Minggu, 28 Nov 2021
Bali Express
Home / Balinese
icon featured
Balinese
Sesapa dalam Upacara Samskara di Pedawa (1)

Sebut Dewa-Dewa Lokal dalam Upacara

11 Oktober 2021, 07: 00: 17 WIB | editor : Nyoman Suarna

Sebut Dewa-Dewa Lokal dalam Upacara

MUPUT : Balian Desa Nyoman Kalam saat muput upacara. (istimewa)

Share this      

Pemujaan Dewa-Dewa lokal di Desa Pedawa, Kecamatan Banjar merupakan tradisi yang sudah diwarisi secara turun temurun. Penyebutan dewa-dewa lokal disebutkan dalam sesapa yang diucapkan oleh Balian Desa di Pedawa saat muput upacara.

Balian Desa Pedawa, Nyoman Kalam alias Pan Karpani, 65 mengatakan Sesapa atau saa adalah semacam doa yang diucapkan saat muput upacara di Desa Pedawa. Sesapa juga menyebutkan nama-nama Dewa Lokal yang menjadi keyakinan masyarakat Pedawa.

Dikatakannya, tidak ada catatan tertulis tentang sesapa. Namun, sesapa akan mengalir begitu saja saat prosesi muput beragam upacara khususnya upacara samskara atau penyucian bagi masyarakat Pedawa.

Baca juga: Lontar Purwa Bumi Kemulan ungkap Cara Merawat Pertiwi

“Kalau dalam kondisi tidak muput upacata, sulit saya merapalkan Sesapa itu. Itulah kesakralannya. Tetapi kalau sudah muput, secara otomatis akan keluar untuk diucapkan,” ujarnya kepada Bali Express (Jawa Pos Group) belum lama ini.

Bali Express (Jawa Pos Group) pun sempat mengikuti Balian Desa, Nyoman Kalam saat upacara Samsakara yang diselenggarakan salah seorang warga Pedawa belum lama ini. Sesapaan yang disebutkan adalah sebagai berikut:

Purun titiang mumbuk nangiang nguntap ngojah ngayat ring Ida Pengakan Pratkasu mangda lédang Ida Pengakan Prataksu rauh kadi mangkin,masurya nyaksi matur piuning inggian ngangganin ngancanin riantuk taler panjak druwé.

Jika diterjemahkan: ‘Bersedia saya memuja memuji memanggil kehadapan Ida Pengakan Prataksu gar bersedia Ida Pengakan Prataksu hadir sekarang memberikan waranungrahanya menyaksikan permohonan pemberitahuan mewakili hamba mu ini,’

Dikatakan Nyoman Kalam, Sesapa yang diucapakannya  pada saat pelaksanaan upacara Saṃskāra memang ada penyebutan Ida Pengakan Prataksu sebanyak dua kali dalam satu bait Sesapa. Menurutnya, Ida Pengakan Prataksu menjadi Dewa yang sangat penting dipuja dalam setiap pelaksanaan Upacara Samsakara yang dilakukan di Desa Pedawa.

“Kita melakukan permohonan agar Ida Pengakan Prataksu hadir menyaksikan kegiatan upacara yang sedang dilaksanakan agar bisa memberikan waranugraha,” imbuhnya.

Disamping pengucapan Ida Pengakan Prataksu, juga disebutkan oleh Dane Balian dengan sebutan Ida Gede Kemulan yang merupakan satu rangkaian dengan pengucapan dengan nama Ida Pengakan Prataksu

Sarana yang dipakai untuk menyambut beliau agar beliau mau hadir menyaksikan dan memberikan waranugraha berupa plawan akadendel sampai dengan agencekan wakul daksina sekar petak masuar griyané kukus harum. (bersambung) 

(bx/dik/man/JPR)


Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia