alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Begini Sebaiknya Cara Melukat

Melukat adalah upacara pembersihan pikiran dan jiwa secara spiritual dalam diri manusia. Upacara ini dilakukan secara turun-temurun oleh umat Hindu hingga saat ini. Penyucian secara rohani artinya menghilangkan pengaruh kotor/klesa dalam diri.

Sementara menurut Jro Panca dalam Kanal Youtube Taksu Poleng, melukat merupakan kegiatan untuk membersihkan diri secara rohani. Di Bali begitu banyak tempat-tempat melukat yang dapat dikunjung. Hanya saja, menurut Jro Panca, secara garis besar ada 3 tempat untuk  melukat.  Pertama melukat di palinggih atau kemulan.  Melukat di palinggih dengan cara nunas tirta atau air suci pada sumber mata air, kemudian dibawa ke rumah dan digunakan melukat di rumah. Kedua, melukat dengan dibantu oleh orang yang mumpumi. Ketiga melukat pada sumber-sumber mata air.

Baca Juga :  Pasek Swastika: Sirawista adalah Penyeimbang Pikiran

Lebih lanjut, Jro Panca menyebutkan, setiap sumber mata air memiliki kekuatan yang berbeda-beda. Hal ini dipengaruhi oleh kebiasaan orang suci zaman dahulu. Dulu sebelum orang suci Nyurya Sewana maka ia akan mendoakan  sumber mata air itu terlebih dahulu. “Sebelum mandi Maha Rsi dahulu mendoakan agar kekuatan Tuhan menganugrahi sumber mata air. Berbeda dengan sekarang. yang datang ke tempat penglukatan justru meminta panganugrahan. Inilah yang membuat tempat-tempat melukat yang sempat didatangi oleh orang suci dahulu memiliki kekuatan yang dahsyat,” jelasnya.

Selain membersihkan diri secara rohani, melukat juga diyakini dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit baik sekala maupun niskala. Namun tidak jarang, tingkat kesembuhan setiap orang berbeda-berbeda saat melukat di suatu tempat. Hal ini, kata Jro Panca, berkaitan dengan leluhur kita sebelumnya. Misalnya leluhur terdahulu pernah melukat di suatu tempat dan sembuh, maka secara tidak langsung kita atau reinkarnasinya juga dapat sembuh jika dilukat di tempat yang sama. “Melukat yang benar itu adalah mengambil inti dari air itu,” jelasnya.

Baca Juga :  Bukan Dekorasi, Kelangsah Tangkal Kekuatan Jahat

Tata cara melukat secara sekala dan niskala yang benar menurut Jro Panca adalah pertama meminta izin kepada pangempon. Ikuti agem-ageman atau aturan yang dimiliki tempat penglukatan itu. Meski sudah terdapat Jro Mangku, namun pembersihan sebaiknya dilakukan sendiri karena tidak bisa diwakilkan. “Agar inti dari energi itu dapat diperoleh, sebaiknya melukat dilakukan sendiri sehingga energi sefrekuensi didapatkan, ini dapat dilakukan dengan doa,” pungkasnya.






Reporter: Wiwin Meliana

Melukat adalah upacara pembersihan pikiran dan jiwa secara spiritual dalam diri manusia. Upacara ini dilakukan secara turun-temurun oleh umat Hindu hingga saat ini. Penyucian secara rohani artinya menghilangkan pengaruh kotor/klesa dalam diri.

Sementara menurut Jro Panca dalam Kanal Youtube Taksu Poleng, melukat merupakan kegiatan untuk membersihkan diri secara rohani. Di Bali begitu banyak tempat-tempat melukat yang dapat dikunjung. Hanya saja, menurut Jro Panca, secara garis besar ada 3 tempat untuk  melukat.  Pertama melukat di palinggih atau kemulan.  Melukat di palinggih dengan cara nunas tirta atau air suci pada sumber mata air, kemudian dibawa ke rumah dan digunakan melukat di rumah. Kedua, melukat dengan dibantu oleh orang yang mumpumi. Ketiga melukat pada sumber-sumber mata air.

Baca Juga :  Kulkul Keramat Bersuara, Pura Pajenengan Dipadati, Ini Saran PHDI

Lebih lanjut, Jro Panca menyebutkan, setiap sumber mata air memiliki kekuatan yang berbeda-beda. Hal ini dipengaruhi oleh kebiasaan orang suci zaman dahulu. Dulu sebelum orang suci Nyurya Sewana maka ia akan mendoakan  sumber mata air itu terlebih dahulu. “Sebelum mandi Maha Rsi dahulu mendoakan agar kekuatan Tuhan menganugrahi sumber mata air. Berbeda dengan sekarang. yang datang ke tempat penglukatan justru meminta panganugrahan. Inilah yang membuat tempat-tempat melukat yang sempat didatangi oleh orang suci dahulu memiliki kekuatan yang dahsyat,” jelasnya.

Selain membersihkan diri secara rohani, melukat juga diyakini dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit baik sekala maupun niskala. Namun tidak jarang, tingkat kesembuhan setiap orang berbeda-berbeda saat melukat di suatu tempat. Hal ini, kata Jro Panca, berkaitan dengan leluhur kita sebelumnya. Misalnya leluhur terdahulu pernah melukat di suatu tempat dan sembuh, maka secara tidak langsung kita atau reinkarnasinya juga dapat sembuh jika dilukat di tempat yang sama. “Melukat yang benar itu adalah mengambil inti dari air itu,” jelasnya.

Baca Juga :  Tantra Jadi Samudra Pengetahuan Penuh Misteri

Tata cara melukat secara sekala dan niskala yang benar menurut Jro Panca adalah pertama meminta izin kepada pangempon. Ikuti agem-ageman atau aturan yang dimiliki tempat penglukatan itu. Meski sudah terdapat Jro Mangku, namun pembersihan sebaiknya dilakukan sendiri karena tidak bisa diwakilkan. “Agar inti dari energi itu dapat diperoleh, sebaiknya melukat dilakukan sendiri sehingga energi sefrekuensi didapatkan, ini dapat dilakukan dengan doa,” pungkasnya.






Reporter: Wiwin Meliana

Most Read

Artikel Terbaru

/