alexametrics
28.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Mengenal Bale Gajah Tumpang Salu di Desa Sidatapa, Kini Kian Langka

Bale Gajah Tumpang Salu merupakan nama dari rumah adat di Desa Adat Sidatapa, Kecamatan Banjar, Buleleng. Seperti tempat suci, rumah adat ini memiliki konsep tri mandala, yakni utama mandala, madya dan nista yang memiliki fungsi berbeda-beda. 

KLIAN Desa Adat Sidatapa Putu Kasma mengatakan, Bale Gajah Tumpang Salu terdiri dari kata bale yang artinya rumah atau tempat tidur, gajah artinya besar atau ada juga yang mengartikan ilmu pengetahuan. Tumpang salu artinya tri mandala yaitu tiga wilayah yaitu nista mandala, madya mandala, dan utama mandala.

“Kalau dimaknai, Bale Gajah Tumpang Salu sering dimaknai sebagai rumah besar yang di dalamnya terdiri dari tiga bagian kawasan yaitu nista, madya, dan utama mandala. Utama mandala memiliki tiga fungsi yaitu sebagai tempat suci atau sanggah untuk sembahyang, tempat tidur, dan bale kematian,” ujarnya.

Madya mandala memiliki tiga fungsi yaitu sebagai tempat pemujaan Dewi Sri atau Dewi Padi atau kesuburan tempat menaruh padi dan beras. Di bawahnya ada paon atau dapur yang terdiri dari cangkem paon atau tungku dan gebeh atau jeding yaitu tempat menampung air bersih, serta ada bale untuk tempat menaruh perabotan rumah tangga, sering juga dipakai untuk tempat bekerja.






Reporter: I Putu Mardika

Bale Gajah Tumpang Salu merupakan nama dari rumah adat di Desa Adat Sidatapa, Kecamatan Banjar, Buleleng. Seperti tempat suci, rumah adat ini memiliki konsep tri mandala, yakni utama mandala, madya dan nista yang memiliki fungsi berbeda-beda. 

KLIAN Desa Adat Sidatapa Putu Kasma mengatakan, Bale Gajah Tumpang Salu terdiri dari kata bale yang artinya rumah atau tempat tidur, gajah artinya besar atau ada juga yang mengartikan ilmu pengetahuan. Tumpang salu artinya tri mandala yaitu tiga wilayah yaitu nista mandala, madya mandala, dan utama mandala.

“Kalau dimaknai, Bale Gajah Tumpang Salu sering dimaknai sebagai rumah besar yang di dalamnya terdiri dari tiga bagian kawasan yaitu nista, madya, dan utama mandala. Utama mandala memiliki tiga fungsi yaitu sebagai tempat suci atau sanggah untuk sembahyang, tempat tidur, dan bale kematian,” ujarnya.

Madya mandala memiliki tiga fungsi yaitu sebagai tempat pemujaan Dewi Sri atau Dewi Padi atau kesuburan tempat menaruh padi dan beras. Di bawahnya ada paon atau dapur yang terdiri dari cangkem paon atau tungku dan gebeh atau jeding yaitu tempat menampung air bersih, serta ada bale untuk tempat menaruh perabotan rumah tangga, sering juga dipakai untuk tempat bekerja.






Reporter: I Putu Mardika

Most Read

Artikel Terbaru

/