alexametrics
26.5 C
Denpasar
Friday, August 12, 2022

Kaula Satya Digjaya, Kisah Raja Tukang Fitnah Doyan Wanita

DENPASAR, BALI EXPRESS – Setelah drama tari Calonarang, kini giliran Wayang Kulit Calonarang tampil di Pesta Kesenian Bali (PKB). Sanggar Sera Lemo dari Banjar Mapagan, Desa Peninjoan, Kecamatan Tembuku, Bangli yang pentas Kamis (30/6) lalu, menyuguhkan kisah bertajuk ‘Kaula Satya Digjaya’.

Wayang Kulit Calonarang yang
dipentaskan Jro Dalang Sang Made Hendra Dwipayana di Gedung Natya Mandala ISI, Denpasar ini, sengaja memilih lakon Kaula Satya Digjaya.

Lakon ini mengisahkan bahwa dalam suatu kerajaan terdapat seorang raja yang suka dengan salah satu istri punggawanya.

Dikisahkan di sebuah kerajaan Sindu Raja, terdapat seorang raja yang bernama Sula Krama. Sang raja terpesona dengan Sri Tanjung, istri punggawanya yang bernama Sidapaksa. Saking sukanya dengan Sri Tanjung, sang raja mencari cara agar mendapatkannya. Dari sana mulai lah timbul niat sang raja memfitnah Sidapaksa.

Baca Juga :  Ratusan Krama Desa Adat Liligundi Tak Laksanakan 12 Ketentuan Desa

Sidapaksa yang termakan fitnah raja, akhirnya marah dengan Sri Tanjung. Sidapaksa pun membunuh istrinya itu di Setra Gandamayu.

“Di sana ada seperti sabda dari istrinya Sidapaksa, kalau saat dibunuh darah yang keluar dari tubuhnya amis berarti dia salah. Kalau darah yang keluar berbau harum, maka istrinya tidak salah,” papar Jro Dalang Sang Made Hendra Dwipayana.

Setelah Sidapaksa membunuh istrinya, akhirnya yang keluar darah berbau harum. Sehingga membuat Sidapaksa menyesali perbuatannya, membunuh istrinya sendiri. Ia akhirnya seperti orang gila.

Di sisi lain, Sri Tanjung ternyata kembali dihidupkan oleh Dewi Durga. Sebab Dewi Durga merasa punya utang budi dengan ayah Sri Tanjung, yaitu Sang Sahadewa.

Baca Juga :  Pura Gunung Gondol Penyabangan; Tempat Memohon Kesejahteraan

Sang Sahadewa bisa ngeruwat kembali Dewi Durga ke siwa loka. “Dari sana setelah hidup Sri Tanjung, diutuslah suaminya Sidapaksa untuk membunuh Sula Krama. Karena dia yang menebar fitnah,” ungkap Sang Made Dwipayana.

 

 






Reporter: Putu Agus Adegrantika

DENPASAR, BALI EXPRESS – Setelah drama tari Calonarang, kini giliran Wayang Kulit Calonarang tampil di Pesta Kesenian Bali (PKB). Sanggar Sera Lemo dari Banjar Mapagan, Desa Peninjoan, Kecamatan Tembuku, Bangli yang pentas Kamis (30/6) lalu, menyuguhkan kisah bertajuk ‘Kaula Satya Digjaya’.

Wayang Kulit Calonarang yang
dipentaskan Jro Dalang Sang Made Hendra Dwipayana di Gedung Natya Mandala ISI, Denpasar ini, sengaja memilih lakon Kaula Satya Digjaya.

Lakon ini mengisahkan bahwa dalam suatu kerajaan terdapat seorang raja yang suka dengan salah satu istri punggawanya.

Dikisahkan di sebuah kerajaan Sindu Raja, terdapat seorang raja yang bernama Sula Krama. Sang raja terpesona dengan Sri Tanjung, istri punggawanya yang bernama Sidapaksa. Saking sukanya dengan Sri Tanjung, sang raja mencari cara agar mendapatkannya. Dari sana mulai lah timbul niat sang raja memfitnah Sidapaksa.

Baca Juga :  De Javu, Intuisi Bagian dari Karma Phala

Sidapaksa yang termakan fitnah raja, akhirnya marah dengan Sri Tanjung. Sidapaksa pun membunuh istrinya itu di Setra Gandamayu.

“Di sana ada seperti sabda dari istrinya Sidapaksa, kalau saat dibunuh darah yang keluar dari tubuhnya amis berarti dia salah. Kalau darah yang keluar berbau harum, maka istrinya tidak salah,” papar Jro Dalang Sang Made Hendra Dwipayana.

Setelah Sidapaksa membunuh istrinya, akhirnya yang keluar darah berbau harum. Sehingga membuat Sidapaksa menyesali perbuatannya, membunuh istrinya sendiri. Ia akhirnya seperti orang gila.

Di sisi lain, Sri Tanjung ternyata kembali dihidupkan oleh Dewi Durga. Sebab Dewi Durga merasa punya utang budi dengan ayah Sri Tanjung, yaitu Sang Sahadewa.

Baca Juga :  Tuah Magis Pis Bolong, Antara Mitos dan Sugesti

Sang Sahadewa bisa ngeruwat kembali Dewi Durga ke siwa loka. “Dari sana setelah hidup Sri Tanjung, diutuslah suaminya Sidapaksa untuk membunuh Sula Krama. Karena dia yang menebar fitnah,” ungkap Sang Made Dwipayana.

 

 






Reporter: Putu Agus Adegrantika

Most Read

Artikel Terbaru

/