alexametrics
30.4 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Kena Dampak Penataan, Sejumlah Pura di Besakih Dibuatkan Penyejer

KARANGASEM, BALI EXPRESS – Proyek penataan kawasan suci Pura Agung Besakih di Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, segera berlangsung. Tokoh adat Desa Adat Besakih sudah melakukan beberapa persiapan. Seperti menggelar upacara terkait penataan lahan maupun pura dan tugu yang terdampak.

Informasi di lapangan, sejumlah pura dan tugu di Besakih terkena dampak penataan. Meski demikian, keberadaan pura tersebut tidak berubah. Hanya dilakukan penataan bersamaan dengan proses pembangunan berlangsung. Untuk itu, upacara ngingsirang palinggih digelar beberapa waktu lalu.

Bendesa Adat Besakih Jro Mangku Widiartha menegaskan, upacara digelar di sejumlah pura yang terdampak penataan. Di antaranya Pura Titi Gonggang (margi sanga, margi tiga, batu macepak), Pura Melanting, tugu perempatan, tulak tanggul, dan candi bentar margi agung. 

Widiartha menegaskan, lokasi pura dan tugu tersebut tidak akan bergeser dari posisinya saat ini. Hanya ditempatkan sementara di tempat lain sembari menunggu proses penataan selesai. Kemudian, pura tersebut akan ditempatkan pada posisi semula dan mendapat penataan, menyesuaikan dengan sekitarnya.

“Berkaitan dengan penataan kawasan suci Pura Agung Besakih, upacara ngingsirang pelinggih belum lama ini. Pura dan yang lainnya bukan dipindah, hanya dibuatkan penyejer sementara sebelum proyek berjalan di lokasi itu. Setelah selesai, maka sarana akan dituntun kembali ke tugu yang sudah selesai,” jelas Widiartha, Senin (2/8).

Dia menjelaskan, dua kuburan desa setempat di kawasan Bencingah Agung juga terkena penataan. Seperti Setra Pemunana, Setra Pengajudan. Posisinya masih tetap. Hanya diperbaiki agar lebih bagus dan rapi. “Tugu-tugu yang lain di Bencingah Agung juga dibuatkan satu penyejer, sebelum ada tugu permanen,” imbuhnya.

 


KARANGASEM, BALI EXPRESS – Proyek penataan kawasan suci Pura Agung Besakih di Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, segera berlangsung. Tokoh adat Desa Adat Besakih sudah melakukan beberapa persiapan. Seperti menggelar upacara terkait penataan lahan maupun pura dan tugu yang terdampak.

Informasi di lapangan, sejumlah pura dan tugu di Besakih terkena dampak penataan. Meski demikian, keberadaan pura tersebut tidak berubah. Hanya dilakukan penataan bersamaan dengan proses pembangunan berlangsung. Untuk itu, upacara ngingsirang palinggih digelar beberapa waktu lalu.

Bendesa Adat Besakih Jro Mangku Widiartha menegaskan, upacara digelar di sejumlah pura yang terdampak penataan. Di antaranya Pura Titi Gonggang (margi sanga, margi tiga, batu macepak), Pura Melanting, tugu perempatan, tulak tanggul, dan candi bentar margi agung. 

Widiartha menegaskan, lokasi pura dan tugu tersebut tidak akan bergeser dari posisinya saat ini. Hanya ditempatkan sementara di tempat lain sembari menunggu proses penataan selesai. Kemudian, pura tersebut akan ditempatkan pada posisi semula dan mendapat penataan, menyesuaikan dengan sekitarnya.

“Berkaitan dengan penataan kawasan suci Pura Agung Besakih, upacara ngingsirang pelinggih belum lama ini. Pura dan yang lainnya bukan dipindah, hanya dibuatkan penyejer sementara sebelum proyek berjalan di lokasi itu. Setelah selesai, maka sarana akan dituntun kembali ke tugu yang sudah selesai,” jelas Widiartha, Senin (2/8).

Dia menjelaskan, dua kuburan desa setempat di kawasan Bencingah Agung juga terkena penataan. Seperti Setra Pemunana, Setra Pengajudan. Posisinya masih tetap. Hanya diperbaiki agar lebih bagus dan rapi. “Tugu-tugu yang lain di Bencingah Agung juga dibuatkan satu penyejer, sebelum ada tugu permanen,” imbuhnya.

 


Most Read

Artikel Terbaru

/