alexametrics
24.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Juga Tempat Nunas Taksu Dalang dan Meruwat

Keberadaan Pura Siwa Manik Dalang memang tak lepas dari Wayang dan Dalang. Bagi Jro Dalang di Bali, hampir sebagian besar pernah nunas taksu dalang di Pelinggih Taksu Agung atau Taksu Gede.

 

Mangku Badra mengatakan, dalang-dalang tenar yang ada di Bali, seperti Cenk Blonk juga nunas taksu dalang di Pura Siwa Manik Dalang. “Yang yakin hampir 99,99 persen dalang nangkil kesini nunas taksu. Begitu juga dalang dari Buleleng maupun luar Buleleng,” bebernya.

 

Tak hanya kerap dikunjungi Jro Dalang, bagi krama yang lahir pada Wuku Wayang, mulai Redite hingga Saniscara disebutnya juga sering nangkil untuk nunas penglukatan di Pura Siwa Manik Dalang. Tak pelak, di pura ini pujawalinya nyejer dari Redite hingga Saniscara Wuku Wayang.

 

Krama yang nangkil diakuinya sesuai dengan hari kelahiran. Jika yang lahirnya Soman Wayang, maka disarankan untuk nangkil saat Soman Wuku Wayang. Pun demikian dengan hari-hari selanjutnya. “Puncak Pujawali saat Soman Wayang, kemudian nyinebnya saat Saniscara atau Tumpek Wayang,” imbuhnya.

 

Prosesinya, krama yang nangkil dan hendak nunas penglukatan disarankan untuk membawa banten Pras Pejati. Selanjutnya dihaturkan di sejumlah pelinggih, utamanya Dewa Bagus Manik Dalang dan Pelinggih Taksu Agung.

 

Setelah mepiuning, dilanjutkan dengan persembahyangan bersama yang dipimpin oleh pemangku. Kemudian prosesi pelukata di depan paduraksa Pura Siwa Manik Dalang pun bisa dilakukan sesuai dengan nomor urut yang telah ditentukan. Usai melukat, pemedek diarahkan untuk nunas tirta. Ritual terakhir dilanjutkan dengan natab dan nunas benang tridatu.

 

Pengempon Pura Siwa Manik Dalang juga rutin melaksanakan ritual Nyapuleger. Ritual ini diperuntukkan bagi pemedek yang lahir saat Wuku Wayang dan sudah menginjak usia minimal 13 tahun.

 

Namun, jika pemedek usianya di bawah 13 tahun, maka bisa mengikuti ritual petanggeh atau mebayuh sebelum Nyapuleger dilaksanakan. Sarananya pilihannya ada empat jenis. Seperti Peras Pejati, Banten Wayang Sekar Setaman, (Pula Gembal, Pengiring Pajegan) Banten Sudamala dan Banten Suci. “Tergantung mana yang dipilih oleh pemedek, saat Petanggeh sebelum nyapu leger,” jelasnya.

 

Bagi yang hendak meruwat Sapuhleger, maka disarankan untuk mendaftar minimal enam bulan sebelum pelaksanannya. Dengan biaya yang sangat terjangkau, pemedek hanya tinggal nangkil dan melakukan persembahyangan di Pura Siwa Manik Dalang saat Nyapuleger digelar.

 

“Nyapulegernya sesuai hari kelahiran. Kalau Senin Wayang, ya saat Senin Wayang nyapuleger. Tidak diambil sekalian pas Tumpeknya saja. Pemedek cukup hanya membawa banten peras pejati saja, kain poleng secukupnya, sekar, bunga mancawarna, dan tirta upasaksi dari rumah,” katanya.

 

Lain halnya bagi yang lahir di luar wuku wayang, pemedek juga bisa melukat di Pura ini.  Pemedek bisa membawa banten pras pejati. “Misal yang lahir budan sungsang, kalau mau nunas pebayuh, bisa Budan Wayang. Yang penting harinya sama. Misal saat lahir saniscara pujut, bisa saat saniscara wayang atau tumpek wayang nangil nunas pebayuhan,” pungkasnya. (habis)


Keberadaan Pura Siwa Manik Dalang memang tak lepas dari Wayang dan Dalang. Bagi Jro Dalang di Bali, hampir sebagian besar pernah nunas taksu dalang di Pelinggih Taksu Agung atau Taksu Gede.

 

Mangku Badra mengatakan, dalang-dalang tenar yang ada di Bali, seperti Cenk Blonk juga nunas taksu dalang di Pura Siwa Manik Dalang. “Yang yakin hampir 99,99 persen dalang nangkil kesini nunas taksu. Begitu juga dalang dari Buleleng maupun luar Buleleng,” bebernya.

 

Tak hanya kerap dikunjungi Jro Dalang, bagi krama yang lahir pada Wuku Wayang, mulai Redite hingga Saniscara disebutnya juga sering nangkil untuk nunas penglukatan di Pura Siwa Manik Dalang. Tak pelak, di pura ini pujawalinya nyejer dari Redite hingga Saniscara Wuku Wayang.

 

Krama yang nangkil diakuinya sesuai dengan hari kelahiran. Jika yang lahirnya Soman Wayang, maka disarankan untuk nangkil saat Soman Wuku Wayang. Pun demikian dengan hari-hari selanjutnya. “Puncak Pujawali saat Soman Wayang, kemudian nyinebnya saat Saniscara atau Tumpek Wayang,” imbuhnya.

 

Prosesinya, krama yang nangkil dan hendak nunas penglukatan disarankan untuk membawa banten Pras Pejati. Selanjutnya dihaturkan di sejumlah pelinggih, utamanya Dewa Bagus Manik Dalang dan Pelinggih Taksu Agung.

 

Setelah mepiuning, dilanjutkan dengan persembahyangan bersama yang dipimpin oleh pemangku. Kemudian prosesi pelukata di depan paduraksa Pura Siwa Manik Dalang pun bisa dilakukan sesuai dengan nomor urut yang telah ditentukan. Usai melukat, pemedek diarahkan untuk nunas tirta. Ritual terakhir dilanjutkan dengan natab dan nunas benang tridatu.

 

Pengempon Pura Siwa Manik Dalang juga rutin melaksanakan ritual Nyapuleger. Ritual ini diperuntukkan bagi pemedek yang lahir saat Wuku Wayang dan sudah menginjak usia minimal 13 tahun.

 

Namun, jika pemedek usianya di bawah 13 tahun, maka bisa mengikuti ritual petanggeh atau mebayuh sebelum Nyapuleger dilaksanakan. Sarananya pilihannya ada empat jenis. Seperti Peras Pejati, Banten Wayang Sekar Setaman, (Pula Gembal, Pengiring Pajegan) Banten Sudamala dan Banten Suci. “Tergantung mana yang dipilih oleh pemedek, saat Petanggeh sebelum nyapu leger,” jelasnya.

 

Bagi yang hendak meruwat Sapuhleger, maka disarankan untuk mendaftar minimal enam bulan sebelum pelaksanannya. Dengan biaya yang sangat terjangkau, pemedek hanya tinggal nangkil dan melakukan persembahyangan di Pura Siwa Manik Dalang saat Nyapuleger digelar.

 

“Nyapulegernya sesuai hari kelahiran. Kalau Senin Wayang, ya saat Senin Wayang nyapuleger. Tidak diambil sekalian pas Tumpeknya saja. Pemedek cukup hanya membawa banten peras pejati saja, kain poleng secukupnya, sekar, bunga mancawarna, dan tirta upasaksi dari rumah,” katanya.

 

Lain halnya bagi yang lahir di luar wuku wayang, pemedek juga bisa melukat di Pura ini.  Pemedek bisa membawa banten pras pejati. “Misal yang lahir budan sungsang, kalau mau nunas pebayuh, bisa Budan Wayang. Yang penting harinya sama. Misal saat lahir saniscara pujut, bisa saat saniscara wayang atau tumpek wayang nangil nunas pebayuhan,” pungkasnya. (habis)


Most Read

Artikel Terbaru

/