alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, June 26, 2022

Tarian Sakral Nyong Nying Kisahkan Perang Dharma Melawan Adharma

BULELENG, BALI EXPRESS -Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Buleleng memiliki sejumlah tarian sakral.  Tarian pengiring berbagai kegiatan ritual di desa Bali Aga ini, hingga kini keberadaannya masih lestari.

Kelian Adat Sembiran Nengah Arijaya mengatakan tarian di Desa Sembiran sangat spesifik, meskipun gerakannya hampir sama seperti tari Bali pada umumnya. Keunikan tari-tarian di desa setempat, selain fungsinya yang masih sakral, juga bentuknya yang menyerupai drama tari dan tari perang.

Ia mencontohkan seperti tari sakral dipersembahkan dalam kegiatan upacara ritual, yaitu Tari Nyong Nying, Rejang Dewa, Rejang Bunga, Rejang Tua, Baris Panah, Baris Jojor, Baris Dadap, Baris Barak, dan Baris Presi.

Menurutnya, tarian sakral  ini melekat dengan kegiatan ritual. “Memang tidak bisa dipungkiri, hampir di setiap ritual di Desa Sembiran selalu menyertakan tari-tarian yang diiringi gambelan,” jelasnya.

Sebut saja Tari Nyong Nying. Tarian ini merupakan salah satu tarian sakral di Sembiran yang dipertunjukkan pada saat Galungan di Pura Bale Agung dan Hari Raya Kuningan di Pura Jagan. Tarian ini dipentaskan di jaba tengah pura oleh 4 orang.

Pementasannya secara bertahap. Yaitu 2 orang secara berpasangan dengan membawa tameng dan pedang serta yang satu orang membawa tombak. Kemudian disusul 2 orang lagi dimana penarinya berpasang-pasangan 2 orang laki laki membawa properti yang sama.

Pola gerak Tari Nyong Nying adalah gerak ketangkasan menggunakan senjata tombak, tameng dan pedang. “Tari ini menceritakan tentang peperangan dharma dan adharma (baik dan buruk) diiringi dengan gambelan gambang berjumlah 4, tetapi ada juga gangsa jongkok (dengan 7 bilah). Ada gangsa pameronya (bilahnya dari bambu),” ungkapnya.

Kostum yang dikenakan oleh para penari adalah busana adat Sembiran. Pada bagian kepala dilengkapi tepel yang berbentuk segitiga dan asesoris terbuat dari janur kering berbentuk bunga.

Tari Nyong Nying ini ditampilkan oleh pemuhit, saya, dan punakawan. “Gambelan yang digunakan untuk mengiringi Tari Nyong Nying adalah seperangkat gong kebyar dan gamban dengan durasi waktu 1-2 menit,” paparnya.

Tarian sakral berikutnya adalah Tari Baris Dadap. Tarian ini adalah tarian yang menceritakan sejarah Lasem yang ditarikan oleh 6 orang yang sudah menikah. Pertunjukannya mengandung unsur tembang, dialog, gerak, dan musik.

Gerakannya lebih lembut dari jenis-jenis Tari Baris lainnya dan penarinya sambil menyanyikan tembang berlaras slendro dengan diiringi gamelan angklung yang juga berlaras slendro dan ditarikan dalam upacara Dewa Yadnya.

Kekhasan Baris Dadap di Sembiran bisa dilihat dari gerakan kaki, tangan membawa properti miniatur perahu dan tombak dan gerakan kepala. Tariannya umumnya berdurasi 15 menit. “Nama Baris Dadap diambil dari kayu dadap. Kayu dadap ini kerap digunakan sebagai sarana ritual. Kayu dadap juga disebut kayu sakti,” sebutnya.

Busana Tari Baris Dadap Sembiran sejatinya hampir sama dengan busana Tari Baris di Bali bagian selatan. Baris Sembiran memakai baju kain katun putih, sedangkan di Bali bagian selatan berbaju bludru warna hitam atau merah. “Khusus Baris Dadap mengenakan selendang yang diikatkan di leher. Musik pengiringnya gamelan angklung 5 nada laras slendro yang tidak umum digunakan di Bali,” sebutnya.






Reporter: I Putu Mardika

BULELENG, BALI EXPRESS -Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Buleleng memiliki sejumlah tarian sakral.  Tarian pengiring berbagai kegiatan ritual di desa Bali Aga ini, hingga kini keberadaannya masih lestari.

Kelian Adat Sembiran Nengah Arijaya mengatakan tarian di Desa Sembiran sangat spesifik, meskipun gerakannya hampir sama seperti tari Bali pada umumnya. Keunikan tari-tarian di desa setempat, selain fungsinya yang masih sakral, juga bentuknya yang menyerupai drama tari dan tari perang.

Ia mencontohkan seperti tari sakral dipersembahkan dalam kegiatan upacara ritual, yaitu Tari Nyong Nying, Rejang Dewa, Rejang Bunga, Rejang Tua, Baris Panah, Baris Jojor, Baris Dadap, Baris Barak, dan Baris Presi.

Menurutnya, tarian sakral  ini melekat dengan kegiatan ritual. “Memang tidak bisa dipungkiri, hampir di setiap ritual di Desa Sembiran selalu menyertakan tari-tarian yang diiringi gambelan,” jelasnya.

Sebut saja Tari Nyong Nying. Tarian ini merupakan salah satu tarian sakral di Sembiran yang dipertunjukkan pada saat Galungan di Pura Bale Agung dan Hari Raya Kuningan di Pura Jagan. Tarian ini dipentaskan di jaba tengah pura oleh 4 orang.

Pementasannya secara bertahap. Yaitu 2 orang secara berpasangan dengan membawa tameng dan pedang serta yang satu orang membawa tombak. Kemudian disusul 2 orang lagi dimana penarinya berpasang-pasangan 2 orang laki laki membawa properti yang sama.

Pola gerak Tari Nyong Nying adalah gerak ketangkasan menggunakan senjata tombak, tameng dan pedang. “Tari ini menceritakan tentang peperangan dharma dan adharma (baik dan buruk) diiringi dengan gambelan gambang berjumlah 4, tetapi ada juga gangsa jongkok (dengan 7 bilah). Ada gangsa pameronya (bilahnya dari bambu),” ungkapnya.

Kostum yang dikenakan oleh para penari adalah busana adat Sembiran. Pada bagian kepala dilengkapi tepel yang berbentuk segitiga dan asesoris terbuat dari janur kering berbentuk bunga.

Tari Nyong Nying ini ditampilkan oleh pemuhit, saya, dan punakawan. “Gambelan yang digunakan untuk mengiringi Tari Nyong Nying adalah seperangkat gong kebyar dan gamban dengan durasi waktu 1-2 menit,” paparnya.

Tarian sakral berikutnya adalah Tari Baris Dadap. Tarian ini adalah tarian yang menceritakan sejarah Lasem yang ditarikan oleh 6 orang yang sudah menikah. Pertunjukannya mengandung unsur tembang, dialog, gerak, dan musik.

Gerakannya lebih lembut dari jenis-jenis Tari Baris lainnya dan penarinya sambil menyanyikan tembang berlaras slendro dengan diiringi gamelan angklung yang juga berlaras slendro dan ditarikan dalam upacara Dewa Yadnya.

Kekhasan Baris Dadap di Sembiran bisa dilihat dari gerakan kaki, tangan membawa properti miniatur perahu dan tombak dan gerakan kepala. Tariannya umumnya berdurasi 15 menit. “Nama Baris Dadap diambil dari kayu dadap. Kayu dadap ini kerap digunakan sebagai sarana ritual. Kayu dadap juga disebut kayu sakti,” sebutnya.

Busana Tari Baris Dadap Sembiran sejatinya hampir sama dengan busana Tari Baris di Bali bagian selatan. Baris Sembiran memakai baju kain katun putih, sedangkan di Bali bagian selatan berbaju bludru warna hitam atau merah. “Khusus Baris Dadap mengenakan selendang yang diikatkan di leher. Musik pengiringnya gamelan angklung 5 nada laras slendro yang tidak umum digunakan di Bali,” sebutnya.






Reporter: I Putu Mardika

Most Read

Artikel Terbaru

/