alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, May 18, 2022

Pura Segara Rupek Diyakini Jadi Tempat Memohon Keturunan

GEROKGAK, BALI EXPRESS-Sebagai Kahyangan Jagat, Pura Segara Rupek  yang terletak di kawasan Hutan Taman Nasional Bali Barat (TNBB), Desa Sumberkelampok, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, menjadi magnet bagi penekun spiritual. Mereka pun datang dari seluruh pelosok Nusantara. 

Jro Mangku Wayan Kutang, 57, salah seorang pangempon Pura Segara Rupek, menyebut, tak sedikit pamedek yang nunas (memohon) keturunan di pura ini.

Ia mengatakan hal itu bukanlah tanpa alasan. Sebab, ini bermula dari kisah Homa Yadnya yang dilakukan Mpu Sidhi Mantra untuk mendapatkan keturunan. 

Dikisahkan, di Pulau Jawa ada seorang Rsi yang bernama Mpu Sidhi Mantra. Beliau tidak memiliki keturunan, kemudian suatu hari beliau melaksanakan upacara Homa Yadnya. 

Dalam prosesi upacara tersebut, tiba-tiba muncul manik berwarna merah dari api upacara tersebut, dan entah bagaimana cahaya merah itu berubah menjadi seorang anak kecil laki-laki yang kemudian diberi nama Ida Bang Manik Angkeran.

Cerita inilah yang kemudian  menjadi acuan bahwa di Pura Segara Rupek juga menjadi dalah satu tempat untuk memohon keturunan bagi oasangan yang belum dikaruniai anak.

Tak disangkalnya, memang tak sedikit pamedek yang sudah mendapatkan anugerah keturunan itu. “Makanya ketika permohonan terpenuhi, mereka nangkil lagi sebagai bentuk ucapan syukur,” ujarnya.

Ia menyebut, permohonan di Pura Segara Rupek sah-sah saja. Namun, agar tidak melupakan doa yang ikhlas di hadapan leluhur dengan pemujaan di sanggah atau merajan masing-masing. “Tetap memohon kepada leluhur. Karena dari restu beliaulah pasangan suami istri akan mendapat keturunan,” imbuhnya.

Pihaknya pun mengaku, kisah Mpu Sidhi Mantra dengan anaknya Manik Angkeran layak untuk dijadikan pelajaran hidup. Sebab, betapapun Mpu Sidhi Mantra tahu bahwa Manik Angkeran anaknya mempunyai sifat-sifat yang tidak terpuji sebagai penjudi, ayahnya selalu menaruh rasa sayang dan selalu berusaha mencari keberadaan anaknya.

Meskipun hartanya telah habis di arena judi, Mpu Sidhi Mantra sama sekali tidak pernah memarahi anaknya, dan ia hanya berusaha menuntun anaknya untuk selalu melakukan kebaikan. 

Ketika anaknya melakukan kejahatan yang amat besar pun, Mpu Sidhi Mantra tidak pula marah dan masih menunjukkan rasa kasih sayang terhadap anaknya.

Kejahatan besar apa yang dilakukan Manik Angkeran? Manik Angkeran yang doyan berjudi, ketika bertemu Hyang Naga Basuki di Goa Raja, memotong ekor Hyang Naga basuki karena berisi emas dan permata.

“Walaupun demikian prilaku Manik Angkeran, sebagai seorang ayah dengan anak semata wayangnya berusaha mohon pengampunan terhadap Naga Basuki atas kasih sayang dirinya terhadap anaknya,” pungkasnya.


GEROKGAK, BALI EXPRESS-Sebagai Kahyangan Jagat, Pura Segara Rupek  yang terletak di kawasan Hutan Taman Nasional Bali Barat (TNBB), Desa Sumberkelampok, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, menjadi magnet bagi penekun spiritual. Mereka pun datang dari seluruh pelosok Nusantara. 

Jro Mangku Wayan Kutang, 57, salah seorang pangempon Pura Segara Rupek, menyebut, tak sedikit pamedek yang nunas (memohon) keturunan di pura ini.

Ia mengatakan hal itu bukanlah tanpa alasan. Sebab, ini bermula dari kisah Homa Yadnya yang dilakukan Mpu Sidhi Mantra untuk mendapatkan keturunan. 

Dikisahkan, di Pulau Jawa ada seorang Rsi yang bernama Mpu Sidhi Mantra. Beliau tidak memiliki keturunan, kemudian suatu hari beliau melaksanakan upacara Homa Yadnya. 

Dalam prosesi upacara tersebut, tiba-tiba muncul manik berwarna merah dari api upacara tersebut, dan entah bagaimana cahaya merah itu berubah menjadi seorang anak kecil laki-laki yang kemudian diberi nama Ida Bang Manik Angkeran.

Cerita inilah yang kemudian  menjadi acuan bahwa di Pura Segara Rupek juga menjadi dalah satu tempat untuk memohon keturunan bagi oasangan yang belum dikaruniai anak.

Tak disangkalnya, memang tak sedikit pamedek yang sudah mendapatkan anugerah keturunan itu. “Makanya ketika permohonan terpenuhi, mereka nangkil lagi sebagai bentuk ucapan syukur,” ujarnya.

Ia menyebut, permohonan di Pura Segara Rupek sah-sah saja. Namun, agar tidak melupakan doa yang ikhlas di hadapan leluhur dengan pemujaan di sanggah atau merajan masing-masing. “Tetap memohon kepada leluhur. Karena dari restu beliaulah pasangan suami istri akan mendapat keturunan,” imbuhnya.

Pihaknya pun mengaku, kisah Mpu Sidhi Mantra dengan anaknya Manik Angkeran layak untuk dijadikan pelajaran hidup. Sebab, betapapun Mpu Sidhi Mantra tahu bahwa Manik Angkeran anaknya mempunyai sifat-sifat yang tidak terpuji sebagai penjudi, ayahnya selalu menaruh rasa sayang dan selalu berusaha mencari keberadaan anaknya.

Meskipun hartanya telah habis di arena judi, Mpu Sidhi Mantra sama sekali tidak pernah memarahi anaknya, dan ia hanya berusaha menuntun anaknya untuk selalu melakukan kebaikan. 

Ketika anaknya melakukan kejahatan yang amat besar pun, Mpu Sidhi Mantra tidak pula marah dan masih menunjukkan rasa kasih sayang terhadap anaknya.

Kejahatan besar apa yang dilakukan Manik Angkeran? Manik Angkeran yang doyan berjudi, ketika bertemu Hyang Naga Basuki di Goa Raja, memotong ekor Hyang Naga basuki karena berisi emas dan permata.

“Walaupun demikian prilaku Manik Angkeran, sebagai seorang ayah dengan anak semata wayangnya berusaha mohon pengampunan terhadap Naga Basuki atas kasih sayang dirinya terhadap anaknya,” pungkasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/