alexametrics
27.6 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Mohon Diberkati Keturunan di Taman Beji Teluk Terima

SINGARAJA, BALI EXPRESS-Selain menjadi saksi kisah cinta Jayaprana dan Layonsari. Menurut Jero Mangku Putu Yasa, 44, selama ini pamedek yang nangkil ke Pura Taman Beji juga banyak yang bertujuan malukat, sekaligus memohon kesembuhan dari suatu penyakit, hingga memohon keturunan. Apalagi di areal Pura Taman Beji memang disiapkan tempat malukat. “Ada yang datang untuk panyucian diri, memohon kesembuhan, bahkan ada yang memohon keturunan,” imbuhnya.

Ia menyebut, tidak jarang pula pamedek yang berprofesi sebagai petani nangkil untuk nunas rabuk (pupuk) di areal Pura Taman Beji. Sebab, di areal pura ini terdapat aliran sungai yang telah mengering. Sehingga, pemedek bisa nunas tanah tersebut untuk selanjutnya dipasupati.

Baca Juga :  Ramai saat Kajeng Kliwon dan Purnama

“Masyarakat yang mau nunas lemekan atau pupuk diminta untuk mapiuning (memohon izin), selanjutnya langsung mengambil pasir yang berada di areal pura, kemudian dipasupati oleh jero mangku. Setelah itu, bisa dibawa pulang untuk ditaburkan di areal perkebunan atau pertanian, dengan harapan tanaman tumbuh subur dan panen berlimpah,” ujarnya pekan kemarin.

Sedangkan, untuk pura yang berada di puncak, di sana terdapat dua buah patung Jayaprana dan Layonsari sebagai palinggih utama. Palinggih tersebut berada di dalam sebuah bangunan. Sehingga pamedek yang nangkil melakukan persembahyangan di dalam bangunan tersebut.

“Memang sebagian besar pamedek yang nangkil ke Pura Jayaprana dan Layonsari permintaannya banyak terkabulkan. Sehingga kerap pamedek kembali nangkil untuk ngaturang sesangi atau saud atur,” pungkasnya.

Baca Juga :  Pedagang Hindu Sisa 40 Persen, Pura Melanting akan Diserahkan ke Desa

 


SINGARAJA, BALI EXPRESS-Selain menjadi saksi kisah cinta Jayaprana dan Layonsari. Menurut Jero Mangku Putu Yasa, 44, selama ini pamedek yang nangkil ke Pura Taman Beji juga banyak yang bertujuan malukat, sekaligus memohon kesembuhan dari suatu penyakit, hingga memohon keturunan. Apalagi di areal Pura Taman Beji memang disiapkan tempat malukat. “Ada yang datang untuk panyucian diri, memohon kesembuhan, bahkan ada yang memohon keturunan,” imbuhnya.

Ia menyebut, tidak jarang pula pamedek yang berprofesi sebagai petani nangkil untuk nunas rabuk (pupuk) di areal Pura Taman Beji. Sebab, di areal pura ini terdapat aliran sungai yang telah mengering. Sehingga, pemedek bisa nunas tanah tersebut untuk selanjutnya dipasupati.

Baca Juga :  Bahasa Bali Kian Memudar di Tanah Dewata

“Masyarakat yang mau nunas lemekan atau pupuk diminta untuk mapiuning (memohon izin), selanjutnya langsung mengambil pasir yang berada di areal pura, kemudian dipasupati oleh jero mangku. Setelah itu, bisa dibawa pulang untuk ditaburkan di areal perkebunan atau pertanian, dengan harapan tanaman tumbuh subur dan panen berlimpah,” ujarnya pekan kemarin.

Sedangkan, untuk pura yang berada di puncak, di sana terdapat dua buah patung Jayaprana dan Layonsari sebagai palinggih utama. Palinggih tersebut berada di dalam sebuah bangunan. Sehingga pamedek yang nangkil melakukan persembahyangan di dalam bangunan tersebut.

“Memang sebagian besar pamedek yang nangkil ke Pura Jayaprana dan Layonsari permintaannya banyak terkabulkan. Sehingga kerap pamedek kembali nangkil untuk ngaturang sesangi atau saud atur,” pungkasnya.

Baca Juga :  Daun Sirih Ampuh sebagai Obat Luar dan Dalam, Waspadai Efek Negatifnya

 


Most Read

Artikel Terbaru

/