alexametrics
29.8 C
Denpasar
Wednesday, May 25, 2022

Menurut Jro Pandit, Saat Berpuasa Pantang Tepuk Nyamuk

Puasa menurut ajaran agama Hindu berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu gabungan kata Upa yang berarti dekat atau mendekat, dan Wasa yang berarti Tuhan yang Maha Kuasa.

Puasa menurut agama Hindu artinya mengendalikan nafsu indria atau mengendalikan keinginan. Indria haruslah berada di bawah pikiran yang sempurna, dan pikiran berada di bawah kesadaran budhi. Dengan terkendalinya indria, maka pikiran kita terkendali sehingga mendekatkan kita dengan kesucian dan tentunya Tuhan.

Hal ini juga yang disampaikan oleh Jro Pandit dalam kanal Youtubenya Jro Pandit Spiritual. Menurutnya, puasa merupakan proses tapa brata yang sangat penting dilakukan bagi pelaku atau penekun spiritual. Banyak yang keliru bahwa puasa dilakukan dengan menahan haus dan minum selama sehari. Pada intinya puasa adalah pengendalian indria. “Jika baru menahan lapar dan haus saja, itu berarti baru satu indria yang dikendalikan,” ungkapnya.

Dalam menjalankan puasa, seseorang harus mengendalikan panca indrianya. Jro Pandit mencontohkan, ketika melihat orang makan enak, kita tidak boleh tergoda. Begitu juga dalam pengendalian hawa nafsu, jangan sampai tergoda ketika melihat wanita cantik atau seksi.

Ada beberapa pantangan yang tidak boleh dilakukan  saat berpuasa, di antaranya tidak boleh marah, membicarakan orang lain atau berpikir negative, tidak boleh membunuh hewan. “Kalaupun ada nyamuk yang hinggap jangan dibunuh. Lebih baik ditiup agar pergi. Jika ini dilanggar, maka puasa yang dijalankan akan batal,” jelasnya.

Jro Pandit juga memaparkan, ada beberapa jenis puasa yang dapat dilakukan sesuai dengan kondisi tubuh seseorang. Pertama puasa mutih (putih), artinya hanya boleh makan nasi putih dan air. Kemudian puasa daging, artinya tidak mengkonsumsi daging selama berpuasa, dan puasa kering artinya sama sekali tidak makan dan minum selama berpuasa. “Jenis puasa ini dijalankan dengan menyesuaikan kondisi tubuh. Jika memang belum kuat, bisa dimulai dengan puasa daging dulu,” paparnya.

Lebih lanjut, Jro Pandit mengungkap, biasanya seseorang melakukan puasa pada saat hari baik, pada waktu hari kelahiran dan memperingati hari raya suci agama Hindu. Ia pun menambahkan bahwa berpuasa bertujuan untuk memurnikan diri dari hal-hal negative. “Orang yang melakukan tapa brata puasa adalah orang yang pikirannya suci lahir batin. Jika saat sedang berpuasa muncul pikiran negative, maka tidak perlu dilanjutkan karena puasa otomatis batal. Itu berarti kita belum mampu mengendalikan indria,” pungkasnya.






Reporter: Wiwin Meliana

Puasa menurut ajaran agama Hindu berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu gabungan kata Upa yang berarti dekat atau mendekat, dan Wasa yang berarti Tuhan yang Maha Kuasa.

Puasa menurut agama Hindu artinya mengendalikan nafsu indria atau mengendalikan keinginan. Indria haruslah berada di bawah pikiran yang sempurna, dan pikiran berada di bawah kesadaran budhi. Dengan terkendalinya indria, maka pikiran kita terkendali sehingga mendekatkan kita dengan kesucian dan tentunya Tuhan.

Hal ini juga yang disampaikan oleh Jro Pandit dalam kanal Youtubenya Jro Pandit Spiritual. Menurutnya, puasa merupakan proses tapa brata yang sangat penting dilakukan bagi pelaku atau penekun spiritual. Banyak yang keliru bahwa puasa dilakukan dengan menahan haus dan minum selama sehari. Pada intinya puasa adalah pengendalian indria. “Jika baru menahan lapar dan haus saja, itu berarti baru satu indria yang dikendalikan,” ungkapnya.

Dalam menjalankan puasa, seseorang harus mengendalikan panca indrianya. Jro Pandit mencontohkan, ketika melihat orang makan enak, kita tidak boleh tergoda. Begitu juga dalam pengendalian hawa nafsu, jangan sampai tergoda ketika melihat wanita cantik atau seksi.

Ada beberapa pantangan yang tidak boleh dilakukan  saat berpuasa, di antaranya tidak boleh marah, membicarakan orang lain atau berpikir negative, tidak boleh membunuh hewan. “Kalaupun ada nyamuk yang hinggap jangan dibunuh. Lebih baik ditiup agar pergi. Jika ini dilanggar, maka puasa yang dijalankan akan batal,” jelasnya.

Jro Pandit juga memaparkan, ada beberapa jenis puasa yang dapat dilakukan sesuai dengan kondisi tubuh seseorang. Pertama puasa mutih (putih), artinya hanya boleh makan nasi putih dan air. Kemudian puasa daging, artinya tidak mengkonsumsi daging selama berpuasa, dan puasa kering artinya sama sekali tidak makan dan minum selama berpuasa. “Jenis puasa ini dijalankan dengan menyesuaikan kondisi tubuh. Jika memang belum kuat, bisa dimulai dengan puasa daging dulu,” paparnya.

Lebih lanjut, Jro Pandit mengungkap, biasanya seseorang melakukan puasa pada saat hari baik, pada waktu hari kelahiran dan memperingati hari raya suci agama Hindu. Ia pun menambahkan bahwa berpuasa bertujuan untuk memurnikan diri dari hal-hal negative. “Orang yang melakukan tapa brata puasa adalah orang yang pikirannya suci lahir batin. Jika saat sedang berpuasa muncul pikiran negative, maka tidak perlu dilanjutkan karena puasa otomatis batal. Itu berarti kita belum mampu mengendalikan indria,” pungkasnya.






Reporter: Wiwin Meliana

Most Read

Artikel Terbaru

/