yang masih hijau dan asri. Selain itu, juga ada aktivtias wisata yang saat ini sedang menjadi tren di industri pariwisata Bali, yakni berkemah alias camping di alam terbuka. 


Sukania mengatakan, lokasi wisata ini lebih banyak dikunjungi wisatawan asing, khususnya Eropa yang sedang berlibur ke Bali. Sedangkan untuk wisatawan lokal, didominasi  asal Jakarta ataupun perusahaan-perusahaan yang menyelenggarakan aktivitas outbond. "Sensasi wisata yang kami sajikan bukan saja alam yang masih asri, namun juga pengalaman kuliner yang menyenangkan,” ungkapnya.


Menu makanan yang disajikan di antaranya kacang tanah rebus, talas rebus dan teh rempah. Sedangkan untuk menu utamanya, pihak Leke-Leke Adventure juga menyediakan menu makanan tradisional, mulai dari lawar paku, sambal bongkot (kecombrang), dan nasi sela (nasi ketela) dengan lauk khas seperti keong dan belut.


Seluruh menu makanan yang disajikan memang merupakan makanan yang disajikann di dapur masyarakat, sehingga wisatawan yang datang benar-benar bisa merasakan suasana pedesaan yang alami. 

(bx/gek/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia