alexametrics
30.4 C
Denpasar
Saturday, May 21, 2022

Kalender Bali Muat Hari Raya Hindu India, Ini Penjelasan Sutarya

DENPASAR, BALI EXPRESS – Kalender Bali yang disusun oleh Drs. Nyoman Singgin Wikarman (alm) yang saat ini dilanjutkan oleh putranya, Dr I Gde Sutarya mencuri perhatian banyak pihak. Pasalnya, selain memuat perayaan hari-hari raya suci umat Hindu Bali, kalender ini juga memuat perayaan hari raya suci umat Hindu India. Penyusunan Kalender ini bertujuan agar dapat dimanfaatkan secara universal oleh umat Hindu dari berbagai suku di Indonesia maupun umat Hindu India yang berada di Indonesia.

Ditemui di UNHN IGBS Denpasar, Dr I Gde Sutarya yang merupakan anak dari mendiang Drs. Nyoman Singgin Wikarman mengungkapkan bahwa wacana penyusunan kalender Bali Hindu India telah tercetus sejak tahun 1990. Melalui pertemuan para anggota Tim Pengkaji Wariga dan Penyusunan Kalender Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali itu muncullah gagasan agar kalender Bali yang disusun dapat dibaca dan digunakan oleh umat Hindu di Indonesia dan dunia. Akan tetapi, penyusunan hari raya Hindu dari berbagai suku di Indonesia belum dapat direalisasikan mengingat minimnya sumber dan data.

“Perhitungan hari raya Hindu dari berbagai suku di Indonesia belum sempat digodok secara matang karena memang sumber data dan informasinya yang sangat minim,” jelasnya.

Sementara itu, perhitungan hari raya India sangat mudah dikaji mengingat banyaknya sumber data dan bahan-bahan yang mudah diakses melalui media internet. Apalagi umat Hindu India tersebar dalam jumlah yang banyak di Indonesia sehingga hari raya Hindu India inilah yang pertama mulai disusun dalam kalender Bali.

Menurut Wakil Dekan Fakultas Dharma Duta UHN IGBS Denpasar, ini kalender Bali berpatokan pada Kalender India. “Dalam menyebut sasih kesebelas itu Desta, kemudian sasih yang keduabelas adalah Asada, dan menyebut sasih keempat dengan sasih Kartika yang merupakan Bahasa Sansekerta. Inilah bukti bahwa kalender Bali juga mengadopsi kalender-kalender Hindu di India,” jelasnya.

Dari perbandingan itulah, ditemukan hari raya umat Hindu di India yang mulai dicantumkan dalam kalender Hindu Bali untuk menghargai umat Hindu keturunan India yang merayakan di Indoensia. Tujuan disusunnya kalender ini adalah untuk memberikan informasi perayaan hari-hari suci umat Hindu secara universal bagi yang merayakan dan yang tidak merayakan dapat saling menghormati.

“Intinya kalender ini untuk merangkum kebhinekaan bukan memaksa orang untuk merayakan hari raya orang lain,” ungkapnya.

Hari raya Hindu India yang sudah dimasukkan ke dalam kalender Bali yang disusun oleh Drs. Nyoman Singgin Wikarman di antaranya Hari Raya Diwali, kelahiran Khrisnha atau Krishna Janmashtami, kelahiran Rama atau Rama Navami, Holy, kelahiran Rsi Wyasa atau Guru Purnima, dan lain sebagainya.

Pihaknya tidak menemui kendala dalam penyusunan hari-hari raya Hindu India dalam kalender Bali, tetapi justru menemui kendala dalam menyusun hari raya Hindu suku Kaharingan dan Hindu suku lainnya di Indonesia. Sebab terbatasnya sumber dan penelitian. Kami juga mengajak pengkaji wariga untuk bertemu dan melakukan penelitian untuk menyusun hari raya Hindu suku lainnya agar dapat menyusun kalender yang dapat dibaca oleh seluruh umat Hindu secara universal. 

“Tetapi kami akan segera inventaris untuk menjadi masukan kepada Dirjen Bimas Hindu untuk mengetahui hari raya umat Hindu  di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Ke depan pihaknya berharap agar hari raya yang telah dimasukkan dalam kalender Bali itu dapat diusulkan sebagai hari libur fakultatif di daerah-daerah tertentu yang terdapat umat Hindu yang merayakan. Pihaknya tidak ingin ada pihak-pihak yang salah pengertian karena merasa dipaksa untuk merayakan hari raya Hindu di India.

“Ini hanya sekadar informasi bahwa umat Hindu di daerah ini sedang merayakan hari raya ini dan kita umat Hindu yang tidak merayakan cukup mengucapkan dan menghormati saja bukan dipaksa untuk ikut merayakan,” pungkasnya. (win)


DENPASAR, BALI EXPRESS – Kalender Bali yang disusun oleh Drs. Nyoman Singgin Wikarman (alm) yang saat ini dilanjutkan oleh putranya, Dr I Gde Sutarya mencuri perhatian banyak pihak. Pasalnya, selain memuat perayaan hari-hari raya suci umat Hindu Bali, kalender ini juga memuat perayaan hari raya suci umat Hindu India. Penyusunan Kalender ini bertujuan agar dapat dimanfaatkan secara universal oleh umat Hindu dari berbagai suku di Indonesia maupun umat Hindu India yang berada di Indonesia.

Ditemui di UNHN IGBS Denpasar, Dr I Gde Sutarya yang merupakan anak dari mendiang Drs. Nyoman Singgin Wikarman mengungkapkan bahwa wacana penyusunan kalender Bali Hindu India telah tercetus sejak tahun 1990. Melalui pertemuan para anggota Tim Pengkaji Wariga dan Penyusunan Kalender Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali itu muncullah gagasan agar kalender Bali yang disusun dapat dibaca dan digunakan oleh umat Hindu di Indonesia dan dunia. Akan tetapi, penyusunan hari raya Hindu dari berbagai suku di Indonesia belum dapat direalisasikan mengingat minimnya sumber dan data.

“Perhitungan hari raya Hindu dari berbagai suku di Indonesia belum sempat digodok secara matang karena memang sumber data dan informasinya yang sangat minim,” jelasnya.

Sementara itu, perhitungan hari raya India sangat mudah dikaji mengingat banyaknya sumber data dan bahan-bahan yang mudah diakses melalui media internet. Apalagi umat Hindu India tersebar dalam jumlah yang banyak di Indonesia sehingga hari raya Hindu India inilah yang pertama mulai disusun dalam kalender Bali.

Menurut Wakil Dekan Fakultas Dharma Duta UHN IGBS Denpasar, ini kalender Bali berpatokan pada Kalender India. “Dalam menyebut sasih kesebelas itu Desta, kemudian sasih yang keduabelas adalah Asada, dan menyebut sasih keempat dengan sasih Kartika yang merupakan Bahasa Sansekerta. Inilah bukti bahwa kalender Bali juga mengadopsi kalender-kalender Hindu di India,” jelasnya.

Dari perbandingan itulah, ditemukan hari raya umat Hindu di India yang mulai dicantumkan dalam kalender Hindu Bali untuk menghargai umat Hindu keturunan India yang merayakan di Indoensia. Tujuan disusunnya kalender ini adalah untuk memberikan informasi perayaan hari-hari suci umat Hindu secara universal bagi yang merayakan dan yang tidak merayakan dapat saling menghormati.

“Intinya kalender ini untuk merangkum kebhinekaan bukan memaksa orang untuk merayakan hari raya orang lain,” ungkapnya.

Hari raya Hindu India yang sudah dimasukkan ke dalam kalender Bali yang disusun oleh Drs. Nyoman Singgin Wikarman di antaranya Hari Raya Diwali, kelahiran Khrisnha atau Krishna Janmashtami, kelahiran Rama atau Rama Navami, Holy, kelahiran Rsi Wyasa atau Guru Purnima, dan lain sebagainya.

Pihaknya tidak menemui kendala dalam penyusunan hari-hari raya Hindu India dalam kalender Bali, tetapi justru menemui kendala dalam menyusun hari raya Hindu suku Kaharingan dan Hindu suku lainnya di Indonesia. Sebab terbatasnya sumber dan penelitian. Kami juga mengajak pengkaji wariga untuk bertemu dan melakukan penelitian untuk menyusun hari raya Hindu suku lainnya agar dapat menyusun kalender yang dapat dibaca oleh seluruh umat Hindu secara universal. 

“Tetapi kami akan segera inventaris untuk menjadi masukan kepada Dirjen Bimas Hindu untuk mengetahui hari raya umat Hindu  di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Ke depan pihaknya berharap agar hari raya yang telah dimasukkan dalam kalender Bali itu dapat diusulkan sebagai hari libur fakultatif di daerah-daerah tertentu yang terdapat umat Hindu yang merayakan. Pihaknya tidak ingin ada pihak-pihak yang salah pengertian karena merasa dipaksa untuk merayakan hari raya Hindu di India.

“Ini hanya sekadar informasi bahwa umat Hindu di daerah ini sedang merayakan hari raya ini dan kita umat Hindu yang tidak merayakan cukup mengucapkan dan menghormati saja bukan dipaksa untuk ikut merayakan,” pungkasnya. (win)


Most Read

Artikel Terbaru

/