alexametrics
29.8 C
Denpasar
Sunday, May 29, 2022

Pujawali Pura Besikalung, Wabup Jembrana Ipat Haturkan Bhakti Pangayar

JEMBRANA, BALI EXPRESS – Pujawali Pura Luhur Besikalung dilaksanakan setiap enam bulan sekali atau tepatnya 210 hari sekali. Dan, Rahina Pagerwesi, Rabu (30/3) lalu, menjadi puncak pujawali Ida Bhatara di pura yang terletak di Desa Adat Utu, Desa Babahan, Penebel, Tabanan ini.

Seperti umumnya pada setiap pujawali pura-pura besar di Bali, dalam rangkaiannya terdapat bhakti pangayar yang dilaksanakan sesudah puncak pujawali dan sebelum Ida Bhatara masineb.

Seperti halnya pada hari ini, Sabtu (2/4) rahina Saniscara Pon Sinta, Pemerintah Kabupaten Jembrana melaksanakan Bhakti Pangayar di Pura Luhur Besikalung. Bhakti Pangayar yang dipimpin langsung Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna yang akrab dipanggil Ipat ini, turut didampingi Staf Ahli Bupati Jembrana Bidang Ekonomi Pembangunan Dan Keuangan I Wayan Sudana, Prebekel dan Bendesa Babahan, juga krama yang hadir dalam persembahyangan ini.

Ditemui usai persembayangan, Wabup Jembranan I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) menyampaikan bahwa Bhakti Pangayar yang dilaksanakan di Pura Luhur Besikalung ini merupakan agenda rutin yang dilakukan oleh Pemkab Jembrana. Di samping itu, Bhakti Pangayar ini juga sebagai momentum untuk meningkatkan srada bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, khususnya Ida Bhatara yang berstana di Pura Luhur Besikalung.

“Semoga dengan sembah bhakti ini, Ida Bhatara memberikan kita waranugraha, khususnya dalam menjalankan roda pemerintahan di Kabupaten Jembrana serta kerahayuan dan kesejahteraan untuk seluruh masyarakat di Jembrana,” ucapnya.

Lebih lanjut, Wabup asal kelurahan Tegalcangkring, Mendoyo ini menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pangempon pura dengan bergotong royong, bersama-sama dalam melaksanakan pujawali ini.

“Dengan kebersamaan dan rasa tulus iklas seluruh pangempon, astungkara pamargi pujawali Ida Bhatara di Pura Luhur Besikalung berlangsung dengan lancar dan labda karya,” tutur Wabup Ipat.

Sementara itu, Ketua Panitia Karya Pujawali, I Made Sukawan, menuturkan keberadaan Pura Luhur Besi Kalung menjadi satu dari sekian banyak pura yang memiliki keunikan tersendiri dibandingkan pura lain di Bali. Terutama, karena tidak hanya memiliki desain arsitektur unik, tapi juga menyuguhkan pemandangan alam yang memukau, karena pura ini terletak di daerah pegunungan di lereng gunung bagian selatan Gunung Batukaru.

“Matur suksma Wakil Bupati Jembrana dan seluruh jajaran Pemkab Jembrana karena telah melaksanakan swadharma yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali ini. Ida Bhatara di Pura Luhur Besikalung nyejer selama tiga hari, setelah rahina Pagerwesi lalu kaaturin piodalan dan Sabtu (2/4) tengah malam dilangsungkan prosesi Panyineban Ida Bhatara,” tutupnya.

 






Reporter: Gede Riantory Warmadewa

JEMBRANA, BALI EXPRESS – Pujawali Pura Luhur Besikalung dilaksanakan setiap enam bulan sekali atau tepatnya 210 hari sekali. Dan, Rahina Pagerwesi, Rabu (30/3) lalu, menjadi puncak pujawali Ida Bhatara di pura yang terletak di Desa Adat Utu, Desa Babahan, Penebel, Tabanan ini.

Seperti umumnya pada setiap pujawali pura-pura besar di Bali, dalam rangkaiannya terdapat bhakti pangayar yang dilaksanakan sesudah puncak pujawali dan sebelum Ida Bhatara masineb.

Seperti halnya pada hari ini, Sabtu (2/4) rahina Saniscara Pon Sinta, Pemerintah Kabupaten Jembrana melaksanakan Bhakti Pangayar di Pura Luhur Besikalung. Bhakti Pangayar yang dipimpin langsung Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna yang akrab dipanggil Ipat ini, turut didampingi Staf Ahli Bupati Jembrana Bidang Ekonomi Pembangunan Dan Keuangan I Wayan Sudana, Prebekel dan Bendesa Babahan, juga krama yang hadir dalam persembahyangan ini.

Ditemui usai persembayangan, Wabup Jembranan I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) menyampaikan bahwa Bhakti Pangayar yang dilaksanakan di Pura Luhur Besikalung ini merupakan agenda rutin yang dilakukan oleh Pemkab Jembrana. Di samping itu, Bhakti Pangayar ini juga sebagai momentum untuk meningkatkan srada bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, khususnya Ida Bhatara yang berstana di Pura Luhur Besikalung.

“Semoga dengan sembah bhakti ini, Ida Bhatara memberikan kita waranugraha, khususnya dalam menjalankan roda pemerintahan di Kabupaten Jembrana serta kerahayuan dan kesejahteraan untuk seluruh masyarakat di Jembrana,” ucapnya.

Lebih lanjut, Wabup asal kelurahan Tegalcangkring, Mendoyo ini menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pangempon pura dengan bergotong royong, bersama-sama dalam melaksanakan pujawali ini.

“Dengan kebersamaan dan rasa tulus iklas seluruh pangempon, astungkara pamargi pujawali Ida Bhatara di Pura Luhur Besikalung berlangsung dengan lancar dan labda karya,” tutur Wabup Ipat.

Sementara itu, Ketua Panitia Karya Pujawali, I Made Sukawan, menuturkan keberadaan Pura Luhur Besi Kalung menjadi satu dari sekian banyak pura yang memiliki keunikan tersendiri dibandingkan pura lain di Bali. Terutama, karena tidak hanya memiliki desain arsitektur unik, tapi juga menyuguhkan pemandangan alam yang memukau, karena pura ini terletak di daerah pegunungan di lereng gunung bagian selatan Gunung Batukaru.

“Matur suksma Wakil Bupati Jembrana dan seluruh jajaran Pemkab Jembrana karena telah melaksanakan swadharma yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali ini. Ida Bhatara di Pura Luhur Besikalung nyejer selama tiga hari, setelah rahina Pagerwesi lalu kaaturin piodalan dan Sabtu (2/4) tengah malam dilangsungkan prosesi Panyineban Ida Bhatara,” tutupnya.

 






Reporter: Gede Riantory Warmadewa

Most Read

Artikel Terbaru

/