alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Ngupah Sesangi, Sekaa Joged Tunjung Mekar Selektif Terima Tawaran

BULELENG, BALI EXPRESS -Kelian Sekaa Joged Tunjung Mekar Desa Sinabun, Kecamatan Sawan, Buleleng Wayan Netra, sudah sangat berpengalaman dalam urusan seni joged.

Dari sekian kali pentas, sebagian besar orang yang menyewa Joged Tunjung Mekar karena masesangi atau membayar kaul. Seperti acara pawiwahan (pernikahan), upacara tiga bulanan bayi, hingga acara seremonial lainnya.

Netra menuturkan, paling sering orang yang ngupah joged adalah upacara manusia yadnya. Rata-rata karena masesangi dan  terpenuhi, maka mereka ngupah joged. Misalnya doa agar memiliki anak tercapai maupun sukses dalam karir politik hingga usaha. Tidak jarang juga, dirinya bersama sekaa pentas dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) sebagai duta Kabupaten Buleleng.

Baca Juga :  Forum Hindu Bersatu Tuntut Polisi Tuntaskan Penghina Dewa Hindu

Menurutnya, joged Buleleng memiliki karakteristik tarian yang membedakan dengan joged lainnya di Bali. Hal ini membuat Joged Sinabun memiliki nilai tawar, sehingga tetap mendapat prioritas untuk pentas.

Sebelum pentas, biasanya diberikan pembinaan secara berkala, dari sisi penarinya, penabuhnya agar tetap mematuhi pakem. Sehingga tidak terkesan pornoaksi dan pornografi dalam menghibur masyarakat.

“Biasanya kerja sama dengan Dinas Kebudayaan Buleleng untuk tampil di PKB. Kami diberikan pembinaan selama berbulan-bulan sebelum tampil sesuai dengan pakem joged yang benar dan tidak porno,” sebutnya.

Disinggung terkait trend istilah joged ngebor yang sempat marak, Netra selaku kelian sekaa mengaku pernah menerima tawaran seperti itu. Hanya saja, dirinya tidak mau, mengingat penampilan joged ngebor itu dinilai mengarah ke pornoaksi dan bisa berdampak hukum.

Baca Juga :  Pura Penataran Sasih; Tanah Bulan Stana Hyang Manik Galang

“Sering saya nasihati para pengupah, agar jangan mesan joged yang aneh-aneh (joged ngebor) karena sekarang sudah tidak zamannya lagi. Kami ingin tampil normal normal saja, sesuai dengan pakem,” ungkapnya.

 






Reporter: I Putu Mardika

BULELENG, BALI EXPRESS -Kelian Sekaa Joged Tunjung Mekar Desa Sinabun, Kecamatan Sawan, Buleleng Wayan Netra, sudah sangat berpengalaman dalam urusan seni joged.

Dari sekian kali pentas, sebagian besar orang yang menyewa Joged Tunjung Mekar karena masesangi atau membayar kaul. Seperti acara pawiwahan (pernikahan), upacara tiga bulanan bayi, hingga acara seremonial lainnya.

Netra menuturkan, paling sering orang yang ngupah joged adalah upacara manusia yadnya. Rata-rata karena masesangi dan  terpenuhi, maka mereka ngupah joged. Misalnya doa agar memiliki anak tercapai maupun sukses dalam karir politik hingga usaha. Tidak jarang juga, dirinya bersama sekaa pentas dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) sebagai duta Kabupaten Buleleng.

Baca Juga :  Ketua MDA Bali: Sebenarnya Waris di Bali Adalah Kewajiban

Menurutnya, joged Buleleng memiliki karakteristik tarian yang membedakan dengan joged lainnya di Bali. Hal ini membuat Joged Sinabun memiliki nilai tawar, sehingga tetap mendapat prioritas untuk pentas.

Sebelum pentas, biasanya diberikan pembinaan secara berkala, dari sisi penarinya, penabuhnya agar tetap mematuhi pakem. Sehingga tidak terkesan pornoaksi dan pornografi dalam menghibur masyarakat.

“Biasanya kerja sama dengan Dinas Kebudayaan Buleleng untuk tampil di PKB. Kami diberikan pembinaan selama berbulan-bulan sebelum tampil sesuai dengan pakem joged yang benar dan tidak porno,” sebutnya.

Disinggung terkait trend istilah joged ngebor yang sempat marak, Netra selaku kelian sekaa mengaku pernah menerima tawaran seperti itu. Hanya saja, dirinya tidak mau, mengingat penampilan joged ngebor itu dinilai mengarah ke pornoaksi dan bisa berdampak hukum.

Baca Juga :  Atasi Pamali dengan Caru Sederhana, Penyebabnya Dipindah Atau Pralina

“Sering saya nasihati para pengupah, agar jangan mesan joged yang aneh-aneh (joged ngebor) karena sekarang sudah tidak zamannya lagi. Kami ingin tampil normal normal saja, sesuai dengan pakem,” ungkapnya.

 






Reporter: I Putu Mardika

Most Read

Artikel Terbaru

/