alexametrics
27.6 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Griya Agung Batur Sari Mengwi Gelar Upacara Metatah Bersama

MENGWI, BALI EXPRESS – Griya Agung Batur Sari  yang terletak di Banjar Gambang,  Mengwi, Badung menyelenggarakan upacara metatah bersama Rabu, 10 Agustus 2022. Metatah bersama ini diikuti 36 peserta dari berbagai wilayah di Bali seperti Negara, Tabanan, Buleleng, Badung dan luar Bali yaitu Palembang.

Metatah jika dilakukan secara individu akan memerlukan biaya yang tidak sedikit. Berbeda dalam penyelenggaraan metatah bersama, biayanya sangat terjangkau. Peserta hanya mapunia sebesar Rp. 1.000.000 per orang.

Dikonfirmasi terkait penyelenggaraan metatah bersama ini, Sulinggih  Ida Pandita Mpu Putra Yoga Parama Dhaksa mengatakan, metatah atau potong gigi merupakan salah satu rangkaian upacara manusa yadnya. Metatah (masangih) wajib dilaksanakan oleh umat Hindu, karena bermakna untuk mengurangi atau mengendalikan enam musuh dalam diri yang disebut Sad Ripu.

Lebih lanjut, Ida Pandita Parama Dhaksa, menjelaskan, metatah bersama yang akan digelar di Griya Agung Batur Sari merupakan wujud rasa terimakasih sang sulinggih kepada umatnya.

Baca Juga :  Diterjang Puting Beliung, Dua Atap Warung di Pantai Pererenan Hancur

“Dalam penyelenggaraan metatah bersama ini, kami tidak mengitung untung rugi, karena merupakan wujud rasa terima kasih Ida Mpu kepada umat yang selama ini datang ke griya. Mereka selama ini melakukan berbagai upacara di griya. Sebagai ucapan terima kasih, sekarang Ida ajak metatah bersama dengan biaya yang sangat terjangkau,” jelasnya, Jumat (5/8).

Meski dengan biaya yang sangat terjangkau, Ida Pandita Parama Dhaksa menjamin rangkaian upacara dan banten yang digunakan sama dengan metatah yang dilakukan secara individu.

“Semua sama (banten -red), bahkan ayaban yang digunakan tergolong utama. Dengan jumlah peserta ini, punia yang didapat tentu tidak sesuai dengan biaya yang diperlukan. Namun di sinilah kami mayadnya kepada umat,” paparnya.

Baca Juga :  Pembangunan Taman Bung Karno di Mengwi masih Dibahas di Dewan

Rangkaian upacara metatah bersama ini diawali dengan upacara madengen-dengen yang dirangkai dengan upacara menek kelih, ngekeb, ngungkab lawang dan masangih. Selanjutnya dilakukan pelukatan wayang, mapetik, mawinten, dan majaya-jaya.

Peserta hanya membawa tirta Hyang Guru dan Penunggun Karang serta nyejer pejati di masing-masing merajan untuk matur pakeling. Segala keperluan telah disiapkan oleh panitia termasuk sarana pamuspaan dan konsumsi.

“Banten ayaban yang digunakan pun sudah yang utama, seperti menggunakan bebangkit, catur sari dan padudusan alit,” imbuh Ida Pandita.

Proses metatah akan dilakukan dari peserta yang umurnya paling tua. Upacara ini nantinya akan dipuput empat sulinggih, yakni Ida Pandita Mpu Mengwi beserta Ida Mpu Istri, Ida Pandita Mpu Kaba-kaba, dan Ida Pandita Mpu Sempidi.






Reporter: Wiwin Meliana

MENGWI, BALI EXPRESS – Griya Agung Batur Sari  yang terletak di Banjar Gambang,  Mengwi, Badung menyelenggarakan upacara metatah bersama Rabu, 10 Agustus 2022. Metatah bersama ini diikuti 36 peserta dari berbagai wilayah di Bali seperti Negara, Tabanan, Buleleng, Badung dan luar Bali yaitu Palembang.

Metatah jika dilakukan secara individu akan memerlukan biaya yang tidak sedikit. Berbeda dalam penyelenggaraan metatah bersama, biayanya sangat terjangkau. Peserta hanya mapunia sebesar Rp. 1.000.000 per orang.

Dikonfirmasi terkait penyelenggaraan metatah bersama ini, Sulinggih  Ida Pandita Mpu Putra Yoga Parama Dhaksa mengatakan, metatah atau potong gigi merupakan salah satu rangkaian upacara manusa yadnya. Metatah (masangih) wajib dilaksanakan oleh umat Hindu, karena bermakna untuk mengurangi atau mengendalikan enam musuh dalam diri yang disebut Sad Ripu.

Lebih lanjut, Ida Pandita Parama Dhaksa, menjelaskan, metatah bersama yang akan digelar di Griya Agung Batur Sari merupakan wujud rasa terimakasih sang sulinggih kepada umatnya.

Baca Juga :  Pura Batu Sangeh Tempat Mengasah Senjata Pejuang Kemerdekaan

“Dalam penyelenggaraan metatah bersama ini, kami tidak mengitung untung rugi, karena merupakan wujud rasa terima kasih Ida Mpu kepada umat yang selama ini datang ke griya. Mereka selama ini melakukan berbagai upacara di griya. Sebagai ucapan terima kasih, sekarang Ida ajak metatah bersama dengan biaya yang sangat terjangkau,” jelasnya, Jumat (5/8).

Meski dengan biaya yang sangat terjangkau, Ida Pandita Parama Dhaksa menjamin rangkaian upacara dan banten yang digunakan sama dengan metatah yang dilakukan secara individu.

“Semua sama (banten -red), bahkan ayaban yang digunakan tergolong utama. Dengan jumlah peserta ini, punia yang didapat tentu tidak sesuai dengan biaya yang diperlukan. Namun di sinilah kami mayadnya kepada umat,” paparnya.

Baca Juga :  Sudah Berobat ke LN, tapi Sembuh setelah Melukat di Temuku Telu

Rangkaian upacara metatah bersama ini diawali dengan upacara madengen-dengen yang dirangkai dengan upacara menek kelih, ngekeb, ngungkab lawang dan masangih. Selanjutnya dilakukan pelukatan wayang, mapetik, mawinten, dan majaya-jaya.

Peserta hanya membawa tirta Hyang Guru dan Penunggun Karang serta nyejer pejati di masing-masing merajan untuk matur pakeling. Segala keperluan telah disiapkan oleh panitia termasuk sarana pamuspaan dan konsumsi.

“Banten ayaban yang digunakan pun sudah yang utama, seperti menggunakan bebangkit, catur sari dan padudusan alit,” imbuh Ida Pandita.

Proses metatah akan dilakukan dari peserta yang umurnya paling tua. Upacara ini nantinya akan dipuput empat sulinggih, yakni Ida Pandita Mpu Mengwi beserta Ida Mpu Istri, Ida Pandita Mpu Kaba-kaba, dan Ida Pandita Mpu Sempidi.






Reporter: Wiwin Meliana

Most Read

Artikel Terbaru

/