Selasa, 17 Jul 2018
baliexpress
icon featured
Bali

Mau Menikah, Sejoli Kasus Narkotika Minta Keringanan

Kamis, 12 Jul 2018 08:28 | editor : I Putu Suyatra

Mau Menikah, Sejoli Kasus Narkotika Minta Keringanan Mau Menikah, Sejoli Kasus Narkotika Minta Keringanan

USAI SIDANG: Pasangan muda yang terjerat kasus narkotika, Handayani alias Ani dan Gede Agus Eka Putra, menuju ruang tahanan usai menjalani sidang tuntutan, Rabu (11/7). (CHAIRUL AMRI SIMABUR/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Sepasang kekasih yang masih berusia muda, Handayani alias Ani,18, dan I Gede Agus Eka Putra,25, menangis dan memelas di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Denpasar yang diketuai Hakim Ida Ayu Nyoman Adnya Dewi.

Sejoli yang duduk dikursi pesakitan karena perkara narkotika itu memohon agar majelis hakim memberikan putusan hukum seringan-ringannya setelah sebelumnya dituntut dengan hukuman berat. Yakni, hukuman penjara masing-masing selama 12 tahun.

Terdakwa Gede Agus Eka Putra yang mendapat giliran pertama menyampaikan pembelaan secara lisan mengaku menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. "Karena setelah ini kami berencana menikah Yang Mulia," kata terdakwa Gede Agus.

Hal yang sama disampaikan terdakwa Handayani. Dia menyampaikan pembelaan dengan terbata-bata. Bahkan, sampai sidang selesai dan kembali ke ruang tahanan, dia tidak henti-hentinya menangis.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Putu Agus Adnyana Putra menyampaikan agar majelis hakim yang menangani perkara Handayani dan Gede Agus menjatuhkan pidana penjara masing-masing selama 12 tahun dan denda Rp 1 miliar subsider 3 bulan kurungan.

"Menuntut agar Majelis Hakim Pengadilan Negeri Denpasar menyatakan terdakwa pertama Handayani alias Ani dan terdakwa dua I Gede Agus Eka Putra secara sah dan meyakinkan terbukti  bersalah melakukan tindak pidana narkotika yaitu telah melakukan percobaan atau permufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana secara tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotika golongan satu bukan tanaman," ujar penuntut umum.

JPU menilai perbuatan kedua terdakwa memenuhi unsur pidana dalam Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika sebagaimana dakwaan alternatif pertama.

Sementara terkait pembelaan lisan yang disampaikan kedua terdakwa, penuntut umum secara tegas menyampaikan bahwa pihaknya tetap pada tuntutan.

Sesuai surat dakwaan, baik terdakwa Handayani dan Gede Agus sama-sama didakwa dengan dua alternatif dakwaan. Dakwaan pertama, pelanggaran terhadap pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Dan kedua, pelanggaran terhadap Pasal 115 ayat (1) juncto Pasal 132 ayat (1) pada undang-undang yang sama.

Adapun barang bukti atas perbuatan mereka tersebut berupa dua paket plastik klip yang di dalamnya berisi kristal bening diduga sabu-sabu dengan berat total yakni 4,87 gram dan satu plastik klip yang di dalamnya berisi sepuluh butir tablet berwarna orange diduga ekstasi dengan berat total keseluruhannya yakni 3 gram.

Kedua terdakwa ditangkap petugas Satuan Reserse Narkoba Polres Badung pada 6 Februari 2018 malam, sekitar pukul 22.30. Keduanya ditangkap di Jalan Raya Kerobokan, Gang Kancil, Banjar Kancil, Kelurahan Kerobokan, Kuta Utara.

Mereka menuju tempat itu untuk mengantarkan sabu dan ekstasi kepada seseorang bernama Bram. Itupun sesuai perintah seseorang bernama Putu Permana Suharja yang kini belum tertangkap.

Namun belum sempat bertemu dengan Bram, keduanya sudah tertangkap lebih dulu oleh petugas Kepolisian. Saat itu, terdakwa sudah sampai di halaman tempat kos yang dituju.

Semula barang bukti yang diamankan dari keduanya berupa sebuah kotak rokok hitam yang di dalamnya berisi paket sabu-sabu seberat 0,61 gram dan paket ekstasi sebanyak sepuluh butir. Barang bukti itu semula ditaruh di dashboard sepeda motor Honda Scoopy DK 4166 AAG yang dikendarai kedua terdakwa.

Kedua terdakwa lantas diinterogasi. Dan hasilnya, petugas mendapatkan keterangan bahwa masih ada sisa sabu yang disimpan di kamar nomor 104 Penginapan Alamanda Guest House yang mereka sewa.

Petugas lantas mengajak kedua terdakwa menuju tempat yang mereka sebutkan tersebut. Di tempat itu, terdakwa Gede Agus menyerahkan sendiri satu paket plastik klip sabu-sabu yang disimpan dalam sebuah kotak hitam.

Selain itu, petugas juga menyita barang bukti lainnya berupa timbangan elektrik, alat pengisap atau bong, satu bendel plastik klip, satu gulung alumunium foil, sebatang sedotan, tiga selotip bening.

Barang bukti tambahan itu tadinya disembunyikan di dalam bed cover dekat kasur yang ada di dalam kamar. “Sedangkan tiga lembar buku yang berisi rekapan transaksi narkotika ditemukan di atas meja dalam kamar oleh petugas,” imbuh penuntut umum.

Dalam interogasi lanjutan, para terdakwa mengaku bahwa sabu dan ekstasi tersebut milik Putu Permana Suharja yang keberadaannya di dalam Lapas Kerobokan Denpasar. Atas penemuan barang bukti tersebut, para terdakwa beserta barang bukti dibawa ke Polres Badung untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. 

(bx/hai/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia