alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, May 25, 2022

Usada Kalimosada (13) : Atasi Sesak, Problem Mata, dan Telinga

DENPASAR, BALI EXPRESS-Beragam masalah kesehatan, mulai dari gejala, efek, cara mengobati, dan sarana untuk mengatasi sakit dirangkum, dan diambil dari Buku ‘Berbagai Cara Pengobatan Menurut Lontar Usada, Pengobatan Tradisional Bali’.

Buku yang ditulis oleh I Ketut Suwidja ini ditulis berseri, sesuai dengan yang dibeber dalam buku yang diterbitkan tahun 1991.

Pada mata terdapat bintil putih (Bali : kutikan) : buah samanjai 21 biji, kuncup bunga menuh (Jasminum Sambac Ait) 21 buah, dipipis, dicampur ketan gajih yang dicuci di telapak tangan, ditutuh.

Mata gatal : daun karuk, garam lanang, ditutuh. Mata meletus : kemiri lanang, asam, daun kayu putih, garan lanang, ditambah air susu ibu, ditutih.

Mata bengkak : tawos biru, ditambah air susu ibu, direndam dalam bejana (Bali : sangku) tembaga selama 3 malam, ditutuh.

Obat tuli : dapdap tis, adas, ditutuh. Obat tuli : akar glagah, adas, ditutuh. Sakit telinga: bawang putih 3 siung, daringo 3 iris, ditutuh.

Sesak nafas : daun intaran (Azadirachta indica juss), air entip (menanak nasi dengan cara merebus beras, keraknya bernama entip), dicampur beras merah diremas dalam air, direbus dan diaduk (Bali : kela), diminum. Gelisah : cendana diasab, dicampur leri, untuk bedak.

Terkejut : kapkap, musi, disembar. Mual dan ulu hati seperti ditekan dan tidak enak badan : daun kuranta, bagian-bagian pohon suren (Cedrela febrifuga Bl.), daun kayu apuh (Pestia stratiotes L. Araceae), induk kunir, trikatuka, lawos 3 iris, dipipis, diperas, ditambah air cuka, diminum.

Sakit perut : akar pepaya, akar paspasan, induk kunir, daun rumput ulam, ketan gajih, asam lama santan murni, diambil ekstraknya, direbus dan diaduk dalam kuali besi sampai matang berupa dodol, minyaknya untuk mengurut dan dodolnya ditelan.

Setiap sakit perut : getah awara-awar (Ficus leucantatoma poir), daun temu yang menjurus ke timur laut, cabe dipipis, lalu ditempelkan.


DENPASAR, BALI EXPRESS-Beragam masalah kesehatan, mulai dari gejala, efek, cara mengobati, dan sarana untuk mengatasi sakit dirangkum, dan diambil dari Buku ‘Berbagai Cara Pengobatan Menurut Lontar Usada, Pengobatan Tradisional Bali’.

Buku yang ditulis oleh I Ketut Suwidja ini ditulis berseri, sesuai dengan yang dibeber dalam buku yang diterbitkan tahun 1991.

Pada mata terdapat bintil putih (Bali : kutikan) : buah samanjai 21 biji, kuncup bunga menuh (Jasminum Sambac Ait) 21 buah, dipipis, dicampur ketan gajih yang dicuci di telapak tangan, ditutuh.

Mata gatal : daun karuk, garam lanang, ditutuh. Mata meletus : kemiri lanang, asam, daun kayu putih, garan lanang, ditambah air susu ibu, ditutih.

Mata bengkak : tawos biru, ditambah air susu ibu, direndam dalam bejana (Bali : sangku) tembaga selama 3 malam, ditutuh.

Obat tuli : dapdap tis, adas, ditutuh. Obat tuli : akar glagah, adas, ditutuh. Sakit telinga: bawang putih 3 siung, daringo 3 iris, ditutuh.

Sesak nafas : daun intaran (Azadirachta indica juss), air entip (menanak nasi dengan cara merebus beras, keraknya bernama entip), dicampur beras merah diremas dalam air, direbus dan diaduk (Bali : kela), diminum. Gelisah : cendana diasab, dicampur leri, untuk bedak.

Terkejut : kapkap, musi, disembar. Mual dan ulu hati seperti ditekan dan tidak enak badan : daun kuranta, bagian-bagian pohon suren (Cedrela febrifuga Bl.), daun kayu apuh (Pestia stratiotes L. Araceae), induk kunir, trikatuka, lawos 3 iris, dipipis, diperas, ditambah air cuka, diminum.

Sakit perut : akar pepaya, akar paspasan, induk kunir, daun rumput ulam, ketan gajih, asam lama santan murni, diambil ekstraknya, direbus dan diaduk dalam kuali besi sampai matang berupa dodol, minyaknya untuk mengurut dan dodolnya ditelan.

Setiap sakit perut : getah awara-awar (Ficus leucantatoma poir), daun temu yang menjurus ke timur laut, cabe dipipis, lalu ditempelkan.


Most Read

Artikel Terbaru

/