alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, May 29, 2022

OM Bhujanga-bhusanaya Namah, Kisah Ular di Leher Siva

OM, sembah bhakti hamba kepada Siva Bhujanga-bhusana yang berhiaskan ular suci sebagai kalung di leher-Nya. (Salutations to Siva Bhujanga-bhusana, Who wears divine serpents as ornaments on His neck).

Dalam Bahasa Sanskerta, kata bhujanga berarti ular dan bhusana berarti pakaian, hiasan, ornamen, dekorasi. Selanjutnya kata bhusana diadopsi ke dalam bahasa Indonesia menjadi busana (pakaian).

Siva mengenakan hiasan kalung ular suci yang melingkar tiga kali di leher-Nya melambangkan tiga waktu, yaitu Bhuta-kala (waktu yang sudah berlalu), Vartamana-kala (waktu pada masa sekarang), dan Bhavisya-kala (waktu yang akan datang).

Ada pula yang menghubung-hubungkan ular yang melingkar tiga kali di leher Siva sebagai simbol dari kekuatan sakti Kuṇḍalini yang terdapat di dalam badan setiap orang. Yang lain, ada pula yang menafsirkan bahwa ular Vasuki yang dikalungkan di leher Siva melambangkan putaran kesengsaraan punarbhava, yaitu kelahiran dan kematian yang tiada putusnya.

Vasuki diterima menjadi abdi dekat Siva karena ikut bersama Siva meminum racun mematikan bernama Halahala atau Kalakuta yang timbul akibat pemutaran Gunung Mandara. Selanjutnya, Siva dikenal dengan nama Visakantha atau Nilakantha setelah meminum racun mematikan tersebut.

Ular juga melambangkan ahamkara atau keakuan palsu. Ahamkara yang dikendalikan dengan baik melalui pertapaan-pertapaan dan berbagai praktik-praktik spiritual lainnya dalam bimbingan yang benar, maka ‘ular ego’ akan dimurnikan dan membantu orang untuk mengangkat dirinya menjadi kesayangan-Nya.

Terdapat banyak tafsir perihal jumlah ular yang bersama Siva; ada yang mengatakan satu (hanya Raja Ular Vasuki), ada yang mengatakan satu ular bermuka lima, dan ada pula yang mengatakan 8 atau 9 Raja Ular Sakti.

Dari seluruh kaum ular, 9 nama Raja Ular terkemuka yang sangat suci dan sakti yang selalu dekat dengan Siva, antara lain: Vasuki, Taksaka, Anantasesa, Karkotaka, Sankha, Kulika, Pingala, Padma, dan Mahapadma.

Terdapat pula tafsir lain yang menyebutkan bahwa ular adalah simbol dari segala macam ketakutan. Seorang abdi Siva yang tulus murni memuja Siva akan dikaruniai dengan kekuatan serta ketabahan di dalam diri, dijauhkan dari rasa ketakutan, sehingga bisa hidup yang tenang dan damai di dunia ini.

 )*Master Meditasi Angka, Pengajar Veda, Penerjemah Bhagavad Gita

 


OM, sembah bhakti hamba kepada Siva Bhujanga-bhusana yang berhiaskan ular suci sebagai kalung di leher-Nya. (Salutations to Siva Bhujanga-bhusana, Who wears divine serpents as ornaments on His neck).

Dalam Bahasa Sanskerta, kata bhujanga berarti ular dan bhusana berarti pakaian, hiasan, ornamen, dekorasi. Selanjutnya kata bhusana diadopsi ke dalam bahasa Indonesia menjadi busana (pakaian).

Siva mengenakan hiasan kalung ular suci yang melingkar tiga kali di leher-Nya melambangkan tiga waktu, yaitu Bhuta-kala (waktu yang sudah berlalu), Vartamana-kala (waktu pada masa sekarang), dan Bhavisya-kala (waktu yang akan datang).

Ada pula yang menghubung-hubungkan ular yang melingkar tiga kali di leher Siva sebagai simbol dari kekuatan sakti Kuṇḍalini yang terdapat di dalam badan setiap orang. Yang lain, ada pula yang menafsirkan bahwa ular Vasuki yang dikalungkan di leher Siva melambangkan putaran kesengsaraan punarbhava, yaitu kelahiran dan kematian yang tiada putusnya.

Vasuki diterima menjadi abdi dekat Siva karena ikut bersama Siva meminum racun mematikan bernama Halahala atau Kalakuta yang timbul akibat pemutaran Gunung Mandara. Selanjutnya, Siva dikenal dengan nama Visakantha atau Nilakantha setelah meminum racun mematikan tersebut.

Ular juga melambangkan ahamkara atau keakuan palsu. Ahamkara yang dikendalikan dengan baik melalui pertapaan-pertapaan dan berbagai praktik-praktik spiritual lainnya dalam bimbingan yang benar, maka ‘ular ego’ akan dimurnikan dan membantu orang untuk mengangkat dirinya menjadi kesayangan-Nya.

Terdapat banyak tafsir perihal jumlah ular yang bersama Siva; ada yang mengatakan satu (hanya Raja Ular Vasuki), ada yang mengatakan satu ular bermuka lima, dan ada pula yang mengatakan 8 atau 9 Raja Ular Sakti.

Dari seluruh kaum ular, 9 nama Raja Ular terkemuka yang sangat suci dan sakti yang selalu dekat dengan Siva, antara lain: Vasuki, Taksaka, Anantasesa, Karkotaka, Sankha, Kulika, Pingala, Padma, dan Mahapadma.

Terdapat pula tafsir lain yang menyebutkan bahwa ular adalah simbol dari segala macam ketakutan. Seorang abdi Siva yang tulus murni memuja Siva akan dikaruniai dengan kekuatan serta ketabahan di dalam diri, dijauhkan dari rasa ketakutan, sehingga bisa hidup yang tenang dan damai di dunia ini.

 )*Master Meditasi Angka, Pengajar Veda, Penerjemah Bhagavad Gita

 


Most Read

Artikel Terbaru

/