alexametrics
28.8 C
Denpasar
Friday, July 1, 2022

Kupas Tanaman Bertuah di Natah

Bagi umat Hindu di Bali, natah atau taman yang ada di lingkungan rumah tidak hanya menambah keindahan semata. Lebih dari itu, natah juga perlu ditanami tanaman bertuah untuk menolak bala, seperti yang tertuang dalam Lontar Kunti Sraya.

 

 

 

Dosen Prodi Filsafat, STAHN Mpu Kuturan Singaraja, Putu Maria Ratih Anggraini, M.Fil.H menyebutkan, tanaman dalam pekarangan rumah juga memiliki makna Teologi. Oleh karena itu, tata letak penanamannya tak boleh sembarangan.

 

 

 

Misalnya tanaman yang ditanam di pintu masuk rumah, di sebelah kanan baru masuk pekarangan sebaiknya ditanami tanaman Kaktus atau belatung Gada dengan nama ilmiah Pachycereus Sp. sedangkan di sebelah kiri ditanami tanaman dapdap wong atau Erytherina variegata yang diyakini dapat menangkal energi negatif.

 

 

 

Setelah memasuki pintu masuk, di sebelahnya ditanami bergu atau Rhapis exelsa yang diyakini mampu menghancurkan kekuatan negatif yang lebih kuat. “Kalau dekat dapur ditanami kelor atau Moringaoleivera L sebagai penangkal kejahatan terakhir di pekarangan rumah,” jelasnya.

 

 

 

Di pintu masuk Utama Mandala (merajan, sanggah) ditanami jepun petak (putih) dan sudamala atau Plumeria rubra. Secara filosofi diyakini mampu membersihkan dan memarisudha semua orang yang akan memasuki areal suci tersebut.

 

 

 

Serta kayu tulak dan kayu sisih atau Phillantus boxipolius Muell Arg yang diyakini mampu menolak dan menyisihkan segala pikiran yang baik dan yang buruk. “Artinya hanya orang yang berpikiran baik saja yang boleh masuk ke halaman Utama Mandala,” imbuhnya.

 

 

 

Di bagian dalam Utama Mandala ditanami salah satu di antaranya adalah nagasari atau Mesua ferica L yang merupakan tanaman dengan aura paling putih bersih dan dingin. Sehingga dianggap sebagai tanaman kesayangan para Dewi.

 

 

 

Nagasari berarti Naga Anantaboga dan Basukih yang mengikat sahananing sarining gumi dan manah. Artinya segala amerta dari bumi dan dari pikiran.

Selain itu juga ditanami tanaman yang berbau harum seperti pudak, cempaka, sandat, mawar, kenanga, dapdap, siulan

 

Selain tanaman yang cocok ditanam di natah, ada pula sejumlah tanaman yang tidak direkomendasikan di areal natah. Dikatakan Ratih, sebaiknya tidak ditanami tanaman yang berbuku-buku seperti kelapa, tebu dan sejenisnya. “Karena diyakini dapat menyebabkan terputus-putusnya kehidupan dan rejeki,” paparnya.

 

 

 

Demikian pula kurang baik kalau ditanami beringin yang akarnya sampai masuk ke dalam tanah. Karena dapat menjadi tempat hunian Banaspati Raja yang kurang baik bagi penghuninya. Akan menjadi lebih baik kalau ditanami tanaman-tanaman berbagai jenis bunga dan beberapa tanaman buah terutama belimbing.

 

 

 

Tanaman buah-buahan sebaiknya ditanam di areal teba atau tegalan yang ada dibelakang rumah dekat dapur atau di bagian luar natah lainnya. “Kalau tanaman untuk keperluan dapur dan tanaman obat-obatan untuk keluarga (toga) biasanya ditanam di dekat dapur,” katanya. (bersambung)


Bagi umat Hindu di Bali, natah atau taman yang ada di lingkungan rumah tidak hanya menambah keindahan semata. Lebih dari itu, natah juga perlu ditanami tanaman bertuah untuk menolak bala, seperti yang tertuang dalam Lontar Kunti Sraya.

 

 

 

Dosen Prodi Filsafat, STAHN Mpu Kuturan Singaraja, Putu Maria Ratih Anggraini, M.Fil.H menyebutkan, tanaman dalam pekarangan rumah juga memiliki makna Teologi. Oleh karena itu, tata letak penanamannya tak boleh sembarangan.

 

 

 

Misalnya tanaman yang ditanam di pintu masuk rumah, di sebelah kanan baru masuk pekarangan sebaiknya ditanami tanaman Kaktus atau belatung Gada dengan nama ilmiah Pachycereus Sp. sedangkan di sebelah kiri ditanami tanaman dapdap wong atau Erytherina variegata yang diyakini dapat menangkal energi negatif.

 

 

 

Setelah memasuki pintu masuk, di sebelahnya ditanami bergu atau Rhapis exelsa yang diyakini mampu menghancurkan kekuatan negatif yang lebih kuat. “Kalau dekat dapur ditanami kelor atau Moringaoleivera L sebagai penangkal kejahatan terakhir di pekarangan rumah,” jelasnya.

 

 

 

Di pintu masuk Utama Mandala (merajan, sanggah) ditanami jepun petak (putih) dan sudamala atau Plumeria rubra. Secara filosofi diyakini mampu membersihkan dan memarisudha semua orang yang akan memasuki areal suci tersebut.

 

 

 

Serta kayu tulak dan kayu sisih atau Phillantus boxipolius Muell Arg yang diyakini mampu menolak dan menyisihkan segala pikiran yang baik dan yang buruk. “Artinya hanya orang yang berpikiran baik saja yang boleh masuk ke halaman Utama Mandala,” imbuhnya.

 

 

 

Di bagian dalam Utama Mandala ditanami salah satu di antaranya adalah nagasari atau Mesua ferica L yang merupakan tanaman dengan aura paling putih bersih dan dingin. Sehingga dianggap sebagai tanaman kesayangan para Dewi.

 

 

 

Nagasari berarti Naga Anantaboga dan Basukih yang mengikat sahananing sarining gumi dan manah. Artinya segala amerta dari bumi dan dari pikiran.

Selain itu juga ditanami tanaman yang berbau harum seperti pudak, cempaka, sandat, mawar, kenanga, dapdap, siulan

 

Selain tanaman yang cocok ditanam di natah, ada pula sejumlah tanaman yang tidak direkomendasikan di areal natah. Dikatakan Ratih, sebaiknya tidak ditanami tanaman yang berbuku-buku seperti kelapa, tebu dan sejenisnya. “Karena diyakini dapat menyebabkan terputus-putusnya kehidupan dan rejeki,” paparnya.

 

 

 

Demikian pula kurang baik kalau ditanami beringin yang akarnya sampai masuk ke dalam tanah. Karena dapat menjadi tempat hunian Banaspati Raja yang kurang baik bagi penghuninya. Akan menjadi lebih baik kalau ditanami tanaman-tanaman berbagai jenis bunga dan beberapa tanaman buah terutama belimbing.

 

 

 

Tanaman buah-buahan sebaiknya ditanam di areal teba atau tegalan yang ada dibelakang rumah dekat dapur atau di bagian luar natah lainnya. “Kalau tanaman untuk keperluan dapur dan tanaman obat-obatan untuk keluarga (toga) biasanya ditanam di dekat dapur,” katanya. (bersambung)


Most Read

Artikel Terbaru

/