27.6 C
Denpasar
Tuesday, March 21, 2023

Air Laut Bisa Bikin Atmosfer Rumah Jadi Positif

DENPASAR, BALI EXPRESS-Rumah sebagai tempat tinggal dipercaya rentan disusupi energi negatif, maupun benda-benda yang sifatnya menyakiti secara niskala (non medis). Bila suasana atau atmosfer rumah tidak mengenakkan, sudah pasti penunggunya atau orang yang tinggal di dalamnya akan tidak nyaman.

Salah satu cara ampuh dan sangat sederhana yang diyakini bisa digunakan untuk mentralisasi energi negatif, sekaligus membuat atmosfer rumah kembali menjadi kondusif, dengan cara menyiram beberapa bagian pekarangan rumah menggunakan air laut.

Hal ini diungkapkan salah satu penekun ilmu spiritual yang juga pinisepuh Yayasan Meditasi Universal Bali Dharma Laksana I Made Kara. Pria yang tinggal di Banjar Puseh Kangin, Desa Sanur ini, menuturkan, air laut sangat baik digunakan untuk mentralisasi energi negatif tersebut. “Air laut itu sifatnya untuk melebur, sehingga atmosfer rumah menjadi tinggi yang bersifat positif.  Ini juga berpengaruh nantinya ke roh-roh suci,” ucap Made Kara kepada Bali Express (Jawa Pos Group) beberapa waktu lalu.

Cara yang sangat simpel dilakukan, rutin menyiramkan air laut di beberapa tempat yang ada di rumah. Seperti natah merajan, di pekarangan rumah, di telajakan maupun di pintu masuk rumah. Air laut tersebut, lanjut Made Kara, cukup merata saja disiram, tidak perlu terlalu banyak. Bahkan, diakuinya tidak ada upacara khusus yang dilakukan sebelum menyiram. “Cukup sembahyang saja, meminta kepada Bhatara Hyang Guru dan keyakikan hati. Kalau hati atau jiwa kita sudah kuat, pasti apa yang dilakukan akan membawa hasil,” beber Made Kara yang juga seniman topeng ini.

Baca Juga :  Pura Manik Terus, Bukti Keberadaan Pasraman Siwa-Budha di Pujungan

Waktu yang tepat untuk menyiram itu juga tidak harus berpatokan dengan hari-hari tertentu. Bahkan, setiap hari juga bisa dilakukan. “Kalau misalnya kita merasa kurang nyaman di rumah, padahal cucaca bagus, bisa langsung menyiramkan air laut itu. Atau misalnya sering bermimpi aneh atau ‘kleteg bayu’ (perasaan) tidak bagus, boleh saat itu juga menyiram. Kalau dirasa suasana rumah sudah bagus, pada saat setiap Hari Purnama saja juga boleh. Intinya tidak ada aturan wajib kapan harus menyiramnya,” jelasnya.

Tak hanya di luar rumah, di dalam ruangan juga bisa dilakukan untuk penetralisasi. Caranya dengan mengepel lantai rumah menggunakan air laut. Setelah dirasa kering, boleh dilanjutkan lagi menggunakan cairan pel yang lumrah digunakan untuk mengepel lantai.

Baca Juga :  Virus Corona dari Kajian Sastra Dasa Aksara dan Kanda Empat (3)

Lalu, apakah air laut yang digunakan itu harus diambil dari tempat khusus?  Dikatakan Made Kara, tidak harus mengambil di tempat khusus. Dimana saja bisa diambil, yang penting air laut. “Hal ini juga tercatat di buku maupun lontar yang saya pelajari, yang menyebutkan air laut itu dipakai untuk pelebur mala atau kekuatan-kekuatan negatif. Kalau rumah sudah disiram dan memiliki energi yang positif, roh-roh jahat maupun energi negatif tidak bisa masuk ke rumah kita,” sambung Made Kara.

Penggunaan air laut ini juga cocok dilakukan di tempat kerja, misalkan di kantor. Meja atau kursi yang sering dipakai, lebih baik dibersihkan atau dilap terlebih dulu menggunakan air laut. Setelah itu, baru bisa diduduki. “Siapa tau ada yang tidak suka dengan kita, bisa disakiti atau disusupi hal-hal yang tidak baik,” terangnya. 

Begitu juga ketika seseorang melaksanakan kegiatan upacara manusa yadnya, seperti Matatah. Air laut itu disiram di lokasi yang dipergunakan untuk Matatah untuk menangkal energi negatif yang hendak menyerang orang yang ingin dipotong giginya. Sembari ditambahkan juga panyengker atau pagar gaib. 


DENPASAR, BALI EXPRESS-Rumah sebagai tempat tinggal dipercaya rentan disusupi energi negatif, maupun benda-benda yang sifatnya menyakiti secara niskala (non medis). Bila suasana atau atmosfer rumah tidak mengenakkan, sudah pasti penunggunya atau orang yang tinggal di dalamnya akan tidak nyaman.

Salah satu cara ampuh dan sangat sederhana yang diyakini bisa digunakan untuk mentralisasi energi negatif, sekaligus membuat atmosfer rumah kembali menjadi kondusif, dengan cara menyiram beberapa bagian pekarangan rumah menggunakan air laut.

Hal ini diungkapkan salah satu penekun ilmu spiritual yang juga pinisepuh Yayasan Meditasi Universal Bali Dharma Laksana I Made Kara. Pria yang tinggal di Banjar Puseh Kangin, Desa Sanur ini, menuturkan, air laut sangat baik digunakan untuk mentralisasi energi negatif tersebut. “Air laut itu sifatnya untuk melebur, sehingga atmosfer rumah menjadi tinggi yang bersifat positif.  Ini juga berpengaruh nantinya ke roh-roh suci,” ucap Made Kara kepada Bali Express (Jawa Pos Group) beberapa waktu lalu.

Cara yang sangat simpel dilakukan, rutin menyiramkan air laut di beberapa tempat yang ada di rumah. Seperti natah merajan, di pekarangan rumah, di telajakan maupun di pintu masuk rumah. Air laut tersebut, lanjut Made Kara, cukup merata saja disiram, tidak perlu terlalu banyak. Bahkan, diakuinya tidak ada upacara khusus yang dilakukan sebelum menyiram. “Cukup sembahyang saja, meminta kepada Bhatara Hyang Guru dan keyakikan hati. Kalau hati atau jiwa kita sudah kuat, pasti apa yang dilakukan akan membawa hasil,” beber Made Kara yang juga seniman topeng ini.

Baca Juga :  Pura Manik Terus, Bukti Keberadaan Pasraman Siwa-Budha di Pujungan

Waktu yang tepat untuk menyiram itu juga tidak harus berpatokan dengan hari-hari tertentu. Bahkan, setiap hari juga bisa dilakukan. “Kalau misalnya kita merasa kurang nyaman di rumah, padahal cucaca bagus, bisa langsung menyiramkan air laut itu. Atau misalnya sering bermimpi aneh atau ‘kleteg bayu’ (perasaan) tidak bagus, boleh saat itu juga menyiram. Kalau dirasa suasana rumah sudah bagus, pada saat setiap Hari Purnama saja juga boleh. Intinya tidak ada aturan wajib kapan harus menyiramnya,” jelasnya.

Tak hanya di luar rumah, di dalam ruangan juga bisa dilakukan untuk penetralisasi. Caranya dengan mengepel lantai rumah menggunakan air laut. Setelah dirasa kering, boleh dilanjutkan lagi menggunakan cairan pel yang lumrah digunakan untuk mengepel lantai.

Baca Juga :  Lestarikan Kuliner Tradisional Saat Kegiatan Adat

Lalu, apakah air laut yang digunakan itu harus diambil dari tempat khusus?  Dikatakan Made Kara, tidak harus mengambil di tempat khusus. Dimana saja bisa diambil, yang penting air laut. “Hal ini juga tercatat di buku maupun lontar yang saya pelajari, yang menyebutkan air laut itu dipakai untuk pelebur mala atau kekuatan-kekuatan negatif. Kalau rumah sudah disiram dan memiliki energi yang positif, roh-roh jahat maupun energi negatif tidak bisa masuk ke rumah kita,” sambung Made Kara.

Penggunaan air laut ini juga cocok dilakukan di tempat kerja, misalkan di kantor. Meja atau kursi yang sering dipakai, lebih baik dibersihkan atau dilap terlebih dulu menggunakan air laut. Setelah itu, baru bisa diduduki. “Siapa tau ada yang tidak suka dengan kita, bisa disakiti atau disusupi hal-hal yang tidak baik,” terangnya. 

Begitu juga ketika seseorang melaksanakan kegiatan upacara manusa yadnya, seperti Matatah. Air laut itu disiram di lokasi yang dipergunakan untuk Matatah untuk menangkal energi negatif yang hendak menyerang orang yang ingin dipotong giginya. Sembari ditambahkan juga panyengker atau pagar gaib. 


Most Read

Artikel Terbaru