alexametrics
27.6 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Jro Mangku Sudarmi Wajib Berbusana Laki Saat Ngayah

DENPASAR, BALI EXPRESS- Jro Mangku Wayan Sudarmi yang tinggal di Jalan Nusa Kambangan, Denpasar Barat ini, memiliki cerita unik. Meski dia perempuan tulen, namun saat ngayah justru berpakaian layaknya jro mangku lanang (laki-laki), memakai kamen, kemeja serta udeng.

“Sudah lama, sejak tahun 2002. Waktu itu ada dua orang karauhan, salah satunya saya. Namun yang tedun ke saya adalah lanang (laki-laki),” ujar Jro Mangku Sudarmi, belum lama ini.

Hanya saja, Jro Mangku Sudarmi ngayah atau muput suatu upacara di merajan pasemetonan saja. Namun sebelum itu, ia sempat bermimpi aneh yang ia pun tak paham maksudnya.

Sebulan menjelang karya di merajan, Jro Mangku Sudarmi bermimpi menaiki meru sampai di ujung. Hal ini kemudian diceritakan kepada mendiang suaminya yang juga seorang pamangku. “Namun kata suami saya ia tidak tahu artinya. Saya biarkan saja entah apa yang akan datang. Tahu-tahu sebulan setelahnya saya diharuskan harus ngayah di merajan,” tegasnya.

Baca Juga :  Lontar Aji Janantaka Ungkap Jenis Kayu yang Pantang untuk Bangunan Suci

Ia memang sempat menolak, mengingat karena kodratnya sebagai seorang perempuan, namun harus mengambil peran sebagai jro mangku lanang. “Kalau orang lain yang baru melihat saya, sekilas saya dikira laki-laki. Ini pengalaman beberapa orang yang pernah bertemu dengan saya,” terangnya.

Yang tak kalah unik, Mangku Sudarmi tanpa belajar sama sekali atau mendapat panduan justru bisa berpakaian seperti layaknya laki-laki saat ngayah atau ke pura/merajan. Bahkan, memakai udeng pun bisa dengan sendirinya. Namun itu saat ngaturang ayah saja, sehari-harinya Jro Mangku Sudarmi tetaplah seorang perempuan dan ibu-ibu pada umumnya.

Ia yang berprofesi sebagai pedagang ayam hidup di Pasar Kumbasari tak perlu harus memakai udeng ataupun kemeja saat berjualan. “Hanya memakai kamen atau pakaian adat madya saja sehari-harinya,” tandasnya.

Baca Juga :  Ngusaba Sambah di Subaya; Ada Ayunan Besar, Pantangan dan Keyakinan

 






Reporter: I Dewa Made Krisna Pradipta

DENPASAR, BALI EXPRESS- Jro Mangku Wayan Sudarmi yang tinggal di Jalan Nusa Kambangan, Denpasar Barat ini, memiliki cerita unik. Meski dia perempuan tulen, namun saat ngayah justru berpakaian layaknya jro mangku lanang (laki-laki), memakai kamen, kemeja serta udeng.

“Sudah lama, sejak tahun 2002. Waktu itu ada dua orang karauhan, salah satunya saya. Namun yang tedun ke saya adalah lanang (laki-laki),” ujar Jro Mangku Sudarmi, belum lama ini.

Hanya saja, Jro Mangku Sudarmi ngayah atau muput suatu upacara di merajan pasemetonan saja. Namun sebelum itu, ia sempat bermimpi aneh yang ia pun tak paham maksudnya.

Sebulan menjelang karya di merajan, Jro Mangku Sudarmi bermimpi menaiki meru sampai di ujung. Hal ini kemudian diceritakan kepada mendiang suaminya yang juga seorang pamangku. “Namun kata suami saya ia tidak tahu artinya. Saya biarkan saja entah apa yang akan datang. Tahu-tahu sebulan setelahnya saya diharuskan harus ngayah di merajan,” tegasnya.

Baca Juga :  Sejarah Pura Erjeruk: Juwuk Linglang Hidupkan Lagi Pengikut yang Tewas

Ia memang sempat menolak, mengingat karena kodratnya sebagai seorang perempuan, namun harus mengambil peran sebagai jro mangku lanang. “Kalau orang lain yang baru melihat saya, sekilas saya dikira laki-laki. Ini pengalaman beberapa orang yang pernah bertemu dengan saya,” terangnya.

Yang tak kalah unik, Mangku Sudarmi tanpa belajar sama sekali atau mendapat panduan justru bisa berpakaian seperti layaknya laki-laki saat ngayah atau ke pura/merajan. Bahkan, memakai udeng pun bisa dengan sendirinya. Namun itu saat ngaturang ayah saja, sehari-harinya Jro Mangku Sudarmi tetaplah seorang perempuan dan ibu-ibu pada umumnya.

Ia yang berprofesi sebagai pedagang ayam hidup di Pasar Kumbasari tak perlu harus memakai udeng ataupun kemeja saat berjualan. “Hanya memakai kamen atau pakaian adat madya saja sehari-harinya,” tandasnya.

Baca Juga :  Ngusaba Sambah di Subaya; Ada Ayunan Besar, Pantangan dan Keyakinan

 






Reporter: I Dewa Made Krisna Pradipta

Most Read

Artikel Terbaru

/