alexametrics
29.8 C
Denpasar
Friday, May 20, 2022

Jelang Madiksa, Mantan Kepsek Dosman Jalani Diksa Pariksa

GIANYAR, BALI EXPRESS – Prosesi upacara Rsi Yadnya, Diksa Pariksa Ida Bhawati Made Sudama dan Ida Bhawati Ni Nyoman Tirtawathi, digelar di Banjar Tegallinggah, Desa Bedulu, Blahbatuh, Gianyar, Minggu (3/4). Setelah menjalani prosesi tersebut, akan dilakukan prosesi Madiksa, 16 April 2022 mendatang.

Diksa Pariksa merupakan salah satu tahapan dalam Karya Rsi Yadnya Padiksan, dimana dalam tahapan ini diajukan sejumlah pertanyaan atau diuji kemampuan yang didiksa terkait komitmen serta kesiapan calon Diksa, baik kesiapan mental maupun spiritual.

Sedangkan Madiksa atau Madwijati adalah upacara yang bermakna lahir untuk kedua kalinya (reinkarnasi) sebagai seorang sulinggih.

Ida Bhawati Made Sudama, yang merupakan mantan Kepala Sekolah SMAN 1 Gianyar (Dosman) ini memaparkan alasannya memutuskan untuk melanjutkan kehidupan tahap Biksuka tersebut. Katanya ia ingin ngayah kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa, ngayah kepada umat, dan meningkatkan spiritual diri atau menyucikan diri.

Adapun nabenya terdiri dari nabe napak, Ida Pandita Mpu Widya Parama Cantika dari Griya Agung Pasek Giri Kesuma, Petang, Badung. Nabe waktra, Ida Pandita Mpu Nabe Swadiaya Parama Cantika dari Griya Agung Pasek, Kedampal, Abiansemal, Badung, dan selaku nabe saksi, Ida Pandita Mpu Nabe Istri Purwantha dari Griya Pemacekan, Banjar Selat Siangan, Gianyar.

Dalam proses Diksa Pariksa tersebut, hadir Ketua PHDI Gianyar Mangku Wayan Ardhana, Wakil Sekretaris Mangku Nyoman Sukanda, Ketua Bidang Ekonomi Kesejahteraan Jro Mangku Nyoman Suparsa Widana dan Ketua Bidang SDM Ni Luh Putu Eka Swari.

“Prosesi Diksa Pariksa ini sebagai tahapan sebelum Ida Bhawati menjalani prosesi Madwijati. Supaya secara administrasi tercatat di Lembaga karena saat ini masih ada sulinggih yang tak.ikuti tahapan, dan tidak sesuai dengan etika kepanditaan,” jelas Mangku Ardhana.

Prosesi Rsi Yadnya tersebut juga sebagai salah satu langkah untuk mematangkan kesiapan dari kedua Ida Bhawati. Mulai kesiapan administrasi, intelektual, dan kesiapan secara materi. Termasuk kesiapan dengan lingkungan maupun keluarga. Dengan demikian, saat Madiksa dan menjadi sulinggih nantinya supaya mampu menjadi pencerah juga penyejuk umat.

Dalam proses Diksa Pariksa itu, dinyatakan kedua Ida Bhawati memenuhi syarat dan ketentuan dari tim pariksa PHDI Kabupaten Gianyar. Terlebih kedua calon sulinggih merupakan berlatar belakang seorang pendidik.

 






Reporter: Putu Agus Adegrantika

GIANYAR, BALI EXPRESS – Prosesi upacara Rsi Yadnya, Diksa Pariksa Ida Bhawati Made Sudama dan Ida Bhawati Ni Nyoman Tirtawathi, digelar di Banjar Tegallinggah, Desa Bedulu, Blahbatuh, Gianyar, Minggu (3/4). Setelah menjalani prosesi tersebut, akan dilakukan prosesi Madiksa, 16 April 2022 mendatang.

Diksa Pariksa merupakan salah satu tahapan dalam Karya Rsi Yadnya Padiksan, dimana dalam tahapan ini diajukan sejumlah pertanyaan atau diuji kemampuan yang didiksa terkait komitmen serta kesiapan calon Diksa, baik kesiapan mental maupun spiritual.

Sedangkan Madiksa atau Madwijati adalah upacara yang bermakna lahir untuk kedua kalinya (reinkarnasi) sebagai seorang sulinggih.

Ida Bhawati Made Sudama, yang merupakan mantan Kepala Sekolah SMAN 1 Gianyar (Dosman) ini memaparkan alasannya memutuskan untuk melanjutkan kehidupan tahap Biksuka tersebut. Katanya ia ingin ngayah kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa, ngayah kepada umat, dan meningkatkan spiritual diri atau menyucikan diri.

Adapun nabenya terdiri dari nabe napak, Ida Pandita Mpu Widya Parama Cantika dari Griya Agung Pasek Giri Kesuma, Petang, Badung. Nabe waktra, Ida Pandita Mpu Nabe Swadiaya Parama Cantika dari Griya Agung Pasek, Kedampal, Abiansemal, Badung, dan selaku nabe saksi, Ida Pandita Mpu Nabe Istri Purwantha dari Griya Pemacekan, Banjar Selat Siangan, Gianyar.

Dalam proses Diksa Pariksa tersebut, hadir Ketua PHDI Gianyar Mangku Wayan Ardhana, Wakil Sekretaris Mangku Nyoman Sukanda, Ketua Bidang Ekonomi Kesejahteraan Jro Mangku Nyoman Suparsa Widana dan Ketua Bidang SDM Ni Luh Putu Eka Swari.

“Prosesi Diksa Pariksa ini sebagai tahapan sebelum Ida Bhawati menjalani prosesi Madwijati. Supaya secara administrasi tercatat di Lembaga karena saat ini masih ada sulinggih yang tak.ikuti tahapan, dan tidak sesuai dengan etika kepanditaan,” jelas Mangku Ardhana.

Prosesi Rsi Yadnya tersebut juga sebagai salah satu langkah untuk mematangkan kesiapan dari kedua Ida Bhawati. Mulai kesiapan administrasi, intelektual, dan kesiapan secara materi. Termasuk kesiapan dengan lingkungan maupun keluarga. Dengan demikian, saat Madiksa dan menjadi sulinggih nantinya supaya mampu menjadi pencerah juga penyejuk umat.

Dalam proses Diksa Pariksa itu, dinyatakan kedua Ida Bhawati memenuhi syarat dan ketentuan dari tim pariksa PHDI Kabupaten Gianyar. Terlebih kedua calon sulinggih merupakan berlatar belakang seorang pendidik.

 






Reporter: Putu Agus Adegrantika

Most Read

Artikel Terbaru

/