alexametrics
27.6 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Begini Perjalanan Jro Wahyu Jadi Balian sejak Usia 16 Tahun!

nisakala

Dalam kanal Youtube Genta Bali, Jro Wahyu menjelaskan perjalanannya menjadi seorang balian pengusada pada usia yang masih sangat belia. Pria yang berasal dari Desa Anturan, Buleleng ini, sewaktu kecil tinggal di Denpasar bersama kedua orang tuanya.

Pada suatu waktu,  dia pulang kampung ketika ada odalan di sanggah merajan. Saat itu, ada seorang pemangku yang mengatakan jika Jro Wahyu akan ngiring menjadi seorang premas atau pengayah sebagai balian pengusada.

“Sewaktu pulang ke Buleleng ada seorang premas desa yang  mengatakan, saya akan ngiring menjadi jro tapakan dengan penganugrahan pengusada atau dikenal sebagai balian,” ungkapnya.

Rupanya penganugrahan itu ia dapatkan dari leluhurnya. Ia merupakan generasi keempat, dan penganugrahan itu sempat terputus sebelum akhirnya dianugrahkan kepada dirinya.

Baca Juga :  Tumpeng Kering dalam Pandangan Pustaka Hindu

“Tyang kajumput oleh kumpi sehingga ditugaskan untuk melanjutkan tugas beliau sebagai balian,” jelasnya.

Sebelum mengetahui dirinya ngiring, ciri-ciri melik sudah terlihat sejak Jro Wahyu baru lahir. Ia terlahir prematur dengan usia kandungan hanya 7,5 bulan karena terlilit tali pusar. Selain itu, ia juga menjadi anak semata wayang.

Jro Wahyu mengungkapkan, dia mulai diwinten sejak usianya 16 tahun. Hanya saat itu ia masih ragui, sebab ia tak mengerti dengan spiritual. “Saat dibilang ngiring dan diwinten, tyang memang diakui sebagai pemangku, tetapi tyang masih bertanya-tanya apa yang bisa tyang berikan kepada umat nantinya,” ungkapnya.

Namun keraguannya pun terjawab oleh sebuah petunjuk niskala. Malam hari ketika ia tertidur, ia mendapat bisikan batin yang mengatakan bahwa akan ada seseorang yang nunas tamba atau obat. Benar saja, keesokan harinya tiba-tiba ada orang yang datang ke rumahnya dan pembicaraan mengarah ke pengobatan. Orang itu pun mempercayakan pengobatan kepada Jro Wahyu.

Baca Juga :  Poligami dalam Pandangan Hindu (2); Cegah dengan Kesadaran Atman

“Tiba-tiba seperti ada bisikan batin apa yang mesti dilakukan. Setelah diobati, tiba-tiba umat itu kerasukan,” tambahnya.

Sejak saat itulah Jro Wahyu mulai menekuni dunia pengobatan, baik cara nunas baos kepada Ida Sesuhunan, cara mengobati dan proses-prosesnya.






Reporter: Wiwin Meliana

nisakala

Dalam kanal Youtube Genta Bali, Jro Wahyu menjelaskan perjalanannya menjadi seorang balian pengusada pada usia yang masih sangat belia. Pria yang berasal dari Desa Anturan, Buleleng ini, sewaktu kecil tinggal di Denpasar bersama kedua orang tuanya.

Pada suatu waktu,  dia pulang kampung ketika ada odalan di sanggah merajan. Saat itu, ada seorang pemangku yang mengatakan jika Jro Wahyu akan ngiring menjadi seorang premas atau pengayah sebagai balian pengusada.

“Sewaktu pulang ke Buleleng ada seorang premas desa yang  mengatakan, saya akan ngiring menjadi jro tapakan dengan penganugrahan pengusada atau dikenal sebagai balian,” ungkapnya.

Rupanya penganugrahan itu ia dapatkan dari leluhurnya. Ia merupakan generasi keempat, dan penganugrahan itu sempat terputus sebelum akhirnya dianugrahkan kepada dirinya.

Baca Juga :  Ada yang Mohon Anak Laki-laki dan Dikabulkan di Pura Manik Galih

“Tyang kajumput oleh kumpi sehingga ditugaskan untuk melanjutkan tugas beliau sebagai balian,” jelasnya.

Sebelum mengetahui dirinya ngiring, ciri-ciri melik sudah terlihat sejak Jro Wahyu baru lahir. Ia terlahir prematur dengan usia kandungan hanya 7,5 bulan karena terlilit tali pusar. Selain itu, ia juga menjadi anak semata wayang.

Jro Wahyu mengungkapkan, dia mulai diwinten sejak usianya 16 tahun. Hanya saat itu ia masih ragui, sebab ia tak mengerti dengan spiritual. “Saat dibilang ngiring dan diwinten, tyang memang diakui sebagai pemangku, tetapi tyang masih bertanya-tanya apa yang bisa tyang berikan kepada umat nantinya,” ungkapnya.

Namun keraguannya pun terjawab oleh sebuah petunjuk niskala. Malam hari ketika ia tertidur, ia mendapat bisikan batin yang mengatakan bahwa akan ada seseorang yang nunas tamba atau obat. Benar saja, keesokan harinya tiba-tiba ada orang yang datang ke rumahnya dan pembicaraan mengarah ke pengobatan. Orang itu pun mempercayakan pengobatan kepada Jro Wahyu.

Baca Juga :  Kawasan Angker Arena Duel Ilmu Pangleakan

“Tiba-tiba seperti ada bisikan batin apa yang mesti dilakukan. Setelah diobati, tiba-tiba umat itu kerasukan,” tambahnya.

Sejak saat itulah Jro Wahyu mulai menekuni dunia pengobatan, baik cara nunas baos kepada Ida Sesuhunan, cara mengobati dan proses-prosesnya.






Reporter: Wiwin Meliana

Most Read

Artikel Terbaru

/